Mom & Baby Room

June 23, 2005

Doa

Filed under: Syariah

1.Doa Menolak Bencana

Laa ilaaha illalaahul kariimul ‘azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul ‘arsyil ‘azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naari.

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya ‘arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa’i)

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Doa Kesembuhan/Kesehatan Diri

Allahumma ‘aafinii fii badanii. Allaahuma ‘aafinii fi sam’ii. Allaahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaaha illaa anta.

Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)

3.Doa Dilindungi Dari Rupa-rupa Penyakit

Allahumma innii a’uudzubka minal barashi wal junuuni wal judzaani wa sayyi’il aswqaami

Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari penyakit celup, penyakit gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk lainnya.

4.Doa Menjenguk Orang Sakit/Kecelakaan

Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sa asyfi antasy syaafii laa syifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba’sa rabban naasi biyadikasy syifaa’u, laa aasyifa lahu illaa anta, as’alullaahal ‘azhiima, rabbal ‘ arsyil ‘azhiimi an-yasfiyaka.

Artinya : Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya ‘arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda. (HR. Bukhari dan Muslim)

5.Doa Mengobati Orang Sakit

Bismillahirrahmaanirrahiimi. A’uudzu bi’izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhadziru

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang kuperoleh dan yang kutakuti. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmi-dzi dan Nasai).

6.Doa Menghadapi Musibah

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uuna. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wakhluf lii khairan minhaa.

Artinya : Sesungguhnya kami memiliki Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah kami pahala dalam misibahku in dan berilah pengganti yang lebih baik. (HR. Muslim)

7.Doa Membimbing Orang Sekarat

Astaghfirullaahal ‘azhiimaa …… Laa Ilaaha Illallaahu muhammadun rasuulullaahi ….

Artinya : Aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (dibaca terus-menerus istighfar dan syahadat tersebut pada telinga orang yang hampir wafat itu). (Tertunjuk dalam HR. Muslim, Abu Daud dan Hakim).

8.Doa di Sisi Orang Yang Telah Wafat

Allaahummaghfirlii wa lahu wa’aqibnii minhu ‘uqbaa hasanatan.

Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan orang ini dan berilah aku ganti yang baik daripadanya. (HR. Muslim)

9.Doa Masuk Pekuburan Muslim

Assalamu ‘alaykum ahlad diyaari minal my’miniina wa innaa insyaa’allaahu bikum laahiquuna. As’alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata.

Artinya : Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung orang-orang mu’min. Kami in insya Allah akan bertemu dengan anda sekalian. Kumohonkan pada Allah kesejahteraan bagi kami dan bagi anda sekalian. (HR. Muslim)

10. Doa Terhindar dari Kesulitan dan Penderitaan

Biismillaahi ‘alaa nafsii wa maalii wa diinii, allaahumma radhinii biqadhaa’ika wa baarik lii fiimaa quddiralii hatta laauhibbaa\ ta’jiila maa akhkharta wa ta’khiira maa ‘ajjalta

Artinya : Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku. (HR. Ahmad dan Ibnu Gibban)

11. Doa Menghadapi Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan, Takut, Kikir, Banyak Hutang Dan Penindasan

Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.

Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

12. Doa Ketenangan Jiwa

Rabhanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa ‘alal qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa ‘amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma ‘innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika

Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.

Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.

Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.

Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

13. Doa Mohon Ketenangan Dalam Menghadapi Musibah

Allahummarzuqnii nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika

Artinya ; Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridiha menerima segala ketetapan-Mu

14. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan

Allahumma Laa shla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan

Artinya : Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu Hibban)

15. Doa Dimudahkan Segala Urusan

Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni’mati fil asy-yaa’I kullihaa wasy syukra laka ‘alayhaa hattaa tardhaa wa ba’dar ridhaa, wal khiyarata fii jamii’I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii’I masyuuril umuuri kullihaa laa bima’suurihaa yaa kariimu.

Artinya : Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni’mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.

16. Doa Mohon Husnul Khatimah

Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika

Artinya : Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baiknya hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. (Disebutkan oleh an-Nawawi)

17. Doa Waktu Bersin dan Jawaban yang Mendengarnya

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina. (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam),

kemudian dijawab oleh orang yang mendengarnya :

Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmati anda), lalu orang yang yang bersin itu menjawabnya pula dengan : Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalaku (Semoga Allah memberi hidayat bagi anda dan membaguskan keadaan anda). (HR. Bukhari)

18. Doa Diberi Kesenangan Hidup

Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayal latii fiihaa ma’aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta raahatan lii min kulli syarrin.

Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)

19. Doa Berlindung Dari Mahluk Jahat

A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa khalaqa

Artinya : Aku berlindung dengan menyebut kalimat-kalimat Allah Yang Maha sempurna dari segala kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya.

20. Doa Dapat Bersyukur, Bersabar dan Tidak Menonjolkan Jasa

Allahummaj’alnii syakuuran waj’alnii fii ‘aynii shaghiiran wa fii a’yunin naasi kabiiran.

Artinya : Ya allah, jadikanlah aku orang yang berterimaksih pada-Mu, jadikanlah aku orang yang shabar, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku tapi orang yang besar dalam pandangan orang lain.

21. Doa Mengunjungi Pengantin Baru

Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihii wa jama’a baynakumaa fi khayrin

Artinya : Semoga allah memberkati masing-masing kamu berdua (mempelai) terhadap temannya, dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majalah)

Baarakallahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fi khayrin

Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

22. Doa Ketika Melihat Bayi Baru Lahir

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin.

Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

23. Doa Mohon Putera yang Shalih

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinna qurrata a’yunin waj’alnaa limuttaqiina imaaman.

Artinya : Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan anak-cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqan, 74)

24. Doa Mohon Dianugerahi Rizki yang Berkah

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al awsa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii wanqithaa’i umrii.Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘am-man siwaaka.Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allaahumma innii as-alukan na’iimal muqiinal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.

Artinya : Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.

Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku.

Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya.

Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna.

Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni’mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

25. Doa Bagi Kedua Orangtua

Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran.

Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.

Sumber: Melasayang.com

99 NAMA-NAMA TUHAN & FADHILATNYA

Filed under: Syariah

AR-RAHMAN : Yang Dermawan - Pemberi rahmat dan kemakmuran kepada makhluknya tanpa perbezaan .
Fadhilat-nya : Sesiapa menyebut namaNya 100 kali selepas sembahyang fardhu, insyaALLAH akan mempunyai ingatan baik, fiikiran tegas serta murah hati .

AR-RAHIM : Yang Pengampun -Terutama kepada mereka yang menggunakan hadiah-hadiah sebagai kehendak Tuhan yang maha pengampun dihari kemudian .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali selepas fajar, insyaAllah akan menemui orang-orang yang baik hati .

AL-MALIK : Maharaja Teragung - Ialah Raja yang paling agung diseluruh dunia .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang, insyaAllah akan dihormati dengan sebaik-baiknya oleh orang lain .

AL-QUDDIS : Yang Suci - Ia bebas dari segala kesilapan,kelupaan dan tidak keupayaan atau kurang kesempurnaan,
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali setiap hari , insyaAllah akan bebas daripada kebimbangan .

