Berbagai Macam Keluhan Kehamilan
Sembilan bulan, adalah masa yang tidak pendek dalam menjalani proses kehamilan. Ada saja gangguan yang mengiringi masa itu. Keluhan pada masa kehamilan tak pernah habis, terus saja muncul sesuai dengan masa pertumbuhan janin.
Beberapa keluhan tersebut biasanya dianggap wajar, sehingga tidak perlu penanganan khusus. Memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan, dapat meminimalisasi keluhan tersebut. Beberapa keluhan tersebut antara lain:
Mual dan Muntah-muntah
Mual dan muntah adalah gejala kehamilan. Mual ini biasanya mulai muncul sekitar minggu ke-enam kehamilan dan akan membaik pada akhir trimester I, atau sekitar 13 minggu. Banyak wanita mengalami mual, namun mual jarang menyebabkan masalah yang memerlukan perhatian medis. Jika mual akhirnya menyebabkan muntah-muntah hebat hingga kekurangan zat gizi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sampai saat ini pun belum ada obat yang khusus untuk mual. Dianjurkan makan dalam jumlah sedikit namun sering dan menghindari makanan yang berbau menyengat.
Mudah Lelah dan Letih
Mudah lelah dan letih ini juga sebagai gejala kehamilan. Gejala ini sangat umum diderita, namun dapat berlanjut selama kehamilan. Untuk itu, biasanya dokter akan memberi resep obat dan vitamin.
Merasa Kurang Sehat
Terkadang sejak awal kehamilan, Anda mengalami rasa kurang sehat. Perasaan ini muncul biasanya karena Anda masih khawatir tentang kehamilan yang Anda alami. Untuk itu, Anda perlu yakin bahwa kehamilan bukan suatu penyakit, maka nikmatilah. Istirahatlah dengan cukup. Dengan mengkonsumsi makanan yang bernilai gizi baik, rasa kurang sehat ini bisa Anda lawan.
Seri Berkemih
Pada awal kehamilan, Anda akan sering berkemih. Keadaan ini dapat berlanjut sepanjang masa kehamilan dan menjadi sangat mengganggu menjelang kelahiran. Apalagi ketika rahim membesar dan menekan kandung kemih Anda. Namun, ini sesuatu yang wajar. Jadi Anda tak perlu mengeluh.
Perdarahan.
Ada sebagian wanita mengalami perdarahan selama kehamilan. Biasanya terjadi pada trimester I. Ini terjadi saat implantasi, ketika seminggu setelah pembuahan, blatosit melekat pada rongga rahim (implantasi). Sel-sel yang tertanam dalam dinding rahim menyatu menjadi lapisan rahim. Walaupun membuat cemas, namun tidak semua wanita yang mengalami keguguran. Jika Anda mengalami perdarahan sgeralah menghubungi dokter.
Nyeri Ulu Hati
Ketidaknyamanan karena nyeri ulu hati (pirosis) merupakan salah satu keluban yang paling umum pada kehamilan. Keadaan ini dapat mulai terjadi pada awal kehamilan, tetapi umumnya menjadi lebih parah pada akhir kehamilan. Biasanya disebabkan karena aliran balik (refluks) dari sisi lambung dan usus ke dalam esofagus. Bagi sebagian besar wanita gejalanya tidak parah. Gejala membaik dengan makan dalam porsi kecil tetapi sering dan menghindari beberapa posisi, seperti membungkukan atau berbaring terlentang.
Anemia
Kelelahan saat hamil, bisa jadi karena gejala anemia atau kurangnya kadar haemoglobin dalam darah. Haerrwglobin ini memiliki kemampuan untuk mengikat oksigen di dalam darah. Akibatnya Anda akan sering pusing dan lemas. Pada umumnya dalam kehamilan terjadi anemia fisiologis (normal) akibat terjadinya pengenceran darah yang terjadi selama kehamilan. Maka sebaiknya Anda makan-makanan yang bergizi dengan baik dan jangan lupa memeriksakan kehamilan ke dokter secara rutin.
