Mom & Baby Room

June 22, 2005

Mempelajari Tangisan Bayi

Filed under: Asih Asuh

Setiap kali seorang bayi menangis, pasti si ibu akan
menyorongkan payudaranya atau membopongnya.
Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil
masih saja menangis, barulah si ibu bingung.

Nah, coba saja si ibu tahu arti tangisan itu, kan tak
perlu bingung?

Tapi, bagaimana tahu arti tangisan bayi?

Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang
dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan
keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran,
bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini.

Dalam buku Your Child’s Body Language, Dr. Richard
Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai
arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan
pesan tersendiri untuk ayah ibunya.

Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara
mengatasinya.

Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya
biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya.
Mengatasinya, susui dia hingga kenyang.
Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?

Tangisan Popokku Kotor:
Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan pengumumam popokku kotor biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya.
Mengatasinya, segera periksa popoknya. Ia barangkali
memerlukan popok yang baru.

Tangisan Badanku Sakiiit:
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi.
Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya
kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang.
Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya.
Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian
tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa
sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan Aku Bosan:
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan
jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan
satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk
mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan.
Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia
mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa
ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta
wajahnya.
Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan
sampai akhirnya ia jatuh tertidur.

Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada
di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan
terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah.
Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak
sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.

Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Dan, kini sudah tahu rahasianya, kan? Jadi, jangan langsung nyorongkan payudara lagi, ya? (ia/cbn/CN02)
(sumber: CyberNews Suara Merdeka)

Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat

Filed under: Asih Asuh

Oleh: Dr. Andyda Meliala

Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.

Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.

Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?

Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya?

Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.

Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.

9 Jenis Kecerdasan
Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya):

Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta

Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.

Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.

Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.

Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Sumber: balita cerdas.com

GAMBARAN UMUM MASA-MASA PENTING PERTUMBUHAN ANAK DAN KIAT-KIATNYA

Filed under: Asih Asuh

Oleh Emmy Soekresno, S.Pd.

Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orangtualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Saat si kecil tumbuh dan berkembang, ia begitu lincah dan memikat. Anda begitu mencintai dan bangga kepadanya. Namun mungkin banyak dari kita para orangtua yang belum menyadari bahwa sesungguhnya dalam diri si kecil terjadi perkembangan potensi yang kelak akan berharga sebagai sumber daya manusia.

Dalam lima tahun pertama yang disebut ‘The Golden Years’ , seorang anak mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. Pada usia ini 90% dari fisik otak anak sudah terbentuk. Karena itu, di masa-masa inilah anak-anak seyogyanya mulai diarahkan. Karena saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua kali, sebagai orang tua yang proaktif kita harus memperhatikan benar hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan sang buah hati, amanah Allah.

Urgensi mendidik anak sejak dini juga banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits antara lain :

1. Terjemahan QS. At Tahrim (66) ayat 6

“Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang…”

Memelihara, menurut sayyidina Ali: didik dan ajarilah, sedangkan menurut sayyidina Umar: melarang mereka dari apa yang dilarang Allah dan memerintahkan mereka apayang diperintahkan Allah.

2. Terjemahan Al Hadits

“Setiap yang dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi”.

Hadits: seorang bayi mengencingi Rasulullah.

Di dalam buku “Pendidikan Anak Dalam Islam” karangan Abdullah Nashih Ulwan disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan tentang 7 (tujuh) segi dalam mendidik anak, yaitu :

1. Segi Keimanan

- menanamkan prinsip ketauhidan, mengokohkan fondasiiman ;

- mencari teman yang baik ;

- memperhatikan kegiatan anak.

