Mom & Baby Room

June 21, 2005

METODE PENDIDIKAN ANAK MUSLIM USIA PRA SEKOLAH

Filed under: Asih Asuh

Oleh: Abu Amr Ahmad Sulaiman
Penerbit: Darul-Haq

YANG PERLU DIINGAT:.
1. Tujuan pendidikan anak adalah: mencari keridhaan Alloh SWT and usaha utk mendapatkan surgaNya.
2. Sebab-2 keberhasilan dan kegagalan a.l:
a. sebab dr pendidik: tdk istiqomah, tdk mempedulikan sifat-2 pendidik yg baik dst.
b. Sebab dr diri anak: tdk siap menerima pendidikan, kelemahan pada dirinya.
c. Sebab dr metode: materi terlalu sulit, panjang tdk sesuai dg usia dst.
d. Sebab di luar keinginan: bepergian yg lama atau banyak, sakit dsb.
3. Pendidikan bagi anak bisa meninggikan derajat orang tua, dan amal akan terus mengalir pahalanya, setelah kematian orang tua.
4. Kebaikan ortu merupakan kebaikan bagi anak, dan ketakwaan ortu akan menjadikan anak terjaga serta mendapat rezki stlh kematian ortu. (QS AL Kahfi:82)
5. Anak-2 kita adalah da’I masa depan dan penyebar ajaran agama.
6. Lalai dalam mendidik merupakan sebab terhalangnya masuk surga.
7. Medidik orang merdeka tidak sama dg mendidik budak.
8. Jadikan standar keberhasilan ortu dalah keberhasilan dlm mendidik anak-2 dan mengajar mereka.
9. Perhatikan contoh teladan utama dan dekatkan anak-2 kepadanya.
10. Diantara karakteristik fase ini(fase pra sekolah, 3-6 tahun) adalah sbb:
a. dapat mengontrol tindakannya.
b. Selalu ingin bergerak (dlm batas yg wajar)
c. Berusaha mengenal lingkungan sekelilingnya.
d. Perkembangan yg cepat dlm berbicara.
e. Senantiasa ingin memiliki sesuatu dan egois.
f. Mulai membedakan antara yg benar dan salah, baik dan buruk.
g. Mulai mempelajari dasar-2 perilaku social.
h. Usia eksplorasi.
Perhatikan cara bergaul yg sesuai dg anak-2 kita. Gunakan cara mendidik yg benar. QS Al Muthaffifin: 26. Al Baqorah: 281.

PENDIDIKAN ANTARA TUJUAN DAN SARANA

Tujuan pendidikan Sarana yg membantu dan saran-2 Pendidikan
1. Menjawab seruan Alloh Setiap sarana yg akan disebutkan, nanti ada bbrp sarana lain.
2. Membentuk akidah dan keimanan anak 1. Membacakan mengulang-2. lafal Laa Ilaha Illah dan mengulang-2.2. Memperdalam muraqabbah Alloh.3. Memperdalam kecintaan kpd Rasululloh.4. Memberi hadiah kpd anak,.
3. Membentuk keilmuan dan pengetahuan anak. 1. Mengajari Al-Qur’an dan sunnah2. Belajar sejarah nabi, akhlak.3. Mengajari doa-24. Menyediakan perpustakaan rumah.5. Mengirim ke TK utk belajar6. Mengikutkan kegiatan hafalan Al-Q di masjid atau mendatangkan guru.7. Menjawab pertanyaan anak dg jawaban yg sesuai dg usianya8. Memperhatikan cerita-2 yg mendidik9. Tidak memaksa menulis atau membaca sblm masanya, dg tetap melihat pentingnya latihan ini.
4. Membentuk akhlak, perilaku dan sopan santun anak. 1. Mempraktekkan adab-2 yg ada 2. Teladan dr ortu3. Menggunakan kata yg baik4. Menepati janji5. Memberi contoh cerita dg teladan yg baik.
5. Membentuk sisi sosial anak-2 1. membawa dlm pertemuan org besar2. Menunjukkan apa yg tlh dipelajari 3. Membiasakan mengucapkan salam4. Membiasakan minta ijin5. Mendidik utk membantu dlm PR6. Membiasakan utk jual beli, berani dan sopan7. Mendatangi famili8. Memelihara hewan jinak9. Mengajak ke masjid10. Memilih teman yg baik
6. Membangun sisi kejiwaan dan perasaan anak 1. Mengenali jiwa anak2. Menghargai anak3. Mendengarkannya dg baik4. Memberi pengarahan5. Menemani dlm permainan6. Menyambut kedatangannya dan melepas kepergiannya7. Menyenangkan anak8. Menyadari bahaya hukuman fisik9. Menyadari bahaya memberi ancaman dg hukuman
7. Membentuk fisik dan kesehatan tubuh anak 1. Membiasakan melakukan senam2. Menjemur di sinar matahari3. Mengadakan lomba OR4. Bermain dg org dewasa5. Menjauhkan dr penyakit menular6. Mengadakan chek up berkala7. Membiasakan membersihkan gigi, pakaian dan tpt tidur8. Mempraktekkan ruqya syar’iyah (doa-2 syar’I)
8. Membentuk rasa seni, keindahan dan kreatifitas anak 1. Mendidik memperindah kamarnya2. Memperhatikan keindahan alat-2 yg khusus3. Menyediakan pensil warna and membiarkan keinginannya 4. Menyediakan permainan yg mendidik5. Menggunakan film video utk menggambarkan keindahan alam6. Pergi ke taman, pantai dan membiasakan memikirkannya7. Mendengarkan nasyid8. Menjaga hasil karya seninya