Sembelit
Kebiasaan buang air umumnya mengalami perubahan selama kehamilan. Sebagian besar wanita sering mengalami sembelit. Ini mencangkup peningkatan terjadinya wasir. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk membantu.menghindari masalah sembelit selama kehamilan. Tingkatkan asupan cairan, gerak badan juga bermanfaat. Hati-hati jika akan menggunakan obat pencahar.
Gusi berdarah
Gusi Anda mengalami perubahan selama masa kehamilan. Ini dipengaruhi oleh hormon kehamilan. Gusi akan menjadi peka dan mudah berdarah. Bersihkan gusi dengan bepang gigi dan sikat gigi secara teratur. Anda boleh memakai obat kumur dan gargle selama kehamilan. Jika terjadi infeksi dapat berbahaya bagi Anda dan bayi yang sedang dalam kandungan.
Masalah Hidung
Pada masa kehamilan, sering juga dialami hidung terasa penuh dan mimisan. Gejala ini diduga karena perubahan pada peredaran darah akibat perubahan hormon selama kehamilan. Keadaan ini dapat menyebabkan membran mukosa dari hidung dan saluran pernapasan membengkak dan mengeluarkan darah. Jangan mencoba memakai berbagai obat-obatan untuk mengatasi hal ini. Beberapa wanita megaku keadaan semakin membaik jika memakai pelumas ringan seperti jeli Petroleum.
Bangun Tidur Selalu Pusing
Ini sudah dianggap gejala umum. Pusing biasanya baru muncul pada trimester II, meskipun bisa juga timbul lebih cepat. Hal ini bisa disebabkan karena membesarnya rahim yang menyebabkan aorta dan vena cava tertekan. Pengobatannya adalah berdiri perlahan-lahan dari posisi duduk atau berbaring.
Perubahan Emosional
Gejolak emosi berubah-ubah, sangat khas pada tahan kehamilan. Ini terjadi karena perubahan hormon yang terjadi terus menerus selama masa kehamilan. Untuk itu, mintalah orang di sekitar Anda memahami hal ini.
Gatal
Gatal atau pruritus gravadarum adalah gejala yang umum Selama kehamilan. Tidak ada benjolan atau lesi pada kulit, hanya gatal saja. Ini biasanya terjadi pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Gatal dapat muncul pada setiap kehamilan dan bisa juga timbul jika Anda memakai kontrasepsi oral.
Sakit Punggung
Nyeri tersebut bisa muncul seiring dengan pertambahan berat badan Anda. Perubahan mobilitas dapat ikut berpengaruh pada perubahan postur Anda dan dapat menimbulkan rasa fidak enak di punggung bagian bawah. Ini umumnya terjadi pada akhir masa kehamilan. Nyeri pungung dapat diredakan dengan kompres panas, istirahat dan obat pereda sakit yang telah diresepkan dokter kandungan Anda. Untuk mengantisipasinya juga, perhatikan, diet dan kenaikan berat badan Anda.
Keputihan
Keputihan adalah keluarnya duh tubuh dan vagina. Keputihan dapat normal atau patologis (kelainan). Selama keputihan tidak berbau, tidak gatal, tidak berwarna, tidak banyak dan tidak disertai rasa panas atau perih, tidak perlu dikhawatirkan. Karena keputihan yang normal dapat saja terjadi selama kehamilan akibat pengaruh hormonal.
Tumit Kaki Bengkak
Kaki bengkak pada kehamilan dapat disebabkan oleh penekanan vena cava (pembuluh darah balik) akibat pembesaran rahim. Akibatnya arus balik darah dari kaki tertekan, sehingga terjadi pengeluaran cairan dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Asalkan tidak disertai dengan kenaikan tekanan darah, pembengkakan ini masih dianggap normal. Untuk itu Anda jangan duduk terlalu lama. Olah raga ringan akan membuat kaki dan tumit Anda lebih enak. (Anna F, Berbagai sumber)
Sumber: Tabloid Ibu & Anak