2. Segi Moral

- kejujuran, tidak munafik ;

- menjaga lisan dan berakhlak mulia

3. Segi Mental dan Intelektual

- mempelajari fardhu ‘ain dan fardhu kifayah ;

- mempelajari sejarah Islam ;

- menyenangi bacaan bermutu yang dapat meningkatkan kualitas diri ;

- menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal

4. Segi Jasmani

- diberi nafkah wajib, kebutuhan dasar anak seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, pakaian danpendidikan ;

- latihan jasmani, berolahraga, menunggang kuda, berenang, memanah, dll ;

- menghindarkan dari kebiasaan yang merusak jasmani

5. Segi Psikologis

- gejala malu, takut, minder, manja, egois dan pemarah

6. Segi Sosial

- menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhak dalam kehidupan ;

- etika sosial anak

7. Segi Spiritual

- Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraan, melihat setiap gerak-geriknya dan mengetahui apa yang dirahasiakan ;

- memperhatikan khusu’, taqwa dan ibadah

Jika begitu banyak yang harus kita ajarkan pada anak, kapan waktu terbaik untuk memulai pendidikan kepadabuah hati ?

Simaklah beberapa hasil penelitian baru berikut ini :

1. Fakta tentang otak :

a. Saat lahir, bayi punya 100 miliar sel otak yang belum tersambung. Pada usia 0-3 tahun terdapat 1000 triliun koneksi (sambungan antarsel). Pada saat inilah anak-anak bisa mulai diperkenalkan berbagai hal dengan cara mengulang-ulang :

- memperdengarkan bacaan Al Qur’ an ;

- Bahasa Asing seperti bahasa Inggris ;

- memperkenalkan nama-nama benda dengan cara bermaindan menunjukkan gambar ;

- memperkenalkan warna dengan menunjukkan kepadanya dalam bentuk benda yang dia kenal, warna-warna cerah di kamarnya dan gambar ;

- memperkenalkan aroma buah melalui buku ;

- membacakan cerita atau dongeng

Pada usia 6 tahun, koneksi yang terus diulang (mengalami pengulangan - pengulangan) akan menjadi permanen. Sedangkan koneksi yang tidak digunakan akan

dipangkas alias dibuang. Oleh karenanya, usia sebelum 6 tahun adalah saat yang tepat untuk mengoptimalkan daya serap otak anak agar tidak terpangkas percuma.

b. Otak yang belum matang rentan terhadap trauma, baik terhadap ucapan yang keras maupun tindakan yang menyakitkan. Susunan otak terbentuk dari pengalaman. Jika pengalaman anak takut dan stress, maka respons otak terhadap dua hal itulah yang akan menjadi arsitek otak sehingga dapat merubah struktur fisik otak. Itulah mengapa kita harus menghindarkan diri dari memarahi anak atau memukulnya. Jika anak kita melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak sopan, sebaiknyalah kita mulai mengajarkannya mana yang betul dan sopan santun dengan cara yang arif serta penuh kesabaran. Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah saw. bersikap sangat penuh kasih sayang terhadap anak-anak.

c. Otak terdiri dari dua belahan yaitu kanan dan kiri yang memiliki fungsi yang berbeda namun saling mendukung.

- Pekerjaan otak kiri berhubungan dengan fungsi verbal, temporal, logis, analitis, rasional serta kegiatan berpola.

- Pekerjaan otak kanan berhubungan dengan fungsi kreatif dan kemampuan bekerja dengan gambaran (visual) dan berfikir intuitif, abstrak dan non-verbal serta kemampuan taktil/motorik halus pada tangan, termasuk pembentukan akhlak dan moral.

Sistem pendidikan kita maupun ilmu pengetahuan pada umumnya cenderung kurang memperhatikan kepandaian yang tak terucapkan. Jadi, masyarakat modern cenderung menganaktirikan belahan otak kanan.

Menurut Bob Eberle, seorang ahli pendidikan, “prestasi pikiran manusia memerlukan kerja yang terpadu antara belahan kiri dan otak kanan”. Kalau tujuan kita adalah mengembangkan pribadi yang sehat dan jika kita ingin menumbuhkan kreativitas secara penuh, maka diperlukan pengajaran untuk menuju keseimbangan antara fungsi kedua belahan otak itu.

