Mom & Baby Room

June 21, 2005

Pijat Bayi

Filed under: Baby

SENTUHAN YANG MENYEHATKAN

Sentuhan atau pijatan pada bayi dapat merangsang produksi ASI, meningkatkan
nafsu makan dan berat badannya. Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih
orang tua dan anak, serta menjadi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik
bayi.

Sentuhan alamiah pada bayi sesungguhnya sama artinya dengan tindakan mengurut
atau memijat. Kalau tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata
cara dan teknik pemijatan bayi, ia bisa menjadi terapi untuk mendapatkan banyak
manfaat buat si bayi yang Anda cintai. Untuk keperluan itu, tidak perlu
mengundang dukun pijat bayi sebab pemijatan bisa Anda lakukan sendiri.

Dalam bukunya Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A. menyebutkan,
terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain
kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI).

Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas
Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur mengalami kenaikan berat
badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup
bulan usia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam
minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak
dipijat.

Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak
ke-10). Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga
penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang
lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih sering
menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak.

Merasa aman dan tenang

Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika, melaporkan, bayi yang banyak
memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang mengalami simptom hospitalismus
(gangguan yang sering dialami bayi yang tinggal di panti asuhan, seperti radang
telinga tengah, campak, gangguan usus, dll.).

Pengamatan T. Field seperti dikutip dr. J. David Hull, ahli virologi mulekuler
dari Inggris, dalam makalah berjudul Touch Therapy: Science Confirms Instinct,
menyebutkan terapi pijat 30 menit per hari bisa mengurangi depresi dan
kecemasan. Tidurnya pun bertambah tenang.

Terapi pijat 15 menit selama enam minggu pada bayi usia 1 - 3 bulan juga
meningkatkan kesiagaan (alertness) dan tangisnya berkurang. Ini akan diikuti
dengan peningkatan berat badan, perbaikan kondisi psikis, berkurangnya kadar
hormon stres, dan bertambahnya kadar serotonin.

Meningkatnya aktivitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan
kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini
menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres), dan
selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Lebih dari itu, seperti disebutkan dalam buku Pedoman Pijat Bayi, sentuhan,
belaian, dan pijatan akan mempererat ikatan kasih sayang orang tua dengan anak.
Terhadap perkembangan emosi anak, sentuhan orang tua merupakan dasar
perkembangan komunikasi, yang akan memupuk cinta kasih timbal-balik, dan menjadi
penentu bagi anak untuk menjadi anak yang berbudi pekerti dan percaya diri. Lagi
pula ia akan merasa aman karena merasa yakin memiliki kasih sayang dan
perlindungan dari orang tua.

Untuk kasus tertentu, pijat bayi juga dapat memberikan manfaat tambahan. Bagi
pasangan yang masih remaja (teenage parents), pijat bayi mendongkrak rasa
percaya diri dan rasa penerimaan atas keadaannya menjadi orang tua, serta
meningkatkan harga diri sebagai orang tua. Bagi orang tua angkat, pijat bayi
membantu menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan bayinya. Mereka akan lebih
cepat mengenal dan merasakan bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga.

Untuk mengurangi kolik - yang biasanya ditandai dengan tangis melengking - orang
tua dianjurkan memijat bayinya ketika kolik berlangsung, dan setiap kali sebelum
bayi tidur. Dengan memijat, interaksi bayi dengan orang tua lebih positif, dan
bayi menjadi lebih tenang, serta waktu tidur dan bangunnya lebih teratur.

Pijatan juga terbukti dapat melegakan saluran napas yang menyempit karena asma,
mampu mengurangi perasaan gelisah dan depresi sehingga serangan asma berkurang.
Bahkan pemijatan pada bayi dari ibu HIV-positif dapat lebih menaikkan berat
badan dan meningkatkan perkembangan motorik bayi.

Setiap pijatan berkhasiat

Setiap gerakan yang berkaitan dengan kegiatan mengurut atau memijat memiliki
khasiat. Gerakan usapan misalnya, dapat menenangkan anak, sehingga bermanfaat
bagi anak yang berpembawaan gugup. Pada anak yang lesu dan malas bergerak,
Barbara Ahr, ahli fosioterapi, menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih
bertenaga dan diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang aliran darah
dan getah bening. Anda bisa mengusap-usap bagian punggung, tungkai, atau lengan
si kecil.

Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Remasan, menurut Ahr, berkhasiat
pada jaringan penentu kemelaran otot yang terletak pada gelendong jaringan otot.
Dengan kata lain, remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus
akan lebih melancarkan peredaran darah.

Teknik remasan dilakukan dengan cara bagian tungkai atau lengan dipadatkan atau
dimelarkan menggunakan sisi tangan bagian dalam dan sedikit gerakan memeras;
mirip gerakan membuat adonan roti.