AS-SALAM : Punca Keamanan - Dialah penyelamat hamba-hamba -Nya dari bahaya serta rintangan serta memberi tahniah kepada mereka yang di dalam syurga .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 160 kali berulang-ulang ditempat orang yang sakit,boleh membantu mengurangkan kesakitan dan insyaALLAH dengan pertolongan-Nya dapat menyembuhkan si pesakit.

AL-MU’MIN : Wali Kepercayaan -Barang siapa menempatkan kepercayaan pada hamba-Nya,peliharalah mereka yang mencari perlindungan pada-Nya , kemudian berikanlah ketenteraman .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali, insyaALLAH akan jauh dari bahaya .

AL-MUHAYMIN : Penjaga - Ialah menjaga dan memerhatikan segala harta benda .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang selepas mengambil air sembahyang , insyaAllah cahaya perasaan mereka akan bersinar .

AL’AZIZ : Maha Perkasa - Ialah yang tak dapat ditaklukkan .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali selepas fajar menyinsing selama 40 hari , insyaALLAH akan bebas daripada bantuan orang lain.

AL-JABBAR : Pemaksa - Ia memperbaiki serta menyelesaikan yang belum lengkap dan mempunyai kebolehan dan menyuruh dengan kekerasan atas diri mereka supaya melakukan mengikut kehendak-Nya .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali , tidak akan berbuat sesuatu yang ditegah dirinya , ataupun terdedah oleh bahaya , kesukaran mahupun kekerasan .

AL-MUTAKABBIR :Yang Mulia - Ia menunjukkan kebesaran- Nya sebelum bersetubuh dengan isterinya , insyaALLAH Allah akan menganugerahkan olehnya anak yang salih.

AL-KHALIQ :P embuat - Ia yang menjadikan segala-galanya tanpa sesuatu apa pun dan tahu pula apa akan terjadi keatas semuanya .

AL-BARI’ :P enjadi -Ia menjadikan segala-galanya sempurna .

AL-MUSAWWIR :P ereka - Ia reka segala-galanya .
Fadhilatnya :Jika seseorang ibu atau bakal ibu hendak melahirkan anak tetapi tiada berdaya , hendaklah ia berpuasa selama 7 hari , dan sewaktu berbuka hendaklah ia menyebut YA-KHALIQ,YA-BARI’,YA-MUSSAWIR (pembuat , penjadi dan pereka ) sebanyak tiga kali sebelum ia meminum air . InsyaALLAH permintaannya akan dikabulkan .

AL-GHAFFAR :P engampun - Ia sangat pengampun .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang tiga kali , insyaALLAH akan diampunkan dosa yang telah dilakukannya .

AL-QAHHAR :P enakluk - Ia berjaya dan berkuasa menurut dan menakluk kehendaknya .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali , insyaALLAH akan mengatasi kehendaknya , dan akan mengalami jiwa yang tenang serta bebas dari segala perbuatan maksiat yang dilakukan oleh orang lain .

AL-WAHHAB :P enganugerah - Ia sentiasa menganugerah hamba-hambaNya .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali insyaALLAH akan dimurahkan rezeki .

AL-FATTAH :P embuka - Ia memberi penyelesaian kepada kemushkilan atau masalah serta mengurangkan rintangan .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali , InsyaALLAH akan terbuka hatinya untuk berjaya .

AL-’ALIM :Yang Maha Mengetahui - Ia mengetahui segala-galanya.
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali , InsyaALLAH akan bersinar hatinya dengan cahaya suci .

AL-QABID :P engekang - Ia mengekang .
Fadhilatnya :Sesiapa menulis nama-Nya pada lima puluh jenis makanan atau buah-buahan sepanjang 40 hari , insyaALLAH ia tidak akan kebuluran .

AL-BASIT :P embesar - Ia berkuasa membesarkan .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali sewaktu fajar dengan mendedahkan kedua-dua tapak tangannya keatas dan kemudiannya menyapu tapak tangan kemukaNya , insyaALLAH ia tidak akan perlukan bantuan orang lain .

AL-KHAFID :P erendah diri - Yang mengurangkan .
Fadhilatnya :Sesiapa yang berkuasa selama tiga hari , hendaklah menyebut nama-Nya pada hari keempat sebanyak 70,000 kali ,
insyaALLAH ia akan dipelihara daripa musuhnya .

AR-RAFI’ :P eninggi - Yang meninggikan .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali berulang-ulang kali pada waktu siang dan malam,insyaALLAH Allah akan meninggikan martabatnya , kekayaannya serta darjatnya .

AL-MU’IZZ :P enghormat - Ia mashyur serta mulia dan dihormati oleh sesiapa jua pun.
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 140 kali selepas sembahyang isya’ setiap hari isnin dan jumaat , insyaALLAH Allah akan menjadikan ianya dihormati oleh orang lain .

AL-MUZILL :P enguji -Ia akan menjatuhkan seseorang kelembah kehinaan.
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 75 kali berulang-ulang , insyaALLAH akan terjatuh daripada aniaya orang-orang yang dengki kepadanya.Allah akan memeliharanya .

AS-SAMI’ :Maha Mendengar - Ia mendengar segala-galanya .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali berulang-ulang tanpa bercakap dengan sesiapapun pada hari khamis selepas
sembahyang zohor ( tengah hari ) , insyaALLAH Allah akan mengkhabulkan apa sahaja kehendaknya .

AL-BASIR :Yang Maha Melihat - Ia melihat segala-galanya .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali berulang-ulang antara sembahyang fardhu dan yang pertama setelah sembahyang Jumaat , InsyaALLAH Allah akan menjadikan dirinya mulia dikhalayak ramai .

AL-HAKKAM :Ia mengadili serta memberikan sesuatu dengan sepatutnya.

AL-’ADL :P engadil - Sesungguhnya adil .
Fadhilatnya :Jika sesiapa menulis nama-Nya pada malam jumaat pada sekeping roti dan memakannya, insyaALLAH orang akan
mengikut kehendaknya .

AL-LATIF :P elemah Lembut - Ia mengetahui apa sahaja erti yang lembut serta menjadikan segala-galanya yang lembut atau halus walaupun tidak diketahui manusia . Ia memberi kebahagiaan sehalus-halusnya kepada manusia .
Fadhilatnya :Jika seseorang ditimpa kemiskinan dan keseorangan , sebutlah nama-Nya 100 kali selepas dua rakaat selepas sembahyang (tambahan),insyaALLAH niatnya akan dikabulkan .

AL-KHABIR :Maha Mengetahui - Ia mengetahui apa sahaja yang sulit dan maksud atau tujuannya .
Fadhilatnya :Sesiapa mempunyai kebiasaan yang tidak baik dan tidak disukainya pula , sebutlah nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH kebiasaan itu akan ditinggalkannya kemudian .

AL-HALIM :P enyabar - Ianya berkuasa .
Fadhilatnya :Apabila seseorang menulis nama-Nya atas kertas , setelah itu menanamkannya ke dalam tanah di mana sebutir benih ditanam , insyaALLAH bahaya atau malapetaka tidak akan menimpa .