2. Fakta tentang stress

a. Anak yang mengalami stress pada usia kritis 0-3 tahun akan menjadi anak yang hiperaktif, cemas danbertingkah laku seenaknya.

b. Anak dari lingkungan stress tinggi mengalami kesulitan konsentrasi dan kendali diri.

c. Cara orang tua berinteraksi dengan anak di awal kehidupan akan membuat dampak pada perkembangan emosional, kemampuan belajar dan bagaimana berfungsi di kehidupan yang akan datang.

3. Ciri-ciri anak pada milenium kedua :

- mampu berpikir cepat ;

- mampu beradaptasi dengan cepat dan benar ;

- memiliki keimanan kuat sebagai filter ;

- menguasai bahasa dunia ;

- mampu menyelesaikan masalah dengan cepat ;

- orang tua mempunyai 7 kebiasaan efektif.

Dilihat dari berbagai hasil penelitian di atas dapat diperoleh gambaran tentang waktu terbaik dalam memulai mendidik anak yaitu sedini mungkin. Juga bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi anak agar otaknya tidak mengalami trauma, serta dapat lebih meyakinkan kita lagi sebagai orang tua untuk terus menerus menambah ilmu agar dapat membantu anak mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.

Satu pesan sederhana dalam mendidik anak, yang mungkin belum kita sadari sepenuhnya. Betapa banyak yang dapat kita ajarkan kepada anak kita tiap hari, hanya dengan berada di dekatnya. Dengan mengasuh, bermain dan bercakap-cakap dengan bayi kita yang mungil, kita bisa menjadi guru pertama bagi si kecil. Jangan lupa anak tumbuh dan berkembang sangat pesat, pakailah prinsip ‘ it’s now or never ‘ (kalau tidak sekarang berarti tidak sama sekali) dalam mendidik anak.

Wallahu a’lam bi showwab.
Ya Allah berikanlah berkat dan kemampuan kepada kami untuk mendidik, merawat dan mengasuh anak-anak kami. Amiin.

 

Disampaikan pada

SEMINAR HARI ANAK NASIONAL
Jumat 28 Juli 2000
Auditorium Gedung B Lantai 2, Departemen Keuangan.
Jalan DR. Wahidin, Jakarta Pusat.

Memberikan Rangsangan Kemajuan Pada Anak

Filed under: Asih Asuh

Dengan adanya kata-kata pertama, langkah-langkah pertama yang dapat dilakukan oleh anak, maka permainan belajar akan lebih menyenangkan. Beri kesempatan pada anak anda untuk menjelajahi dan belajar tenang dunia dan kemajuannya, dan bentuklah kemajuan fisik, sosial, intelektual dan emosionalnya dengan melakukan beberapa hal berikut :

Bahan-bahan untuk mengembangkan kreatifitas (Creative materials)
Mengambil dan meletakkan mainan (Putting and taking toys)
Memilih bentuk (Shape sorters)
Mainan untuk melatih ketrampilan tangan (Dexterity toys)
Mainan untuk di kamar mandi (Bath toys for water play)
Permainan mengikuti pemimpin (Follow the leader play)
Buku, majalah, dan segala sesuatu yang bergambar (Books, magazines, anything with pictures)
Bahan untuk bermain pura-pura (Materials for pretend play)
Tempat yang aman untuk belajar memanjat (Space safe for supervised climbing)
Lingkungan yang bervariasi (A varied environment)
Pujian (Applause)

