Mom & Baby Room

June 24, 2005

Mengapa Anakku Tidak Bicara?

Filed under: Asih Asuh

Mengapa Anakku Tidak Bicara?
Kemampuan bicara tumbuh dan berkembang berbeda-beda tergantung pada masing-masing anak.
Walaupun demikian, ibu tentulah khawatir jika anak tidak kunjung bicara seperti kawan-kawan sebayanya.
Jika ibu sudah memeriksakan anak ke dokter dan dinyatakan tidak ada masalah pada indra pendengarnya,
barangkali ada kesalahan pada cara ibu berinteraksi dengannya.
Berikut ini lima kesalahan ibu -baik disadari atau tidak - yang menghambat kemampuan bicara anak.

1. Ibu malas mengajak anak bercakap-cakap.

Jika ibu telaten mengajak anak bercakap-cakap, pada saatnya anak pasti bisa bicara.
Jadi jangan malas-malas berbicara dengan anak.
Ibu mungkin berpikir anak tidak paham, tetapi sebenarnya anak mengerti lebih banyak lho dari yang ibu sangka.
Bicaralah apa saja seolah sedang bercakap-cakap dengan teman.
Apa saja yang terlintas di pikiran ibu saat itu.
Tanyakan pada anak apakah makanannya enak, apakah ia siap mandi,
apakah ia mau ikut pergi ke supermarket.
Tunggulah reaksinya.
Anak mungkin menanggapi, mungkin juga tidak.
Tetapi percayalah, dia mengerti.
Terjemahkanlah perasaan anak dengan kata-kata Ibu sendiri.
‘Oh ya, enak ya.’ ‘Kamu suka ya mandi.’ ‘Senang ya jalan-jalan.’
Ibu jadi punya teman ngobrol di rumah bukan?
Jika Ibu harus beraktivitas di luar rumah dan terpaksa menitipkan anak kepada orang lain, pastikan bahwa pengasuh tersebut banyak bercakap-cakap dengan anak. Jika ibu menemukan pengasuh tidak banyak bicara pada anak, cari orang lain.

2. Ibu sering membiarkan anak menonton TV sendirian.

Memang lebih enak ya membiarkan anak melongo sendirian menonton acara NHK yang ditargetkan untuk anak di bawah 3 tahun.
Sementara anak tenang, ibu bisa melakukan apa saja.
Tetapi bukan tanpa alasan acara anak-anak tersebut dijuduli Okaasan to Issho (Bersama Ibu).
Penelitian dari Perkumpulan Dokter Anak Jepang membuktikan bahwa anak yang ‘ditelantarkan’ ibu di depan TV pasti terlambat bicara.
Berbagai dampak buruk TV dan TV-game terhadap perkembangan otak anak juga sering diperkenalkan.
Walaupun demikian, rasanya tidak mungkin hidup tanpa TV di zaman sekarang. Lalu bagaimana dong cara memperlihatkan TV?
Dampingi anak dan ajaklah dia bicara tentang acara TV tersebut.
Perhatikan baik-baik. Bukankah ia selalu menoleh untuk menatap wajah Ibu?
Juga matikan TV pada waktu makan.
Waktu makan merupakan kesempatan berharga bagi ibu untuk mengajak anak bercakap-cakap.
Mudah-mudahan ibu tidak tergoda untuk mengomeli anak ketika ia makan ya.
Nanti ia jadi rendah diri dan malas bicara.

3. Ibu selalu berbicara dengan suara keras dan nada membentak.

Anak-anak sangat halus dan peka perasaannya.
Anak-anak senantiasa membaca perasaan ibu.
Jika ibu selalu senyum dan tampak bahagia, insyaa Allah anak bisa tumbuh jiwa raganya secara sehat.
Sebaliknya jika ibu selalu galak dan marah-marah,
anak akan senantiasa takut bertindak, kalau-kalau ia akan membuat ibu marah.
Anak jadi murung dan tidak mau bicara, terutama pada ibu.
Ketika ia menerima santapan sehari-hari, yaitu kemarahan ibu,
mungkin ia menunduk dan menangis saja, tanpa bicara sepatah kata pun.
Ibu, berhentilah bicara “Ayo yang cepat sarapan!” “Ayo cepat pakai bajunya!” “Lambat amat sih kamu!” “Buruan! Kamu telat nanti!”
Jangan marahi anak jika ia tidak bisa, tetapi berilah contoh supaya ia bisa.
Sabarlah. Sabarlah. Sabarlah.
Banyaklah tersenyum padanya.
Lihatlah perubahan pada diri anak.
Jika ibu pandai menahan diri, anak yang semula penakut dan pendiam akan ceria dan berani berbicara.