AL- ‘AZIM :Yang Maha Besar - Ia mulia .
Fadhilatnya :Mereka yang menyebut nama-Nya berulang-ulang, insyaALLAH akan dihormati .

AL-GHAFUR :Maha Pengampun - Ia mengampuni semua hambaNya .
Fadhilatnya :Sesiapa dihidapi penyakit kepala , demam atau dukacita , sebutlah nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan
sembuh .

ASH-SHAKUR :Yang Bersyukur - Sesiapa yang bersyukur akan diberi hadiah kerana jasa untukNya .
Fadhilatnya :Sesiapa berasa hatinya berat dan kemudian menyebut nama-Nya 41 kali , diikuti dengan bernafas ke dalam gelas berisi
air dan membasuh mukanya , insyaALLAH hatinya akan menjadi lapang atau lega .

AL-’ALI :Yang Termulia - Ianya yang paling mulia .
Fadhilatnya :Sesiapa mempunyai keyakinan yang lemah tetapi menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH keyakinannya akan teguh .

AL-KABIR :Yang Maha Besar - Ialah yang paling besar .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali setiap hari , insyaALLAH ia akan memperolehi kemuliaan.

AL-HAFIZ :P emelihara - Ia memelihara segala-galanya serba lengkap dan pada suatu ketika menghindarkannya dari kehilangan dan malapetaka .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 16 kali sehari insya ALLAH ia akan diselamatkan dari malapetaka.

AL-MUQIT :P enjaga - Ia menjaga .
Fadhilatnya :Sesiapa mempunyai anak yang kurang sopan , menyebut nama-Nya.

AL-HASIB :Maha Penghitung - Ia mengetahui apa sahaja sebenarnya berkenaan perniagaan seseorang sepanjang hayat .
Fadhilatnya :Apabila seseorang takut dirompak,maupun akibat dengki musuhnya , mulakan menyebut ………..atau membaca
nama-Nya 70 kali pada hari khamis - siang atau malam . Bila tiba hari ke 71 sebutlah bahawa Allah Maha Penghitung atau Habiyallah-ul-Hasib.InsyaALLAH ia akan selamat.

AL-JALIL :Maha Tinggi - Ianya maha kaya serba berkuasa .
Fadhilatnya :Sesiapa menulis nama-Nya pada kertas dengan membubuh kasturi dan kunyit , kemudian membasuhnya dan akhirnya meminum air tersebut dari sebuah tembikar , insyaALLAH ia akan dimuliakan oleh manusia .

AL-KARIM :Yang Maha Pemurah - Ianya sangat pemurah .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH ia akan menerima kemuliaan di dunia serta akhirat.

AR-RAQIB :Maha Waspada - Ianya memperhatikan apa jua hamba-hambaNya lakukan di dunia ini .

AL-MUJIB :Maha Pengkabul - Ianya pengkabul bagi segala keperluan manusia .
Fadhilatnya :Sesiapa memohon kepadaNya , insyaALLAH niatnya akan dikabulkan .

AL-WASI’ :Yang Menyeluruh - Ia mempunyai kuasa yang tiada terbatas.
Fadhilatnya :Andainya seseorang mengalami kesukaran mencari mata pencarian , sebutlah nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH ia akan menerimanya bagi keperluan hidupnya yang lebih baik .

AL-HAKIM :Yang Bijaksana - Ia mempunyai kebijaksanaan dalam segala masalah .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya terus menerus (dari masa ke masa),insyaALLAH ia tidak akan menemui kesukaran dalam pekerjaannya .

AL-WADUD :Yang Maha Penyayang - Ia menyayangi mereka yang berbuat baik dan akan menganugerahkan belas kasihan-Nya kelak .
Fadhilatnya :Andainya dua orang bergaduh , sementara seorang daripadanya menyebut nama-Nya 1,000 kali di atas makanan
yang telah tersedia dan dimakan pula oleh temannya itu , insyaALLAH pertikaian antara mereka akan selesai .

AL-MAJID :Yang Maha Mulia - Ianya sangat mulia .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan menerima kebahagiaan .

AL-BA’ITH :P embangkit Semula - Dialah yang memberi penghidupan kepada semua makhluk dihari pengadilan .
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya akan mempunyai perasaan takut dan hormat terhadap ALLAH .

ASH-SHAHID :Saksi - Dia yang berada dimana-mana dan mengawasi segala-galanya.
Fadhilatnya :Sesiapa yang mempunyai anak yang degil dan mengulangi nama-Nya kepada anak itu , insyaALLAH anak itu
akan menurut perintah .

AL-HAQQA :Kebenaran - KeujudanNya tiada perubahan .
Fadhilatnya :Jika seseorang hilang sesuatu dan mengulang nama-Nya insyaALLAH dia akan jumpa apa yang telah hilang .

AL-WAKIL :Wali - Dia menyediakan segala-galanya untuk mengatasi segala masalah dengan cara baik .
Fadhilatnya :Sesiapa yang takutkan mati lemas , hangus dalam api atau bahaya yang serupa dan mengulangi nama-Nya berterus-terusan ,dari masa kesemasa , insyaALLAH akan berada dibawah perlindungan ALLAH .

AL-QAWI :P aling Kuat - Dia yang terkuat .
Fadhilatnya :Sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya , tetapi mengulangi nama-Nya dengan niat tidak mahu dicederakan,
insyaALLAH akan bebas dari kecederaan musuhnya .

AL-MATIN :Teguh - Dia berkuasa dan teguh , tidak ada kuasa yang boleh menghumbankanNya .
Fadhilatnya :Jika seseorang mempunyai kesusahan dan mengulangi nama-Nya , insyaALLAH kesusahannya akan lenyap .

AL-WALI :P elindung - Dia adalah sahabat hamba-hambaNya yang adil .
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya,insyaALLAH mungkin menjadi seorang waliullah .

AL-HAMID :P ujian - Hanya dia seorang yang patut dipuji dan dimuliakan serta diberi penghargaan oleh semua makhluk .
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya ,insyaALLAH akan disayangi dan dipuji .

AL-MUHSI :P enghitung - Dia mengetahui angka segala benda walaupun tidak boleh dikira dan dia mengetahui tiap-tiap satu
darinya .
Fadhilatnya :Sesiapa yang takut di soal di hari pengadilan , dan mengulangi nama-Nya 1,000 kali , insyaALLAH akan mempunyai kemudahan .

AL-MUBDI :P engasal - Dia yang telah mencipta semua makhluk untuk pertama kali bukan dari apa-apa dan tanpa sebarang contoh .
Fadhilatnya :Sesiapa yang menyebut nama-Nya berulang-ulang dan dihembuskan ibu yang mengandung yang takutkan keguguran , insyaALLAH ibu itu akan bebas dari bahaya .

AL-MU’ID :P emulih - Dialah yang menghidupkan semula semua makhluk.
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 70 kali berulang-ulang untuk seseorang yang jauh dari keluarganya , insyaALLAH orang
itu akan pulang dengan selamat .

AL-MUHYI :P emberi Kehidupan - Dialah yang memberi kehidupan dan kesihatan

Fadhilatnya : Jika seseorang mempunyai satu bebanan yang berat dan mengulangi nama-Nya 7 kali setiap hari , insyaALLAH bebanannya akan dikurangkan .