Bahan-bahan untuk mengembangkan kreatifitas

Mencoret-coret dengan crayon adalah kegiatan yang sangat memuaskan bagi banyak anak. Rekatkan kertas pada alas meja, lantai, atau alas lainnya agar kertas tidak menggeser ketika dicoreti, dan singkirkan crayon segera setelah crayon disalah-gunakan untuk mencoret bagian yang tidak boleh dicoret atau jika bayi memasukkan crayon ke dalam mulutnya, hal ini akan membantu mereka untuk menggunakannya dengan benar. Jangan biarkan mereka menggunakan pensil dan pena, kecuali di bawah pengawasan yang ketat, karena ujung yang tajam dapat membahayakan. Melukis dengan menggunakan jari dapat menyenangkan bagi beberapa anak, tetapi ada juga anak yang merasa tidak senang dengan tangan yang ‘terkotori’ cat. Meskipun cuci tangan dapat menunjukkan pada anak bahwa kotor tersebut hanya bersifat sementara, beberapa anak tetap tidak mau menggunakan bahan tersebut. Mainan yang bermusik juga dapat menyenangkan. Bayi juga dapat belajar meningkatkan kemampuan musiknya, misalnya dengan memukulkan sendok kayu atau logam pada panci, jika anda memberi contoh terlebih dulu.

Mengambil dan meletakkan mainan

Bayi umumnya senang sekali mengeluarkan dan memasukkan mainan. Meskipun ketrampilan mengeluarkan barang akan terjadi lebih dulu daripada memasukkannya. Anda dapat membeli mainan khusus yang dapat dikeluarkan dan dimasukkan, tetapi anda juga dapat menggunakan kotak bekas yang kosong, sendok kayu, cangkir plastik atau kertas, dan lap. Isi sebuah keranjang dengan berbagai benda kecil (tetapi tidak terlalu kecil sehingga dapat masuk ke mulut bayi dan membuat bayi tersedak). Bersiaplah bahwa pada mulanya anda sendiri yang harus sering memasukkan kembali benda-benda tersebut, sampai bayi sudah lebih mahir. Anda juga dapat menggunakan pasir dan air untuk latihan menuang - bayi biasanya menyukai kedua bahan ini, tetapi diperlukan pengawasan yang ketat.

 

Memilih bentuk

Biasanya lama sebelum bayi dapat mengatakan lingkaran, segiempat atau segitiga, mereka sudah belajar mengenal bentuk-bentuk ini dan dapat meletakkan mereka ke tempat/lubang yang tepat pada mainan pemilihan bentuk. Mainan jenis ini juga melatih ketrampilan tangan, dan warna. Tetapi, perlu disadari bahwa bayi perlu banyak diajari dan diberi contoh sebelum ia dapat menguasai mainan pemilihan bentuk ini.

Mainan untuk melatih ketrampilan tangan

Mainan yang perlu diputar, ditekan, ditarik, didorong, akan membantu anak untuk menggunakan tangannya dalam berbagai cara. Orangtua perlu menunjukkan terlebih dulu sebelum anak dapat menangani mainan ini, tetapi sekali anak sudah dapat menguasainya, maka mainan jenis ini dapat mengasyikkan anak selama berjam-jam.

Mainan untuk di kamar mandi

Mainan ini mengajari banyak konsep dan membuat gembira dalam bermain air tanpa harus membasahi seluruh lantai atau meja-kursi. Bak mandi juga merupakan tempat yang baik untuk bermain gelembung, tetapi untuk sementara anda sendirilah yang harus membuatkan gelembung-gelembung ini.

Permainan mengikuti pemimpin

Ayah mulai bertepuk tangan, ibu mengikuti. Dan bayi diajak untuk mengikuti. Ibu melipat tangan, ayah juga mengikuti. Tidak lama kemudian, bayi akan mengikuti si pemimpin tanpa harus dipaksa dan akhirnya justru akan sanggup untuk memimpin permainan.

Buku, majalah, dan segala sesuatu yang bergambar

Anda tentu tidak dapat menghadirkan kuda, gajah dan singa hidup di ruang keluarga anda, tetapi anda dapat menghadirkan mereka semua melalui buku atau majalah. Baca dan lihatlah buku bersama bayi anda beberapa kali sehari. Setiap kali mungkin hanya sebentar saja, mungkin tidak lebih dari beberapa minit, karena kemampuan pemusatan perhatian anak anda masih singkat, tetapi hal ini akan membangun kegemarannya untuk membaca kelak.

