Mom & Baby Room

August 12, 2005

Toilet Training

Filed under: Baby, Asih Asuh

Kapankah harus memulai toilet training.

Pertama-tama perlu digarisbawahi bahwa kami hanya berupaya mempersembahkan
informasi terkini mengenai pengasuhan dan pendidikan anak.
Informasi yang kami dapatkan bukanlah dari pendapat atau pun pengalaman pribadi,
melainkan sedapat mungkin kami ambil dari situs web dan buku yang dapat ditelusuri penulis aslinya
sehingga kami berharap -insyaa Allah- dapat dipertanggungjawabkan isinya.

Dari 2 jilid buku yang kami jadikan referensi, yaitu
Go!Go!トイレトレーニング-スムーズにおむつとサヨナラしようね!(Toilet Training, Mari ber-Sayonara dengan Popok), Juni 2003, Penerbit Shufu No Tomo
わたしの赤ちゃんトイレ・トレーニング百科 (Ensiklopedi Toilet Training Bayiku), 1994, Penerbit Shufu No Tomo
memang tertulis juga tentang kebiasaan lama orang tua Jepang melakukan latihan toilet sebelum usia 1 tahun.

Sedangkan Tracy Hogg dalam bukunya “Secrets of The Bab Whisperer For Toddlers” heran karena sering menjumpai anak-anak Amerika yang masih pakai popok di usia 3-4 tahun.

Di bagian akhir e-mail ini semoga menjadi tambahan masukan untuk pertanyaan kapan sebaiknya memulai latihan toilet?

Berikut rincian referensi dari internet.
Maaf jadinya panjang sekali ^ ^

1. Dari situs popok kertas Pampers. Silakan periksa di : http://us.pampers.com/en_US/content/type/101/contentId/2313.do

“Toilet Training Do’s and Don’ts (Hal-hal yang Sebaiknya Dilakukan dan yang Jangan Dilakukan)
Lakukan: Tunggu sampai anak Anda siap
Tidak ada usia yang tertentu untuk melatih toilet anak.
Walaupun anak-anak mulai menguasai sebagian besar kemampuan yang mereka butuhkan antara usia 18 dan 30 bulan,
toddler (bayi 1 tahun ke atas) Anda mungkin saja belum siap menguasai latihan toilet sampai akhir usia 4 tahun.
Semakin siap anak Anda ketika Anda memulainya (catatan: bukan semakin awal) maka semakin cepat latihan selesai.

Anak Anda mungkin telah siap jika ia:
Dapat meniru tingkah laku Anda, termasuk kebiasaan Anda di kamar mandid an memakai celana dalam
Telah mulai meletakkan barang-barang di tempatnya dan tertarik merapikan dunia di sekitarnya
Menunjukkan kemandirian dengan menunjukkan tanda ingin mengendalikan dirinya sendiri dibandingkan dikendalikan (misalnya dengan mengatakan: ‘tidak’)
Dapat menunjukkan minat pada latihan toilet dan suka mengikuti Anda ke kamar mandi
Aktivitas lambung (buang air)nya dapat diperkirakan
Dapat menarik/turunkan celananya.
dan seterusnya…
Artikel ini ditulis oleh T. Berry Burazelton (doktor ilmu kedokteran), Ann C. Studdler (doktor ilmu keperawatan), dicantumkan dengan huruf katakana di:
http://jp.pampers.com/ja_JP/content.do?type=101&contentId=2313&currentid=ar1012313
Harap maklum kalau salah eja.

2. Mengenai penjelasan singkat dari segi fisik anak, dalam bahasa Jepang dapat dibaca di: http://www.unicharm.co.jp/trepanman/omutsuhazure2.html

“Tentunya Anda tahu bahwa air kencing dibuat di ginjal.
Air kencing yang dibuat di ginjal itu, lalu dikumpulkan dalam kandung kemih, jika penuh, kandung kemih akan mengkerut dan mengeluarkannya.
Selama bayi baru lahir, kandung kemihnya sangat kecil, sehingga air kencing yang ditampung segera dikeluarkan ‘tanpa sadar.’
Jadi air kencing keluar sebagai ‘gerakan reflek’. tetapi, kencing tidak keluar dengan hanya penyusutan kandung kemih saja.
Sebenarnya, jika kandung kemih menjadi penuh, datang pengumuman pada otak, sehingga otak mengeluarkan perintah ‘mari kencing=mari menyusutkan kandung kemih.’
Bersamaan dengan pertumbuhan badan, sensasi bahwa kandung kemih sudah penuh menjadi dapat dirasakan.
Jika anak tumbuh, kerja otak semakin berkembang, sehingga walaupun kandung kemihnya penuh, ia akan dapat mengontrol kerja kandung kemih
yaitu menahan pipis sampai di toilet.
Jadi, sebelum lepas dari popok, anak perlu bisa menahan pipis.”