AL-MIMUT :P encipta Kematian - Dialah yang mencipta kematian .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan memusnahkan niat musuhnya .

AL-HAYY :Hidup - Dialah yang mengetahui segala-galanya dan kekuatannya .
Fadhilatnya : Sesiapa yang mengulangi nama-Nya , insyaALLAH akan mempunyai umur yang panjang .

AL-QAYYUM :Hidup Sendiri -Dialah yang memegang seluruh alam semesta .
Fadhilatnya : Sesiapa yang mengulangi nama-Nya , insyaALLAH tidak akan tewas dalam kelalaian .

AL-WAJID :P enemu - Dialah yang dapat apa jua yang dikehendaki dalam keinginannya.
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya , insyaALLAH akan memiliki kemuliaan hati .

AL-MAJID :Berhati Mulia - Dialah yang mulia hatinya , yang membuat kebajikan dan dermawan .
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya , insyaALLAH akan diterangkan hatinya .

AL-WAHID :Yang Maha Istimewa - Ianya tunggal dalam segala tindakanNya , tidak ada berteman atau bersifat yang sama
dengan sesiapa pun , bahkan perawakan dan perintah .

Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang seorang diri ditempat sunyi , insyaALLAH akan bebas daripada
ketakutan serta kebingunan .

AL-AHAD : Yang Tunggal .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang kali , insyaALLAH Allah akan memberi kehendaknya yang mana ia tidak akan perlukan bantuan orang lain .

AS-SAMAD : Yang Berkekalan - Ianya adalah tunggal bagi sesiapa memohon sesuatu yang penting diselesaikan ataupun sebarang masalah yang harus dihapuskan.
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH Allah akan memberi kehendaknya dan yang mana ia tidak mahukan bantuan orang lain .

AL-QADIR :Sentiasa Sanggup - Ia sentiasa sanggup melakukan apa sahaja kehendakNya .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH harus sedar akan kebenaran .

AL-MUQTADIR :Berkuasa - Dialah yang lebih berkuasa dari segala makhlukNya .
Fadhilatnya :Sesiapa yang mengulangi nama-Nya , insyaALLAH ia menyedari kebenarannya .

AL-MUQADDIM : Maha Penyelenggaran .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya di medan perang mahupun didalam ketakutan kerana bersendirian oleh sebab ganjilnya keadaan sekeliling , insyaALLAH bahaya tidak akan menimpa dirinya .

AL-MU’AKHKHIR : Maha Penagguh - Ianya menangguhkan apa sahaja yang dikehendakiNya .
Fadilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali di dalam hati setiap hari , insyaALLAH hanya ketaatan kepada Allah sentiasa kekal . Ketaatan kepada yang lain tidak mempengaruhinya .

AL-AWWAL : Pengawal .
Fadhilatnya : Sesiapa sahaja berkehendakkan anak ataupun mahu bersama-sama dengan seseorang dalam perjalanan , ia harus menyebut nama-Nya 1,000 kali dalam masa 40 jumaat .

AL-AKHIR : Yang Akhir .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan mengalami hidup yang sempurna dan matinya pun sedemikian pula.

AZ-ZAHIR : Penzahir .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 15 kali selepas sembahyang jumaat , insyaALLAH nur atau cahaya akan menyinari hatinya .

AL-BATIN : Pembatin .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 3 kali setiap hari , insyaALLAH akan dapat mengetahui kebenaran segala-galanya .

AL-WALI : Wali atau Pemerintah .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , kemudian menghembuskan nafasnya ke dalam rumahnya , insyaALLAH keselamatan rumahnya akan terpelihara .

AL-MUTA’ALI : Yang Teramat Mulia - Ianya yang termulia dalam sebarang tindakan ,cara atau keadaan , bahkan fikiran seorang manusia . Ianya adalah yang paling tinggi.

AL-BARRA : Sumber Segala Kebaikan - Sesiapa yang penyabar terhadap hambaNya, haiwan dan segala binatang-binatang , tentulah baik kepada semuanya .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya kepada anak-anaknya, insyaALLAH ia akan dijauhkan daripada kemalangan .

AT-TAWWAB : Penerima Ketaubatan .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH taubatnya akan diterima .

AL-MUNTAQIM : Penghukum - Ia menghukum mereka yang bersalah.
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan menakluki musuh-musuhnya .

AL-’AFUW :P engampun - Ia sangat pengampun kepada mereka yang taubat , seolah-olah mereka tidak berdosa .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH segala dosanya akan diampunkan .

AR-RA’UF : Maha Pengasih dan Penyayang - Ianya sungguh pengasih dan penyayang.
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan dikasihi Allah .

MALIK-UL-MULK : Pemilik Kedaulatan Yang Kekal .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan dihormati Allah .

DHUL-JALAL-WAL-IKRAM : Pengusaha Keagungan Serta Kedaulatan .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH dengan kerajinan bekerja serta tekun akan bertemu dengan kejayaan .

AL-MUQSIT :Maha Pengadil - Ianya tetap maha adil dalam segala-galanya .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , InsyaALLAH akan terjauh dari godaan syaitan .

AL-JAME’ :P engumpul - Ia mengumpulkan segala-galanya pada sebarang waktu .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan menemui benda-benda yang hilang .

AL-GHANI :Serba Lengkap .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyALLAH akan bersyukur dan tidak akan ada hasrat dengki .

AL-MUGHNI :P engmakmur .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya 10 kali Jumaat , insyaALLAH tidak akan mengalami kekurangan sesuatu apapun .

AL-MANI’ :P encegah .
Fadhilatnya :Mereka yang menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan mengalami penghidupan keluarga yang berbahagia .

AD-DARR :P engganggu - Ia menjadikan sesuatu yang menyebabkan seseorang bersifat rendah .
Fadhilatnya :Jika sesiapa yang berketurunan sifat rendah menyebut nama-Nya berulang-ulang setiap malam Jumaat , insyaALLAH taraf mereka akan dinaikkan .

AN-NAFI’ :Makmur - Ia menjadikan segala-galanya untuk kebahagiaan manusia .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang dalam masa empat hari ,insyaALLAH ia akan jauh dari aniaya atau bahaya .

AN-NUR :Cahaya - Ia memberikan cahaya mulia keseluruh alam , wajah , fikiran serta hati makhluknya .
Fadhilatnya :Sesiapa yang menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH hatinya akan lebih terang .

AL-HADI :P enuntun - Ia memimpin hamba-hambaNya menuju kejayaan serta mengarahnya berbakti kepada manusia .
Fadhilatnya :Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan memperoleh pengetahuan ruhani .

AL-BADI :Tiada BandinganNya - Ia membentuk segala-galanya dalam dunia ini tanpa rekaan .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 70 kali berulang-ulang , insyaALLAH kesusahannya akan hilang . ( Ya , ALLAH , Engkaulah yang menjadikan segala-galanya di dunia ini . )

AL-BAQI : Yang Kekal .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 100 kali sebelum matahari terbit , insyaALLAH akan terpelihara daripada malapetaka seumur hidupnya dan insyaALLAH dosanya akan diampunkan .