RANCANGAN PELAKSANAAN METODE
(Setiap latihan berdurasi selama 2 bulan)

Perilaku Menyimpang Pada Anak

KEBIASAAN MENCURI
Sebab-2nya:
1. Kecenderungan utk memiliki dan menikmatisesuatu dg paksa.
2. Adanya kebutuhan yg mendesak
3. Pelampisan utk melepaskan diri dr kesulitan
4. Untuk menampakkan didepan temannya kl dia dr keluarga kaya
5. Membelas dendam kpd orang yg barangnya dicurinya.
6. Merasakan adanya kekurangan, atau keluarga broken home
7. Persahabatan yg tidak baik
8. Pendidikan dr ortu dan berlebih-2an menyimpan sesuatu akan membuat anak berusaha utk mendapatkannya
9. Ketidakpahaman thd perbedaan antara haknya dan hak org lain.
Penanggulangan:
1. Mendidik anak dg baik agar taat kpd Alloh.
2. Memberi pemahaman kpdnya ttg perbedaan hak, dan mengajari tata cara minta ijin
3. Membuat tempat khusus utk anak, utk menumbuhkan rasa memiliki dan percaya diri
4. Diberi uang jajan tetap (pd umur tertentu)
5. Menyayangi dan mempergauli anak tanpa memanjakan
6. Menceritakan akibat mencuri dan tpt kembalinya yt neraka.

PERASAAN TAKUT
Takut pada anak ada 2 macam:
1. Takut pada benda nyata (anjing, tempat tinggi, kuda dll)
2. Takut pada benda tidak nyata (gelap, kematian, hantu dsb)

Sebab-2nya:
1. Ketidak mengertian thd hakikat sesuatu
2. Adanya keanehan bentuk tubuh padanya
3. Perbedaan laki-2 dan perempuan
4. Kelahiran adik baru dan hilang perhatian kpdnya
5. Memaksa anak melakukan pekerjaan yg tidak disukai
6. Menjadikan anak sbg bahan olok2-an
7. Menakutinya dg sesuatu yg menyakitkan dlm benaknya
8. Meniru ketakutan ortu thd sesuatu
9. Pertengkaran antara org-2 besar, khususnya kedua ortunya.

Penyembuhan:
1. Menentukan sebab-2 ketakutan dan sumbernya
2. Menerangkan sesuatu yg aneh dan tidak dimengerti olehnya
3. Mengkaitkan antara sesuatu yg ditakuti dan yg disenangi
4. Menjauhkan anak dr sesuatu yg menegangkan
5. Menerangi rumah dg sinar yg terang jika diperlukan
6. Menceritakan kisah yg bagus
7. Menceritakan tg peperangan Rasululloh dan para salaf shalih dg ungkapan sederhana
8. Tidak memaksa anak melakukan sesuatu dan menempatkannya pd sesutu yg ditakuti
9. Memisahkan anak dg ortu pelan-2 (tidur sendiri)
10. Mempersiapkan anak dan mendidik utk menghadapi kondisi yg terjadi dg mainan atau cerita teladan