Teknik kocokan dilakukan dengan cara “menggulung”. Tangan diletakkan sejajar
dengan anggota badan, sambil mengurut seperti menggulung sosis atau mengaduk
adonan. Teknik ini bermanfaat untuk mengendorkan jaringan.

Cara lain, dengan teknik lingkar. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat
bentuk lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian
mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin bulat.

Teknik urut lingkar, menurut Ahr, memberikan stimulasi pada permukaan jaringan,
bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Hasilnya, aliran darah meningkat dan
pembuluh darah lebih lebar.

Semua teknik urut (usapan, remasan, kocokan, dan gerakan lingkar) bisa saling
melengkapi. Bila dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik.

Pemijatan bisa dilakukan oleh ayah, ibu, nenek, atau anggota keluarga lain.
Penelitian di Australia membuktikan, bayi yang dipijat ayahnya berat badannya
cenderung naik dan hubungan dengan ayah makin baik. Bahkan bayi yang dipijat
sejak usia empat minggu, ketika mencapai usia 12 minggu, akan lebih responsif.

Kapan boleh mulai dipijat?

Dalam buku Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli menyebutkan bahwa pijat bayi
dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Jadi, dapat dimulai kapan saja sesuai
keinginan. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan
tiap hari sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.

Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi. Bisa juga malam hari sebelum
bayi tidur sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak. Tindakan pijat dikurangi
seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijat dua hari
sekali sudah memadai.

Sebelum memijat, pastikan tangan Anda bersih dan hangat. Periksa kuku dan
perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi. Bayi sudah makan atau
benar-benar tidak sedang lapar. Tapi jangan memijat segera setelah bayi selesai
makan.

Yang juga penting diperhatikan, jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat.
Jangan memijat bayi yang sedang tidak sehat, atau tak mau dipijat. Tidak boleh
memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.

Sebelum pemijatan hendaknya disiapkan lebih dulu handuk, popok, baju ganti, dan
baby oil atau baby lotion. Bayi dibaringkan di atas permukaan kain yang rata,
lembut, dan bersih. Pilih ruangan yang nyaman, hangat, dan tidak pengap untuk
kegiatan ini. Lakukan secara menggembirakan bagi Anda maupun si bayi.

Sebelum memijat, perlu dilakukan gerakan pembuka berupa sentuhan ringan di
sepanjang sisi wajah bayi dan mengusap-usap rambut kepala, sambil diajak
berbicara. Sebelum dan selama pemijatan, kulit bayi perlu sesering mungkin
dilumuri baby oil atau baby lotion.

Awalnya dilakukan sentuhan ringan dan lembut. Kemudian secara bertahap
ditambahkan tekanan pada sentuhan itu, terutama bila bayi sudah mulai menerima
pijatan itu. Bila bayi menangis, tenangkan dulu sebelum pemijatan dilanjutkan.
Kalau tangisnya makin keras, pemijatan sebaiknya dihentikan. Mungkin bayi minta
digendong, disusui, atau mengantuk.

Selama pemijatan, pandanglah mata bayi dengan penuh kasih sayang. Lewat kontak
pandang, Anda bisa belajar mengenali reaksi anak dan bisa mengamati penerimaan
kegiatan memijat ini oleh anak. Anda pun dapat sekaligus menetapkan takaran
pijatan yang pas untuk bayi Anda. Untuk menciptakan suasana tenang, ada baiknya
sambil bersenandung atau memutar lagu lembut.

Tak ada ketentuan baku tentang lamanya pemijatan. Namun berdasarkan pengalaman,
untuk seluruh tahap pemijatan secara lengkap perlu disediakan waktu khusus
minimal 15 menit. Setelah selesai, dr. Utami Roesli menyarankan, bayi perlu
dimandikan agar merasa segar dan bersih dari lumuran baby oil. Hindarkan mata
bayi dari percikan minyak atau baby oil.

Kegiatan mengurut bayi tidaklah menuntut keterampilan khusus. Pada awalnya
mungkin kurang sempurna, namun kalau makin sering dilakukan, akan ditemukan
pijatan dengan intensitas yang pas untuk bayi Anda. Selamat mencoba. (dr. Audrey
Luize/Rye)

PIJATAN SESUAI UMUR
Tak ada teknik pijat yang baku. Tiap individu, menurut dr. Utami Roesli, bisa
menerapkan teknik dan tahapan pemijatan masing-masing. Namun, untuk bayi berumur
0 - 1 bulan, disarankan hanya diberi gerakan usapan halus. Sebelum tali pusat
lepas, sebaiknya tidak dipijat di daerah perut.