AL-WARITH : Waris Agung - Ialah menguasai segala-galanya .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya berulang-ulang , insyaALLAH akan hidup lama .

AR-RASHID : Pemimpin Ke Arah Kebenaran - Ialah pemimpin yang bijaksana bagi membimbing makhlukNya kearah kebenaran .
Fadhilatnya : Sesiapa menyebut nama-Nya 1,000 kali di antara Maghrib dan isya , insyaALLAH kesusahannya akan hilang .

AS-SABUR : Penyabar .
Fadhilatnya : Sesiapa ditimpa kesusahan ataupun dukacita hendaklah menyebut nama-Nya 3,000 kali , insyaALLAH ia akan terselamat

Manajemen Qalbu

Filed under: Psikology, Syariah

Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup (1)

Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.

Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi. Na’udzubillah.

1. Siap

Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keiinginan.

Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.

Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar-sesadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.

Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi.

Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.

Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.

Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh, di tengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam, dengan penuh kemurungan mereka kembali ke rumah. Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyala dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.

Oleh karena itu “fa idzaa azamta fa tawaqqal alalloh” bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.

Allah Swt, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”

Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena yang melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya. Kalau mau mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang dicita-citakan, namun siapkan pula diri ini andaikata Allah Yang MahaTahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkan karena Allah Swt, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.

Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.

2.Ridha

Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan bila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha/rela akan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan dan kecewa berat, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka, lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.

Misalnya, kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.

Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita, hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja, ridha atau rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridha hanya amalan, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Kondisi hati yang tenang atau ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal, dan bermutu.

Orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai - andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh suatu kesengsaraan yang dibuat sendiri.

Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda. Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya, hal ini dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.

Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu senti pun jua. Yang memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan, bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, mempersatukan, atau menghidupkannya kembali. Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.

Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Ini adalah kenyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin, dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.

Dengan demikian, hati harus ridha menerima apa pun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhai Allah swt. *** (bersambung, bagian 1 dari 2 tulisan)

Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup (2)

Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

3. Jangan Mempersulit Diri

Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.

Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah merasa sengsara. Terbayang di benaknya saat gaji yang kecil, yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhannya. Padahal, saat masih bekerja pun gajinya sudah pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah yang belum lunas dan utang yang belum terbayar. Belum lagi sakit, tak ada anggaran untuk pengobatan, sementara umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, semakin panik menghadapi pensiun. Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi, namun seharusnya terkendali dengan baik. Jangan sampai perkiraan itu membuat kita putus asa dan sengsara sebelum waktunya.

Begitu banyak orang yang sudah pensiun ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya. Apakah Allah SWT. yang Mahakaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan, atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek? Padahal, pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.

Maka, di dalam menghadapi persoalan apa pun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan jaminan pertolongan Allah Swt. Bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata pada akhirnya bisa lolos?

Yakinlah bahwa Allah yang Mahatahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan” (QS Al-Insyirah [94]:5-6). Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.

4. Evaluasi Diri

Ketahuilah, hidup ini bagaikan gaung di pegunungan: apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula” (QS Al-ZalZalah [99]: 7-8)

Allah Swt Maha Peka terhadap apapun yang kita lakukan. Dengan keadilan-Nya tidak akan ada yang meleset, siapa pun yang berbuat, sekecil dan setersembunyi apapun kebaikan, niscaya Allah Swt, akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya. Sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzalimi orang lain, padahal sesungguhnya menzalimi diri sendiri, akan mengundang bencana balasan dari Allah Swt, yang pasti lebih getir dan gawat. Naudzubillah.

Andaikata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridha, kita pun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepala ini begitu kecil? Bisa jadi semua ini adalah peringatan bahwa kita sangat sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.

Dompet hilang? Mengapa dari satu bus, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet? Jangan sibuk menyalahkan pencopet karena memang sudah jelas ia salah dan memang begitu pekerjaannya. Renungkankah: boleh jadi kita ini termasuk si kikir, si pelit, dan Allah Mahatahu jumlah zakat dan sedekah yang dikeluarkan. Tidak ada kesulitan bagi-Nya untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.

Anak nakal, suami kurang betah di rumah dan kurang mesra, rezeki seret dan sulit, bibir sariawan terus menerus, atau apa saja kejadian yang menimpa dan dalam bentuk apapun adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi segala yang terjadi. Pasti ada hikmah tersendiri yang sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenunginya dengan benar.

Jangan terjebak pada sikap yang hanya menyalahkan orang lain karena tindakan emosional seperti ini hanya sedikit sekali memberi nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan, apabila tidak tepat dan berlebihan, akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.

Ketahuilah dengan sungguh-sungguh, dengan mengubah diri, berarti pula kita mengubah orang lain. Camkan bahwa orang lain tidak hanya punya telinga, tetapi mereka pun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.

Jadikanlah setiap masalah sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan dapat mengundang pertolongan Allah Swt.

5. Hanya Allah-lah Satu satunya Penolong

Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya.

Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Swt.

Ketahuilah, makhluk itu “La haula wala quwata illa billahil’ aliyyil ‘ azhim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran.

Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2 dan 3, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.”

Jika kita menyadari dan meyakininya, kita memiliki bekal yang sangat kukuh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita yang sebenarnya berikut segala jalan keluar terbaik hanyalah Allah Swt Yang Mahasempurna. Dia sendiri berjanji akan memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.

Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai tambah bagi dunia dan akhirat kita・benar-benar suatu kerugian yang nyata.

Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan kesenangan, shalatnya terjaga, akhlaknya mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah.

InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.

Semoga, dengan izin Allah, uraian ini ada manfaatnya. *** (Bagian terakhir dari 2 tulisan)

Indahnya Hidup Merdeka (2)

Penulis: Aa Gym

3. Tidak Diperbudak Asmara

Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerumus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta –tentu cinta buta– yang membuat tidak bisa melihat kebenaran.

Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membara nafsu yang akhirnya menyengsarakan dunia akhirat, kecuali cinta di jalan Allah.

Jatuh cinta ibarat memasukkan ayam kampung ke kamar, akan sulit mengusirnya. Kalaupun susah payah mengusir, maka kamar akan berantakan. Begitulah orang-orang yang dilanda asmara dan tidak sungguh-sungguh menjaga diri.

Oleh karena itu jauhilah percintaan yang tidak disukai dan tidak di jalan Allah. Milikilah cinta yang asli karena Allah yang caranya betul-betul menegakkan apapun yang diaturkan dalam agama. Percayalah, rambu-rambu yang diberikan oleh Allah akan membuat diri kita tidak diperdaya oleh cinta yang tampaknya indah padahal bisa jadi menjerumuskan, na置zubillahi mindzalik. Berlindunglah kepada Allah supaya kita tidak diperbudak oleh asmara buta.

泥an, adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. (Q.S An-Nazi誕t [79] : 40-41)

4. Orang yang Jujur

Saudaraku, setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan selalu was-was, takut diketahui kebohongan (kedustaan) kita yang mengharuskan kita berbuat bohong lanjutannya. Dan bohong itu pun tentu akan menjadi penjara baru. Demikianlah kurang lebih bagi orang-orang yang berdusta, berbohong atau tidak jujur dalam hal apapun.