Bahan untuk bermain pura-pura

Mainan piring, peralatan dapur, makanan, rumah, truk dan mobil, topi, sepatu, bantalan kursi, hampir segala sesuatu dapat secara ajaib diubah dalam imajinasi anak menjadi dunia menurut khayalnya. Permainan seperti ini dapat mengembangkan kemampuan sosialnya, juga koordinasi otot motorik kecilnya (melepas dan mengenakan baju, mengocok telur atau memasak sop), kreatifitas dan imajinasinya.

Tempat yang aman untuk belajar memanjat

Bayi biasanya sangat senang menaiki tangga loteng rumah (jika anda tidak dapat mengawasinya, maka mutlak diperlukan pagar pengaman), menaik tangga luncuran (tetaplah berada di belakangnya), menaiki kursi atau tempat tidur. Biarkan mereka melakukannya, tetapi berdirilah di dekatnya dan selalu siap untuk menyelamatkan jika diperlukan.

Lingkungan yang bervariasi

Bayi yang tidak pernah melihat apapun kecuali suasana di dalam rumahnya, interior mobilnya atau toko yang sama, akan menjadi bayi yang sangat bosan. Ada dunia luas yang menakjubkan di luar pintu rumah, dan bayi anda harus melihatnya setiap hari. Bahkan pergi keluar pada saat hujan, dapat merupakan pengalaman belajar. Ajak bayi berkeliling taman bermain dan area yang sibuk di mana banyak orang untuk dilihat.

Pujian

Pujilah bayi anda ketika ia berhasil menguasai suatu ketrampilan. Keberhasilan, selain memuaskan, seringkali juga akan lebih berarti jika disertai pengakuan dari orangtuanya.

Sumber : Bayi pada Tahun Pertama. A. Eisenberg, H. Murkoff and S. Hathaway. 1997 Bahasa Indonesia edition, pages 463-466

Pengenalan Dini Demam Berdarah Dengue

Filed under: kesehatan

Diasuh Oleh : dr. Syafruddin Mapata, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Klinik Anakku Bekasi)

Pendahuluan

Demam Berdarah Dengue atau lazim disebut Demam Berdarah menjadi pembicaraan yang
hangat belakangan ini. Di tempat umum, seperti di pasar, di perkantoran, di rumah
sakit lebih lebih lagi. Orang membicarakan kengerian akan demam berdarah. Umumnya
mereka membicarakan tentang keluarga atau sanak kerabatnya yang menderita demam
berdarah, sudah beberapa hari dirawat, berapa botol infus dihabisan, berapa biaya
sudah dikeluarkan bahkan kesedihan karena semua usahanya sia-sia bila keluarga atau
kerabatnya harus direlakan pergi selama-lamanya.

Memang penyakit Demam Berdarah ini mengalami kenaikan insiden dalam bulan-bulan
terakhir ini sehingga dimasukkan ke dalam kategori Kejadian Luar Biasa. Karena itu
penulis merasa belum terlambat untuk memberikan pemahaman tentang beberapa hal
menyangkut demam berdarah.

Selama hampir dua abad, penyakit dengue digolongkan sejajar dengan demam, pilek,
atau diare, yaitu sebagai penyesuaian diri seseorang terhadap iklim tropis. Namun
sejak timbulnya wabah Dengue di Filipina pada tahun 1953-1954 yang disertai renjatan,
perdarahan saluran cerna, dan berakhir dengan meninggalnya penderita, maka pandangan
ini pun berubah. Dan sejak itulah istilah Haemorrhagic Fever atau Demam Berdarah
digunakan. Kenyataan sekarang ialah bahwa penyakit ini menempati urutan kedelapan
kesakitan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Penyebab

Penyakit Demam Berdarah termasuk golongan penyakit Arbovirus, singkatan dari
Arthropod-borne viruses, artinya virus yang ditularkan melalui gigitan binatang
arthropoda. Dalam hal ini Demam Berdarah ditularkan oleh sejenis nyamuk yang disebut
Aedes Aegypti. Nyamuk betina menghisap darah untuk kebutuhan reproduksi. Tiga hari
setelah menghisap darah maka ia akan sanggup bertelur sebanyak 100 butir. Selanjutnya
mulai menghisap lagi dan bertelur lagi. Nyamuk Aedes tergolong antropofilik yaitu
paling doyan darah manusia. Berbeda dengan species nyamuk lain yang biasanya sudah
cukup puas dengan menggigit / menghisap darah satu orang saja, maka nyamuk Aedes
mempunyai kebiasaan menggigit berulang, yaitu menggigit beberapa orang secara
bergantian dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan karena nyamuk Aedes sangat sensitif
dan mudah terganggu.