4. Ibu mencela ketika anak tidak pandai mengucapkan sesuatu.

“Salah. Bukan begitu.” “Ngomong yang jelas dong.”
Jika ibu banyak mencela anak ketika ia tidak jelas mengucapkan sesuatu,
ia kehilangan semangat untuk bicara.
Bagaimana jika anak kurang pandai mengucapkan sesuatu?
Ulangi saja kata-katanya seperti burung beo, tentu saja dengan ucapan yang benar.
Usahakan agar ia sering mendengar pengucapan yang jelas.
karena sebenarnya ia sedang menyimpan memori dalam gudang kata-katanya.
Tentu saja ia tidak sengaja menjadi cadel atau salah bicara,
karena struktur fisiknya -gigi, mulut- sendiri belum sempurna.
Lambat laun anak pasti bicara, jika ibu menyemangati untuk bicara dengan banyak memujinya.

5. Ibu tidak memberikan kesempatan untuk bicara.

Mungkin ibu sibuk, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga tidak sempat menunggu jawaban anak.
Berhentilah ‘nyerocos’ sendirian tanpa memperhatikan reaksinya.

Setiap kali bertanya, tatap wajahnya dan tunggu jawaban (beri waktu kurang lebih 15 detik).
.Dorong anak untuk bicara lebih banyak dalam percakapan yang riang dan menyenangkan.

Ibu adalah orang terdekat yang paling pandai menerka kemauan anak.
Sehingga anak tinggal bilang ‘itu’ saja, ibu sudah tahu anaknya ingin makan kue.
Jika Ibu menilai bahwa anak sebenarnya sudah mampu bicara lebih banyak,
cobalah mengatakan padanya ‘Kalau adik cuma bilang itu, Ibu tidak mengerti.’
Anak mungkin akan menjawab, ‘Minta kue.’
Tanggapi ia dengan berkata, ‘Rupanya adik lapar ya.’
Lain kali ia akan bisa mengatakan, ‘Minta kue. Adik lapar.’

Kadang, anak lebih tua atau kakaknya mampu dan terbiasa menerjemahkan kata-kata adik yang kurang jelas.
Mintalah kakak untuk menahan diri karena adik jadi tidak bisa berlatih bicara untuk dirinya sendiri.
Dengan kata lain, upayakan kondisi di mana anak mempunyai kesempatan dan kebutuhan untuk berkomunikasi.

Tentu saja kelima kondisi di atas berlaku pula untuk semua anggota keluarga yang berinteraksi dengan anak. Ayah yang bersemangat untuk mendisiplinkan anak sejak dini pun namun dengan cara yang keliru -membentak-bentak, memukul-, juga bisa menimbulkan masalah perkembangan bahasa anak. Misalnya ia pendiam jika di depan ayah yang keras, tetapi mendadak tidak bisa berhenti mengoceh ketika ayah tidak ada.

Mari waspada terhadap cara kita berkomunikasi dengan anak-anak. Cara kita berinteraksi setiap hari menentukan perkembangan jiwa dan mentalnya. Seperti kita ketahui, kemampuan berbicara sangat menentukan dalam petualangan anak menjelajahi dunia di luar lingkungan rumahnya. Mari persiapkan anak sebaik mungkin dengan orientasi mendukung kemandirian dan rasa percaya dirinya. ***

Sumber : Millist Fahima

Hal-hal yang menakjubkan pada ANAK LAKI-LAKI:

Filed under: Asih Asuh

1. Hal paling sukar pada anak laki-laki adalah duduk diam.
2. Makanan apapun yang tidak disukai anak laki-laki, tidak akan pernah
dicobanya untuk kedua kali.
3. Anak laki-laki anda mungkin tidak mau mencangkul kebun anda tapi ia akan
mencangkul kebun tetangga bahkan tanpa diminta.
4. Setelah anak laki-laki membersihkan kamar tidurnya, dia tidak mau masuk
kesana lagi selama mungkin karena kamar itu sudah tidak nyaman lagi baginya.
5. Tidak ada yang dapat menjelaskan hubungan istimewa antara anak laki-laki
dengan sebuah bola.
6. Anak laki-laki bisa bermain sepanjang hari, setiap hari, dalam cuaca
apapun dan baru letih setelah anda menyuruhnya berhenti.
7. Musuh terbesar bagi anak laki-laki adalah kebosanan.
8. Anak laki-laki bisa bersahabat lama sekali bahkan dengan teman
berkelahinya.
9. Tidak ada tantangan yang lebih besar seperti pergi ke sekolah bagi anak
laki-laki yang tidak ingin pergi dan tidak ada yang lebih berani daripada
guru yang ingin merubah pikirannya.
10. Anak laki-laki bisa memikirkan sangat banyak hal yang lebih penting
untuk dikerjakan daripada pekerjaan rumahnya.
11. Anak laki-laki mengangap hal yang terbaik dari uang adalah bunyi
gemerincingnya di dalam kantung.
12. Perlu waktu lama untuk membuat anak laki-laki marah dan hanya beberapa
detik untuk melupakannya.
13. Tidak ada yang lebih kesepian daripada anak laki-laki yang sahabatnya
pindah ke kota lain.
14. Anak laki-laki harus tahu bagaimana cara kerja sesuatu dan satu satunya
cara mencari tahu adalah membongkarnya.
15. Anak laki-laki senang cerita horor dan semua rincian seramnya.Mereka
merasa berani kalau anda takut.
16. Anak laki-laki berkata “Nanti” ketika anda menyuruhnya melakukan sesuatu
yang mereka tidak ingin lakukan. Mereka juga berkata “Nanti” bahkan ketika
mereka tidak berniat mengerjakannya.
17. “Mengapa ?” adalah kesayangan anak laki-laki, begitu anda menjawab, ia
akan bertanya lagi.
18. Anak laki-laki merasa kecil ketika sedang sakit dan merasa besar ketika
anda sakit.
19. Anak laki-laki membuka hadiah mereka perlahan-lahan karena mereka takut
tidak suka isinya dan tidak tahu harus berkata apa.
20. Kecuali anda sangat tangkas, semua photo anak laki-laki memperlihatkan
dia sedang menjulurkan lidah atau menjulingkan matanya.
21. Jangan buang koleksi berharga anak laki-laki anda seperti paku
bengkok, kunci yang tidak membuka apa-apa dan lain lain.
22. Anak laki-laki lebih suka mobil, monster, mobil, serangga, mobil, motor
dan mobil.
23. Tidak ada pujian yang paling manis daripada seorang anak laki-laki
melakukan sesuatu persis seperti cara anda.
24. Kalau anda selalu menuruti keinginan seorang anak laki-laki, anda
mencoba menciptakan seorang monster.
25. Anak laki-laki senang simpul, mereka mengikat segala sesuatu kecuali
tali sepatu mereka.
26. Anak laki-laki akan meniup semua lilin ulang tahunnya dengan satu nafas
walaupun harus kehabisan nafas.
27. Anak laki-laki bisa mentertawakan apa saja kecuali dirinya sendiri.
28. Anak laki-laki perlu tahu anda selalu menjaga mereka tapi mereka tidak
mau anda mengatakannya.
29. Anak laki-laki mungkin tahu perbedaan antara salah dan benar tapi
kadang kadang mereka terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan.
30. Kepercayaan seorang anak laki-laki adalah kehormatan terbesar yang bisa
dia berikan pada anda.
31. Seorang anak laki-laki mempunyai cara sendiri untuk mengatakan dia
sayang pada anda.
32. Sukar memarahi anak laki-laki yang meringis lebar kepada anda.

Sumber: Millist Funky Mom






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here