Tidak akan merdeka orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan ketidakjujuran. Rasulullah bersabda, 典idak ada akhlak yang paling dibenci Rasulullah, lebih dari bohong. Apabila beliau melihat seseorang bohong dari segi apa saja, maka orang itu tidak keluar dari perasaan hati Rasulullah sehingga beliau tahu bahwa orang itu telah bertaubat.・/i> (H. R. Ahmad)

Pastikanlah kita menjadi orang yang menikmati hidup jujur. Semakin sedikit rahasia semakin merdeka hidup ini. Semakin tidak mengenal dusta, semakin tidak terancam diri ini. Tak ada yang membuat kita takut harus diketahui aib dan kebohongan oleh orang lain karena memang kita tidak menyembunyikan sesuatu.

Lebih baik kita disisihkan karena kita jujur daripada kita diterima karena berdusta, berarti sepanjang waktu kita akan penuh ketegangan. Selamat berbahagi bagi saudara yang berjuang menjadi pribadi yang jujur terpercaya karena itulah milik orang-orang yang merdeka dan jujur.

5. Orang yang Tawadhu

Rendah hati adalah kunci kebahagiaan. Semakin kita ingin dihargai, semakin ingin dihormati, semakin ingin dipuji, semakin ingin diperlakukan lebih, maka semakin sengsara hidup ini, karena kita semakin butuh kepada orang lain. Padahal orang lain belum tentu sesuai keinginannya dengan kita.

Orang yang rendah hati, pikirannya adalah justru ingin melihat orang lain lebih berhak untuk dihargai, lebih berhak untuk dihormati, dan tidak melihat orang lain lebih rendah dari dirinya.

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, 泥an hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik・ (Q.S. Al Furqaan [25] : 28). Ketawadhuan tidak akan pernah menghinakan, bahkan sebaliknya akan mengangkat derajat seseorang.

Adalah mimpi kita bahagia jikalau kita menjadi orang yang sombong dan takabur. Sabda Rasulullah, 典iada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.・/i> (H.R Muslim). Kebahagiaan dan kemerdekaan adalah milik orang-orang yang rendah hati.

6. Orang yang Ikhlas

Ikhlas adalah kunci kemerdekaan hati. Orang-orang yang ria yang hidupnya tamak akan pujian akan menjadi korban mode dan korban jaman. Tetapi orang-orang yang ikhlas tidak pusing dengan penilaian manusia. Yang dia pikirkan adalah selalu memikirkan yang terbaik, dan puas dengan penilaian Allah Yang Maha Dekat serta ganjaran dari Allah yang melimpah dan tidak mengecewakan.

Rasulullah bersabda, 鄭llah tidak menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan yang karena untuk mencari keridhaan Allah.・/i> (H. R. Ibnu Majah)

Wahai saudaraku yang baik, marilah kita nikmati menjadi orang yang tidak terpengaruh oleh kerinduan dipuji orang lain. Pujian orang hanyalah tipu daya bagi kita, cobaan yang membuat kita sering menipu diri padahal kita tidak layak dipuji.

Tapi pujian dari Allah akan menyelamatkan kita dunia akhirat. Karena Allah yang menggenggam setiap rezeki, kedudukan, kemuliaan, bahkan nikmat dunia akhirat. Untuk apa kita dipuji makhluk yang pasti binasa. Lebih baik puaskan diri ingin dipuji Allah, itulah yang membuat kita merdeka dalam hidup ini.

7. Orang yang Tawakal

Semakin banyak bergantung kepada sesuatu maka kita akan takut kehilangan sesuatu. Seperti orang yang bersandar di kursi akan takut kursinya diambil. Tetapi bergantung kepada Allah, itulah yang akan memuaskan karena Allah menggenggam segala yang kita butuhkan. Allah Maha Tahu masalah kita, Allah Maha Tahu segala jalan keluar dari kesulitan kita, dan Allah-lah yang kuasa atas segala-galanya.

Dan orang yang bertawakal, dicukupi kebutuhannya oleh Allah Yang Maha Tahu kebutuhan kita. Allah berfirman, ・..Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.・ (Q.S Ath Thalaaq [65] : 3)

Sahabat-sahabatku yang budiman, untuk apa kita bergantung kepada manusia. Makhluk adalah lemah tiada daya dan tidak bisa memberi manfaat bagi kita tanpa izin Allah dan juga tidak bisa memberikan mudharat.

Marilah kita puaskan diri kita, ikhtiar kita, dan ketawakalan kita. Gigihnya ikhtiar jangan mencuri hati dari tawakkal kepada Allah. Yakinnya kepada Allah jangan pernah mengurangi ikhtiar kita, itulah orang-orang yang akan menikmati kemerdekaan dalam hidup ini. Akhlaknya jadi mulia dan indah kalau setiap perilakunya bisa menjadi amal shaleh yang menjadi bekal kebahagiaan dunia dan menjadi bekal perjumpaan dengan Allah Azzawajalla.

Sekali merdeka tetap merdeka. Sekali menjadi hamba Allah selama-lamanya hanyalah untuk mengabdi kepada Allah. Wallahua値am.***(bagian terakhir dari 2 tulisan)

Rangkuman Pengajian Majeis Manajemen Qolbu, Masjid Istiqlal 15 September 2002

Rendah Hati

Sumber: Abdullah Gymnastiar

Bismillahirrahmanirrahiim

Kajian Kitab Al-Hikam (Karya Syekh Ahmad bin Muhammad Atailah)

Bab: Rendah Hati
Andaikata kita benar-benar bisa menempatkan diri secara tepat sekali dalam hidup ini, niscaya hidup akan lebih ringan, lebih indah, dan lebih barokah. Sayang kita kadang tidak cukup waktu untuk mengenal diri sehingga kita merasa lebih dari kenyataan atau merasa lebih rendah dari karunia yang Allah berikan. Setidaknya inilah hikmah yang akan kita simak dalam kajian kitab Hikam kali ini.

“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan. Sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak di tanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang merendah diri, maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang sombong, besar diri, Allah akan menghinanya.”

Saudaraku, akar yang menghujam ke dalam tanah membuat pohon kian kokoh. Tapi pohon yang akarnya jauh dari tanah, disiram air, pohon bisa rontok. Makin kokoh menghujam, dihempas badai, diterjang topan, ditiup angin, tidak goyah. Tampaknya, orang-orang yang benar-benar menikmati hidup buah dari amal adalah orang yang tawadhu; orang-orang yang rendah hati.