Nyamuk Aedes aegypti diduga berasal dari benua Afrika terutama Etiopia, kemudian
terbawa oleh kapal dagang ke daerah pesisir Asia Tenggara dan kemudian masuk ke
pedalaman. Bila nyamuk betina menggigit / menghisap darah orang yang menderita Demam
Berdarah maka virus akan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Selanjutnya diperlukan waktu
sekitar 9 hari agar nyamuk menjadi infeksius dan dapat menularkan kepada korban yang
lain. Walaupun umur nyamuk dewasa hanya kira-kira 10 hari, namun dengan sifat
menggigit berulang maka cukup banyak korban yang bisa terinfeksi.

Nyamuk betina biasanya menggigit di dalam rumah pada waktu siang hari, di tempat
yang agak redup. Nyamuk betina meletakan telurnya di permukaan air yang jernih dan
terlindung dari sinar matahari langsung. Lebih disukai tempat air di dalam atau dekat
rumah, terutama tempat air yang bertutup longgar atau jarang dikuras.

perjalanan penyakit

Setelah nyamuk infeksius menggigit korban maka virus akan berkembang biak dalam
tubuh korban. Setelah waktu 4-6 hari atau yang disebut juga masa inkubasi maka
penderita mulai demam tinggi. Pada hari ketiga penderita mengalami resiko syok dan
kalau bisa diatasi maka fase penyembuhan dimulai setelah hari sakit ketujuh.

Pada fase awal demam ditandai dengan demam mendadak tinggi disertai muka kemerahan
dan sakit kepala. Kehilangan nafsu makan, muntah dan nyeri di ulu hati sering
dikeluhkan. Selanjutnya timbul bintik merah di kulit yang mirip gigitan nyamuk.

Fase berikut dari perjalanan penyakit demam berdarah ialah fase syok, yang merupakan
fase kritis penyakit demam berdarah. Pada saat ini suhu badan cenderung turun.
Penderita terlihat lemah , gelisah dan berkeringat. Kaki tangan terasa dingin, denyut
nadi sukar diraba. Dapat terjadi mimisan , muntah darah, atau berak darah. Pada saat
ini bila penderita tidak segera diobati dengan pemberian cairan infus maka kondisi
penderita akan terus memburuk dan terjadi syok yang berakhir dengan kematian.

gejala dan tata laksana

Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya dari Demam Berdarah Dengue (DBD) ? Sebelumnya
perlu dikenal dahulu gejala dini Demam Berdarah. DBD merupakan penyakit akut yang
ditandai dengan 4 gejala klinik, yaitu demam tinggi, fenomena perdarahan, hepatomegali
dan seringkali kegagalan sirkulasi darah.

Bila seorang anak menderita demam tinggi mendadak, muka kemerahan, tidak ada gejala
infeksi saluran nafas (misalnya batuk, pilek, sakit tenggorokan), ditambah bintik
merah di kulit, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter. Dokter akan melakukan uji
Torniquet, yang akan sangat membantu diagnosis awal DBD.

Uji Torniquet dilakukan dengan memasang tensimeter pada lengan atas anak, memberi
tekanan tertentu dan bila positif, maka dalam waktu ± 3 menit akan timbul
bintik-bintik merah di bagian bawah.

Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan laboratorium dua fenomena penting yang selalu
dicermati di pemeriksaan laboratorium, yaitu penurunan jumlah thrombocyte di darah
(thrombocytopenia) dan kenaikan konsentrasi plasma darah (hemokonsentrasi). Kadar
thrombocyte darah normal berkisar sekitar 150.000 - 400.000/mm3 . Kadar thrombocyte
penderita DBD akan turun < 100.00/mm3 .