Penulisan artikel ini diawasi oleh Gono Koono, doktor ilmu kedokteran yang sudah banyak menerbitkan buku pengasuhan anak.
Silakan lihat profilnya di http://www.unicharm.co.jp/trepanman/kanshu.html.

3. Mengenai tujuan dari latihan toilet, dapat dibaca di: http://pigeon.info/kosodate/shukan/toire.htm

“Tujuan akhir dari latihan toilet, yaitu anak mengerti sensasi keluarnya pipis dan kotoran, dapat pergi ke toilet dan menahan buang air sampai membuka celana dalam.
Tetapi, meskipun latihan dimulai dini, tidak berarti dapat cepat terbebas dari popok. Untuk sampai ke sana, erat kaitannya dengan sistem syaraf, perkembangan fungsi pembuangan bayi.

Sekitar usia 1 tahun, anak dapat mengerti sensasi penuhnya kandung kemih, tetapi sistem syarafnya belum berkembang atau belum bisa menahan buang air secara sadar.
Saat usia 1,5 tahun, jarak pipisnya jadi sekitar 2 jam, ia semakin memahami kata-kata orang, sehingga persyaratan untuk mengajarkan bahwa ‘pipis harus di toilet’ telah terpenuhi.
Jika sampai usia ini, boleh memulai latihan sedikit demi sedikit.’”

Di situs yang sama di bagian Tanya Jawab yaitu :http://pigeon.info/kosodate/q_a/36.htm
“Tanya: Kapan memulai melepaskan popok/latihan toilet?
Jawab: Lewat usia 1 tahun, ketika anak dapat berjalan, ia mulai mengerti sensasi keluarnya pipis, dan menunjukkannya misalnya dengan menekan-nekan bagian depan popok. Jika kondisi ini terlihat, sudah boleh memulai. Tetapi, pada masa ini, kandung kemih masih berukuran kecil sehingga anak belum bisa menahan pipis. Lewat usia 1.5 tahun, kandung kemih menjadi besar, sehingga dapat menampung air kencing, dan sedikit demi sedikit anak mampu menahan keluarnya kencing.
Setelah mengalami proses menahan kencing dan rasa lega ketika mengeluarkannya di toilet, anak akhirnya mengerti hubungan sebab akibat bahwa ‘kalau ingin pipis harus pergi ke toilet’”

Tim dokter yang menyusun isi situs tersebut dapat dilihat di: http://pigeon.info/soudan/index.cgi

4. Pertanyaan dan jawaban apakah lebih baik memulai latihan toilet lebih cepat ada di: http://www.kao.co.jp/merries/babycare/qa/06/a01.html

“Tanya: Jika bayi sudah bisa duduk sendiri, apakah ia akan lebih cepat lulus dari popoknya jika didudukkan di toilet? (Hiroshi-Mama, 5 bulan)
Tanya: Di katalog peralatan toilet untuk bayi, ditulis bahwa latihan toilet dimulai sejak 6 bulan. Anak saya belum bisa duduk. Kapan harus memulai latihan? Saya khawatir terlambat. (Sakura-Mama, 6 bulan)

Jawaban:

… Meskipun memulai sejak dini sekali, tidak berarti anak akan cepat lulus dari popok. Kemampuan anak untuk duduk sama sekali tidak ada hubungannya dengan harus dimulainya latihan toilet. Umumnya anak bisa duduk usia 6-7 bulan, tetapi meskipun anak didudukkan di toilet pada masa itu, hampir tidak ada artinya. @
@Kenapa demikian? Karena, agar anak lepas dari popok, sebelum ia terbiasa dengan toilet, anak harus memenuhi beberapa persyaratan. Yaitu:

1. dapat menampung kencing dalam kandung kemih
2. dapat mengetahui/merasakan sensasi keluarnya pipis
3. dapat merasakan sensasi kotoran atau pipis sudah akan keluar

Pengasuh ruang tanya jawab situs tersebut adalah Kazue Kawakami, doktor ilmu kedokteran. Profilnya ada di: http://www.kao.co.jp/merries/babycare/qa/profile.html

5. Di situs surat kabar Yomiuri yaitu http://www.yomiuri.co.jp/komachi/baby/ba451001.htm juga tertulis pendapat pakar yang isinya kurang lebih sama dengan situs-situs di atas.

Sumber: Millist Fahima

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://achiza.blogsome.com/2005/08/12/toilet-training/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here