Saudara-saudaraku, banyak beramal tidak berarti langsung selamat. Sebelum amal terlaksana, tipu dayanya adalah enggan beramal dan niat yang salah yaitu ingin dipuji amal-amalnya sebagai kebaikan. Ketika sedang beramal, cobaannya adalah enggan menyempurnakan amal. Dan ketika selesai beramal, ada lagi cobaannya, yaitu menjadi ujub, merasa diri paling beramal dan merasa diri lebih dari orang lain. Semua ini benar-benar butuh perjuangan. Imam Ibnu Atailah menganjurkan agar kita tawadhu dengan menanam di bumi kerendahan hati agar sempurna amal-amal kita. Jika kita benar-benar ingin menikmati tawadhu, beberapa rahasianya adalah, pertama : kita harus selalu sadar bahwa yang membuat kita beramal bukan kita tapi taufik Allah. Kita bisa bersodaqoh, uangnya dari mana kalau tidak dititipi rejeki dari Allah. Andai kita punya uang, tapi Allah tidak memberikan jalan bagi kita karena orang-orang di sekitar kita tidak butuh, tidak akan keluar itu uang. Setelah ada rejeki, oleh Allah digerakkan untuk bertemu dengan orang yang perlu pembangunan masjid, ada yang perlu dilunasi hutang, itu Allah yang mengatur. Setelah kita bisa bersodaqoh, diringankan hati kita. Kan ada yang sodaqoh tapi hati jadi kesal. Oleh karena itu kita harus tahu rangkaian semua amal ini hanya Allah-lah yang berbuat. Tidak usah diingat-ingat, tidak usah di sebut-sebut amal kita karena Allah-lah sebetulnya yang membuat kita bisa beramal. Seperti mutiara hikmah dari Syekh Ibrahim bin Asyam, “Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah siapa yang ingin masyhur atau terkenal.” Bahkan Syekh Ayyub Asy Syahtiani berkata, “Demi Allah, tiada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas kepada Allah, melainkan ia merasa senang, gembira, jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.”

Ciri-ciri kita kurang ikhlas adalah, andaikata kita sudah merasa beramal. Apalagi kita merasa ikhlas. Orang yang merasa ikhlas, dia ingin diketahui oleh orang lain keikhlasannya, berarti belum ikhlas. Karena dia masih membutuhkan orang lain agar tahu bahwa dirinya ikhlas dan dia senang ketika dia diketahui ikhlas. Berarti dia belum ikhlas. Oleh karena itu orang-orang yang ingin menikmati ketawadhuan, lupakan siapa diri kita. Kalau kita seorang sarjana, jangan diingat-ingat kesarjanaan kita. Disisi Allah bukan kesarjanaan yang penting, tapi amal yang ikhlas. Kalau kita seorang yang sudah pernah bersodaqoh sebanyak apapun, lupakan! Kalau kita ingat-ingat, kita menjadi butuh diakui, butuh ditulis, butuh disebut-sebut, itu bisa merusak. Inilah cara yang kedua, yakni dengan melupakan jasa diri sendiri. Makin kita mengingat-ingat otoritas kita, kedudukan kita, amal kita, makin kita ingat makin kita butuh diakui oleh makhluk, makin tidak ikhlas. Sesuatu yang layak kita ingat agar kita tawadhu, adalah ingat akan dosa-dosa kita. Berlatihlah untuk tawadhu dengan mengingat kekurangan kita. Cara lainnya supaya kita tawadhu, sesudah yakin semua milik Allah dan tidak mengingat kebaikan jasa diri sendiri, maka cara yang ketiga adalah tidak melihat orang lain lebih rendah dari diri kita. Setiap melihat orang, cari titik kelebihannya.

Ketika melihat anak-anak, subhanallah mereka dosanya masih sedikit. Melihat ibunya, ingatlah tetesan darah, keringat, pengorbanan dan air mata, mungkin inilah yang akan mengangkat derajat seorang ibu walaupun amalnya masih terbatas. Melihat orang yang lebih tua, subhanallah, bapak-bapak ini tentu amalnya lebih banyak dari kita. Melihat orang yang baru belajar baca Quran, siapa tahu baru belajar tapi lebih takut kepada Allah daripada perasaan takut kita kepada Allah. Melihat pedagang kecil, siapa tahu dalam pandangan Allah dia mulia karena kejujurannya walaupun dagangannya sederhana. Melihat seorang guru, mungkin dia mengajar dengan ikhlas, sehingga boleh jadi muridnyalah yang kelak akan menjadi benteng bagi agama dan bangsa ini. Pendek kata, ketika melihat orang lain, lihatlah kelebihan dan kebaikannya. Makin senang melihat kelebihan dan jasa orang lain, kita akan makin senang menghormat orang dan jauh dari kesombongan. InsyaAllah makin tawadhu. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang memiliki puncak kemuliaan, puncak kedudukan. Beliau adalah seorang nabi dan rasul terakhir. Beliau adalah seorang pemimpin yang tangguh, tapi beliau adalah seorang yang sangat rendah hati. Beliau menyapa dengan ramah dan lembut kepada siapa pun penuh dengan rasa hormat. Tiada seorang pun yang berjumpa kepada beliau kecuali beliau menatap dengan wajah penuh senyuman dan cerah bagai purnama. Subhanallah! Beliau tidak membeda-bedakan tamu kaya dan miskin. Beliau menerima undangan walau hanya makanan yang amat sederhana. Beliau berjalan dengan suka cita walaupun diundang oleh sekedar hamba sahaya. Beliau tidak menjadi bangga dengan naik unta yang bagus dan tidak pernah malu dan minder dengan menunggang keledai walaupun hanya dibonceng. Di rumah nabi Muhammad yang amat sederhana, beliau menjahit sendiri terompahnya, merapikan kamarnya, memeras susu tanpa ingin menjadi beban. Jikalau beliau ke pasar, beliau lebih menyukai jika beliau membawa sendiri belanjaannya. Jika beliau datang ke sebuah majelis, beliau tidak menyukai andaikata orang-orang berdiri untuk menyambutnya. Beliau ingin diperlakukan sama. Jikalau beliau berjalan, beliau tidak ingin dikawal agar kelihatan menjadi berwibawa. Nabi Muhammad tidak mengharapkannya. Jika mau masuk ke sebuah masjid dan beliau tidak kebagian tempat duduk, beliau tidak menginginkan duduk yang utama. Beliau duduk di mana saja. Bahkan beliau jika menyapa seseorang berusaha mendahului sapaannya. Menjawab dengan sempurna. Mengantar tamu sampai ke depan rumahnya. Beliau adalah orang yang setiap siapapun yang berjumpa dengannya selalu merasa puas akan sikapnya yang penuh kemuliaan dan rendah hati. Tidak ada jalan bagi kesombongan untuk menjadi mulia. Kemuliaan, ketinggian hanyalah milik orang yang tawadhu.

Semoga Allah yang Maha Agung menjauhkan kita dari segala kesombongan yang amat hina dan memalukan. Tidak ada contoh kesombongan kecuali kesombongan yang dicontohkan oleh iblis yang akhirnya terkutuk. Oleh Firaun yang akhirnya terlaknat. Abu Jahal dan Abu Lahab yang akhirnya menjadi orang yang dihinakan dunia wal akhirat.

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin.

Duhai yang Maha Mendengar, ampuni jikalau selama ini kami termasuk amat sombong dalam pandangan-Mu. Ampuni jikalau kami sering menbesar-besarkan diri kami dan meremehkan keagungan-Mu. Ampuni jika kami sering mendustakan kebenaranMu. Ampuni jikalau kami meremehkan agama-Mu ya Allah. Ampuni jikalau Engkau saksikan kami enggan menerima nasehat.