Seorang tersangka menderita demam berdarah sebaiknya dirawat di Puskesmas atau di
Rumah Sakit. Lebih baik mencurigai dan merawat sebagai demam berdarah walaupun
akhirnya ternyata bukan, daripada menyesal kemudian. Sebelumnya penderita dianjurkan
minum banyak, beri obat penurun panas, dan kalau perlu dikompres dengan air hangat.
Obat panas yang dianjurkan adalah dari golongan parasetamol dan jangan dari aspirin
atau asetosal karena memperparah resiko perdarahan. Golongan metamizole secara umum
dilarang penggunaannya pada anak karena efek samping yang ditakuti berupa
agranulositosis, anemia aplastik, dan thrombocytopenia.

Syok pada demam berdarah terjadi karena kebocoran pipa pembuluh darah sehingga
cairan plasma darah merembes keluar dari pembuluh darah dan berkumpul di rongga-rongga
tubuh yaitu rongga perut dan rongga dada. Akibatnya pipa pembuluh darah menjadi kolaps
dan jalan mengatasinya ialah dengan infus. Begitu masa kritis dilewati maka kebocoran
pipa pembuluh darah akan membaik, cairan plasma kembali masuk ke pembuluh darah
.Keadaan umum penderita membaik yang ditandai dengan penderita mulai minta / mau makan.

Keadaan fatal pada DB terjadi bila syok tidak segera diatasi, atau bisa terjadi
perdarahan masif saluran cerna berupa muntah darah dan berak darah. Keadaan fatal
lainnya ialah encephalopatia, yang ditandai dengan penurunan kesadaran dan
kejang-kejang.`

Kesimpulan

Disimpulkan bahwa perlunya masyarakat awam mengenal tanda-tanda DB, kapan anak harus
dibawa ke dokter / Puskesmas, untuk mencegah terjadinya hal - hal fatal yang tidak
diinginkan.

Sumber: Millist Fahima

ORANG-ORANG YANG DIKABULKAN DOANYA

Filed under: Syariah

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk bedoa,
padahal boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya
tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan.
Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
berdoa sebanyak mungkin
baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.

Di antara orang-orang yang doanya mustajab.

1.Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat yang Jauh
Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang
tidak di hadapannya,maka malaikat yang ditugaskan kepadanya
berkata :
“Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”. (Shahih Muslim, kitab
Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib).

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan
tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat
yang jauh,
jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam,
maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut.
Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri
sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut,
karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.
(Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49)

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata :
Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda’ di rumahnya,
tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda’ dan dia berkata :
Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini ? Saya menjawab : Ya.
Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada
dihadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang
ditugaskan kepadanya,
tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan
kepadanya mengucapkan : Amiin dan bagimu seperti yang
kau doakan”.

Shafwan berkata : “Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan
Abu Darda’,
beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari
Nabi.
(Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi
Dahril Ghaib 8/86-87)

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan
saudaranya
kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara
tersebut,
maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih
berbobot
dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum’ah serta berharap imbalan
sehingga lebih diterima oleh Allah. (Mir’atul Mafatih 7/349-350)

Catatan :
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-
Qafary bahwa ucapan doa seorang :
“Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin”
adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar
mungkin masuk Neraka
dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan,
bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah
mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka,
selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu
termasuk pengampunan secara keseluruhan.

Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam
dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin
yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman
laki-laki dan perempuan”. (Nuh : 28).

Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dalam
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan
sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab”. (Ibrahim :
41)

Serta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti
itu yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-
orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. (Muhammad : 19)

Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan
permohonan untuk setiap orang secara kolektif.
Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin
secara kolektif dilarang
bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian
dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. (Fathul Bari
11/202)

2. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya :Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan
susah,maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat
lapang”.
(Sunan At-Tirmidzi, kitab Da’awaat bab Da’watil Muslim mustajabah
12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam
Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693).