Bayi umur 1 - 3 bulan, diberi gerakan pijat halus dengan tekanan ringan. Untuk
bayi usia 3 bulan - 3 tahun, bisa ditambah dengan tekanan. Pemijatan dimulai
dari kaki, bagian dada, tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung.

Pemijatan kaki dengan cara memegang pangkal paha bayi, lalu tangan digerakkan ke
arah pergelangan kaki seperti memerah susu. Atau, dua tangan bergerak bersamaan,
dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar kaki bayi secara
lembut.

Telapak kaki diurut dengan kedua ibu jari. Atau, membuat lingkaran-lingkaran
kecil pada telapak kaki. Jemari kaki dipijat satu per satu dengan gerakan
memutar menjauhi telapak kaki, dan diakhiri dengan tarikan lembut pada tiap
ujung jari.
Punggung kaki diurut dengan kedua ibu jari. Atau, ibu jari membuat
lingkaran-lingkaran kecil dari mata kaki ke jari kaki. Selanjutnya kedua tangan
membuat gerakan menggulung ke arah pergelangan kaki. Akhirnya, kedua kaki bayi
dirapatkan, dan dengan halus kedua kaki bayi diusap dari atas ke bawah.

Untuk memijat perut, lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal
sepeda, dari atas ke bawah, dengan telapak tangan kanan dan kiri secara
bergantian. Selanjutnya, gerakan menekuk kedua lutut bayi secara lembut hingga
menekan ke perut bayi. Ada juga gerakan membuat lingkaran-lingkaran searah jarum
jam, gerakan membentuk huruf “U”, dll.

Dada dipijat dengan telapak tangan yang membuat gerakan dari tengah dada ke
samping. Atau, gerakan membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung
jari pada ulu hati.

Cara lain, gerakan seperti membuat gambar jantung kecil di sekitar puting susu.
Atau, gerakan membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka, lalu
jari-jari tangan diregangkan seolah membuat gambar burung kecil.

Pemijatan tangan dimulai dari pundak, tangan kanan dan kiri Anda bergerak
seperti memerah susu. Atau, kedua tangan melakukan gerakan memeras, memijat, dan
memutar secara lembut pada lengan bayi.

Pada telapak tangan, kedua ibu jari membuat lingkaran-lingkaran kecil. Sementara
keempat jari Anda memijat bagian punggung tangan bayi. Jari bayi dipijat satu
per satu ke arah ujung jari dengan gerakan memutar. Gerakan ini diakhiri dengan
tarikan lembut pada tiap ujung jari.

Lengan bayi dipijat dengan gerakan menggulung dari kedua telapak tangan Anda.
Kemudian kedua lengan bayi dirapatkan ke badannya dan diusap lembut.

Pemijatan muka dimulai dengan mengusap wajah bayi ke arah samping dengan kedua
telapak tangan. Lalu jemari menekan lembut di tengah dahi, dan membuat gerakan
ke samping kiri dan kanan. Buat lingkaran-lingkaran kecil di pelipis, juga ke
daerah pipi di bawah mata. Kedua ibu jari memijat alis mulai dari tengah ke
samping.

Pemijatan punggung dilakukan menggunakan kedua telapak tangan. Atau, dengan
gerakan mengusap, membuat lingkaran-lingkaran kecil, gerakan menggaruk dengan
tekanan lembut.

Berikut ini contoh teknik lain mengurut wajah bayi:

1. Gerakan membedaki hidung. Hidung bayi “dicolek” bedak dengan
telunjuk.

2. Gerakan menyeterika dahi. Caranya, pelipis diusap dengan
telapak tangan.

3. Gerakan cincin mata. Membuat lingkaran di sekeliling mata
dengan ujung jari.

4. Gerakan lingkar di pipi dengan cara menggambar lingkaran di
pipi, mula-mula besar kemudian makin kecil.

5. Gerakan mencubit-cubit kulit pipi.

6. Menempelkan telapak tangan di pipi lalu digoyang-goyangkan.

7. Gerakan bersiul, yaitu dengan mengusahakan agar mulut bayi
dimonyongkan.

Selain untuk mengurut wajah, teknik urut serupa juga bisa untuk pemijatan bagian
kaki, tungkai dan lengan, perut, dada dan punggung.

Sumber : Miilist Funkymom disadur dari Intisari November 1999

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://achiza.blogsome.com/2005/06/21/pijat-bayi/trackback/

  1. aq mau minta tlg krm-kan gbr cara memijat bayi yag baik dong

    Comment by bpk.kaefidi — July 4, 2008 @ 10:31 am

  2. untuk anak yangn mencret kira-kira menu apa yang harus diberikan.mengingat anakku termasuk anak yang susah makan ? atas jawababnya diucapkan terima kasih

    Comment by etika — May 1, 2009 @ 4:08 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here