Saudara-saudaraku, alangkah indahnya jikalau kita termasuk orang yang ditatap oleh Allah. Apa yang harus kita sombongkan pada diri kita? Mudah-mudahan kerendahan hati kita memacu amal kebajikan yang kita lakukan. Menjadi amal yang diterima oleh Allah dan memperkokoh kehidupan kita. Selamat menikmati hidup dengan rendah hati. ***

——————————————————————————–
Sumber: Melasayang.com disadur dari
Rangkuman Kajian Kitab Al-Hikam TRANS TV, tanggal 7 Ramadhan 1423 H/12 November 2002

June 22, 2005

ORANG-ORANG YANG DIKABULKAN DOANYA

Filed under: Syariah

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk bedoa,
padahal boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya
tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan.
Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
berdoa sebanyak mungkin
baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.

Di antara orang-orang yang doanya mustajab.

1.Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat yang Jauh
Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang
tidak di hadapannya,maka malaikat yang ditugaskan kepadanya
berkata :
“Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”. (Shahih Muslim, kitab
Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib).

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan
tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat
yang jauh,
jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam,
maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut.
Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri
sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut,
karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.
(Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49)

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata :
Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda’ di rumahnya,
tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda’ dan dia berkata :
Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini ? Saya menjawab : Ya.
Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada
dihadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang
ditugaskan kepadanya,
tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan
kepadanya mengucapkan : Amiin dan bagimu seperti yang
kau doakan”.

Shafwan berkata : “Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan
Abu Darda’,
beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari
Nabi.
(Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi
Dahril Ghaib 8/86-87)

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan
saudaranya
kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara
tersebut,
maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih
berbobot
dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum’ah serta berharap imbalan
sehingga lebih diterima oleh Allah. (Mir’atul Mafatih 7/349-350)

Catatan :
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-
Qafary bahwa ucapan doa seorang :
“Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin”
adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar
mungkin masuk Neraka
dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan,
bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah
mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka,
selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu
termasuk pengampunan secara keseluruhan.

Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam
dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin
yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman
laki-laki dan perempuan”. (Nuh : 28).

Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dalam
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan
sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab”. (Ibrahim :
41)

Serta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti
itu yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-
orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. (Muhammad : 19)

Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan
permohonan untuk setiap orang secara kolektif.
Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin
secara kolektif dilarang
bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian
dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. (Fathul Bari
11/202)

2. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya :Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan
susah,maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat
lapang”.
(Sunan At-Tirmidzi, kitab Da’awaat bab Da’watil Muslim mustajabah
12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam
Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693).

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah
hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat,
kecukupan dan selamat dari cobaan,
sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum
membidikkan panah.
Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah
sebelum datang bencana
berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon
(pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya
;
kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia
akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah)
untuk (menghilangkannya) sebelum itu”. (Az-Zumar :8).
Dan firman Allah :
“Artinya : Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami
dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri,tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya,
dia (kembali) melalui jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak
pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya”.(Yunus : 12. Mir’atul Mafatih 7/360).

3.Orang Yang Teraniaya
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab
tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk
mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda :
“Artinya : Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia
seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri
sendiri”.
(Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib
3/87 dan Haitsami dalam Majma’ Zawaid 10/151, dan
Imam ‘Ajluni No. 1302)

4 & 5.Doa Orang Tua Terhadap Anaknya dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang
teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap
anaknya”.
(Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan
At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.Sunan Ibnu
Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. ihasankan Al-
Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596)

6.Doa Orang Yang Sedang Puasa
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tiga doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap
anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir”.
(Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa’
3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No.
797).

7.Doa Orang Dalam Keadaan Terpaksa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdoa kepadanya,dan yang
menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai
khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang
lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)”. (An-Naml : 62)

Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa
manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal
terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya
dan upaya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa
adalah
orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa
yang dimaksud terpaksa adalah
orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit,
sehingga harus mengadu kepada Allah.
Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis
bukan istighraq (keseluruhan).
Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan
terpaksa tidak dikabulkan
dikarenakan adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa
tersebut.
Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang
dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan.
Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa
bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa
dan tidak meminta kepada selain-Nya.
Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun
dari orang kafir, sebagaimana firman Allah :

“Artinya : Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan
bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya
dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya,
datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap
penjuru menimpanya,
dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka
berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan
kepada-Nya semata-mata’.
(Mereka berkata) :’Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari
bahaya ini,pastilah kami termasuk orang-orang yang
bersyukur”. (Yunus : 22)

Dan Allah berfirman dalam ayat lain :
“Artinya : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat,
tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alla)”.
(Al-Ankabut : 65)

Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu
bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. (Fathul
Qadir 4/146-147)

Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu ‘Asakir mengisahkan
seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud
Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya.
Orang tersebut berkata :
“Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany,
pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk
melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya”,
Dia berkata : “Ambillah jalan ini karena lebih dekat”.
Saya bertanya : “Bolehkah saya memilih jalan ini”,
Dia berkata : “Bahkan jalan ini lebih dekat”.
Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada
suatu tempat yang angker
dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak
mayat.
Orang tersebut berkata : “Peganglah kepala kudamu, saya akan turun”.
Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok
bermaksud ingin membunuh saya,
lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku.
Saya katakan kepadanya : “Ambillah kudaku dan semua yang ada
padanya”.
Dia berkata : “Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu”.
Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya
tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat,
akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.
Saya berkata kepadanya : “Apakah anda mengizinkan saya untuk
shalat?”
Dia berkata : “Cepat shalatlah!”
Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar
sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Qur’an sedikitpun dan
hanya berdiri kebingungan.
Dia berkata : “cepat selesaikan shalatmu!”,
maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan
suatu ayat yang berbunyi.

“Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang
menghilangkan kesusahan”. (An-Naml : 62)

Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah
kami dengan menggemgam tombak di tangannya,
lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombakpun
mengenai jantungnya
lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar.
Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya
bertanya :
“Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?”
Dia mejawab : “Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan
permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa
tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka”.
Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam
keadaan selamat. (Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371)

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada
waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan
sempit.
Semoga ada manfaatnya buat menambah pengetahuan dan ke imanan kita
Aamiin yaa Rabbal`alamin.

Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan
Dalam berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih,
hal 174-180 terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc.
Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
— End forwarded message —

Sumber: Millist Muslim Blog

June 21, 2005

TIDAK MUDAH MARAH

Filed under: Syariah

SYARAH ARBA’IN AN NAWAWI
Judul Asli : Syarhul arba’iina Hadiitsan An Nawawiyah
Penulis : Ibnu Daqiqil ‘Ied
Terjemah : Muhammad Thalib (Media Hidayah Yogyakarta)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.

(HR. Bukhari)

Penjelasan :

Pengarang kitab Al Ifshah berkata : “Boleh jadi Nabi mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus kepadanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah”. Sabda beliau : “Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah”.

Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”

Tersebut pada Hadits lain : “Marah itu dari setan”.

Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard : “Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ dapat menghilangkan rasa marah”.

Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokkannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan “a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim” merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu,

==================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
==================================

Sumber : Darul Tauhid 2005






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here