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah
hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat,
kecukupan dan selamat dari cobaan,
sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum
membidikkan panah.
Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah
sebelum datang bencana
berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala :
“Artinya : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon
(pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya
;
kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia
akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah)
untuk (menghilangkannya) sebelum itu”. (Az-Zumar :8).
Dan firman Allah :
“Artinya : Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami
dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri,tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya,
dia (kembali) melalui jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak
pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya”.(Yunus : 12. Mir’atul Mafatih 7/360).

3.Orang Yang Teraniaya
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab
tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk
mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda :
“Artinya : Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia
seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri
sendiri”.
(Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib
3/87 dan Haitsami dalam Majma’ Zawaid 10/151, dan
Imam ‘Ajluni No. 1302)

4 & 5.Doa Orang Tua Terhadap Anaknya dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang
teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap
anaknya”.
(Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan
At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.Sunan Ibnu
Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. ihasankan Al-
Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596)

6.Doa Orang Yang Sedang Puasa
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tiga doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap
anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir”.
(Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa’
3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No.
797).

7.Doa Orang Dalam Keadaan Terpaksa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdoa kepadanya,dan yang
menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai
khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang
lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)”. (An-Naml : 62)

Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa
manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal
terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya
dan upaya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa
adalah
orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa
yang dimaksud terpaksa adalah
orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit,
sehingga harus mengadu kepada Allah.
Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis
bukan istighraq (keseluruhan).
Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan
terpaksa tidak dikabulkan
dikarenakan adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa
tersebut.
Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang
dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan.
Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa
bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa
dan tidak meminta kepada selain-Nya.
Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun
dari orang kafir, sebagaimana firman Allah :

“Artinya : Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan
bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya
dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya,
datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap
penjuru menimpanya,
dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka
berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan
kepada-Nya semata-mata’.
(Mereka berkata) :’Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari
bahaya ini,pastilah kami termasuk orang-orang yang
bersyukur”. (Yunus : 22)

Dan Allah berfirman dalam ayat lain :
“Artinya : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat,
tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alla)”.
(Al-Ankabut : 65)

Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu
bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. (Fathul
Qadir 4/146-147)

Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu ‘Asakir mengisahkan
seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud
Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya.
Orang tersebut berkata :
“Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany,
pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk
melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya”,
Dia berkata : “Ambillah jalan ini karena lebih dekat”.
Saya bertanya : “Bolehkah saya memilih jalan ini”,
Dia berkata : “Bahkan jalan ini lebih dekat”.
Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada
suatu tempat yang angker
dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak
mayat.
Orang tersebut berkata : “Peganglah kepala kudamu, saya akan turun”.
Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok
bermaksud ingin membunuh saya,
lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku.
Saya katakan kepadanya : “Ambillah kudaku dan semua yang ada
padanya”.
Dia berkata : “Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu”.
Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya
tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat,
akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.
Saya berkata kepadanya : “Apakah anda mengizinkan saya untuk
shalat?”
Dia berkata : “Cepat shalatlah!”
Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar
sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Qur’an sedikitpun dan
hanya berdiri kebingungan.
Dia berkata : “cepat selesaikan shalatmu!”,
maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan
suatu ayat yang berbunyi.

“Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang
menghilangkan kesusahan”. (An-Naml : 62)

Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah
kami dengan menggemgam tombak di tangannya,
lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombakpun
mengenai jantungnya
lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar.
Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya
bertanya :
“Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?”
Dia mejawab : “Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan
permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa
tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka”.
Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam
keadaan selamat. (Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371)

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada
waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan
sempit.
Semoga ada manfaatnya buat menambah pengetahuan dan ke imanan kita
Aamiin yaa Rabbal`alamin.

Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan
Dalam berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih,
hal 174-180 terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc.
Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
— End forwarded message —

Sumber: Millist Muslim Blog






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here