TIDAK PERCAYA DIRI
Gejala-2nya:
1. Sudah bicara, gagap, gagu
2. Menutup diri, rasa malu dan tidak berani
3. Ketidakmampuan berfikir secara mandiri
4. Merasakan adanya kejahatan dan bahaya serta bertambhanya rasa takut dan khawatir.
Sebab-2nya:
1. Cara mendidik yg salah
2. Sering disalahkan, dipukul, dicela dll
3. Ortu terlalu membatasi perilaku dan cara berfikir anak
4. Selalu dibandingkan dg yg lain
5. Meremehkan kemampuan dan harga dirinya
6. Bentuk badan yg kecil, tubuh cacat
7. Rendahnya IQ dan keterlambatan dlm belajar
8. Selalu mencela ketika mengalami kegagalan
9. Pertengkaran ortu
10. Dibebani pekerjaan yg tidak sesuai dg kemampuannya shg tdk mampu dan gagal.
Cara Penyembuhan:
1. Menunjukkan rasa kasih saying dr ortu
2. Membiarkan anak memilih sendiri makan, minum dan mainannya
3. Memotivasi anak dan meningkatkan kemampuannya serta memujinya
4. Ketika dibandingkan dg yg lain hendaknya disebutkan kelebihannya
5. Ortu hendaknya tidak saling mengoreksi, berselisih dihadapan anak
6. Menyebutkan namanya dlm pertemuan-2, memujinya
7. Menggunakan cerita dan permainan utk menyembuhkan penyakitnya
8. Teladan ortu dlm hal percaya diri
9. Membawanya dlm kumpulan org-2 dewasa dan membuatnya mau bicara ttg kemampuannya
10. Memintanya berbelanja dan memberitanggungjawab kecil
11. Mendengarkan dg baik ketika anak bicara
12. Menemaninya dlm menyelesaikan permasalahannya
13. Membiasakan berpuasa meski hanya bbrp jam
14. Mencontoh masa kecil Rasululloh dan mengajarkannya
15. Memperdalam kepercayaan ttg takdir dan menghubungkan segala sesuatu dg Alloh.

SUKA MELAWAN
Pengertian: merupakan fase alami dlm masa pertumbuhan jiwa anak yg membantunya pada stabilitas dan menyadari bahwa dirinya adalah pribadi yg independen dr orang-2 dewasa. Dengan jalannya waktu akan menyadari bahwa kebiaaany adalah salah, khususnya jika ortunya mempergaulinya dg benar.

Sebab-2nya:
1. Meniru perbuatan kedua ortunya.
2. Membiasakan taat dan fanatik kpd sesuatu
3. Ketiadaan ikatan yg kuat dlm pengertian antara anak dan ortu
4. Memanjakan secara berlebihan

Penanggulangan:
1. Ortu menjelaskan faedah apa yg diperintahkan
2. Bersikap fleksibel,menyayangi, lemah lembut
3. Menggembirakan anak, menjelaskan bahwa ortunya menyukainya
4. Seimbang dlm mendidik, tidak terlalu keras juga tdk memanjakan
5. Berusaha menarik perhatian anak, saat akan menyuruhnya
6. Menggunakan bahasa yg mudah dimengerti anak
7. Menghindari banyak memberi perintah dlm waktu sekaligus
8. Menghindari memberi perintah pada saat ttt, kmdn melarangnya bbrp saat kmdn.
9. Memberi hadiah dan ganjaran atas ketaatannya
10. Menghindari hukuman fisik atau ancaman utk meluruskan kesalahan
11. Memperhatikan setiap pelaksanaan perintah.

KEBIASAAN MERUSAK
Sebab-sebabnya:
1. Ingin tahu, ingin melepas dan merakit kembali
2. Faktor emosional yg terpendam spt cemburu, merasa ada kekurangan, balas dendam dll
3. Bertambah kegiatan fisik dan ketidakseimbangan dg perkembangan akalnya.

Penanggulangannya:
1. Menghilangkan faktor penyebabnya
2. Mengarahkan keinginan anak
3. Menyibukkan dg perbuatan yg menggunakan anggota tubuh drpd akal, jika sebabnya bertambah kegiatan fisiknya
4. Ortu hendaknya tidak menghalangi kesukaan dan minatnya
5. Mengajak anak ke alam bebas.

Pesan-pesan khusus dalam bermain:
1. Membiasakan anak bermain sendiri
2. Membelikan mainan yg sesuai dg umurnya
3. Jangan membiarkan mainan senantiasa dihadapan anak
4. Tidak perlu membelikan mainan yg mahal
5. Sediakan tempat khusus utk tempat mainan
6. Berikan kamar khusus utk bermain
7. Mengunakan benda yg aman utk bermain anak
8. Usahakan menggunakan sarana yg menggabungkan antara manfaat dan kesenangan anak
9. Bermain bersama kedua ortu atau salah satunya merupakan kegembiraan yg besar dan sangat bermanfaat utk anak-2.

Mainan dan pengaruhnya dalam pendidikan:
1. Meredam ketegangan emosional dan jasmani anak dan membatasi jiwa permusuhan yg ada pada anak.
2. Meningakatkan keaktifan dan memperbaharui kehidupan anak
3. Kesempatan utk menggunakan akalnya, panca indra dan keinginan eksperimen
4. Pembentukan akhlak anak, dlm permainan kolektif
5. Perkembangan berbagai macam anggota tubuh
6. Pelampiasan kekuatan yg berlebihan dan keinginan yg terkekang
7. Fase latihan utk persiapan ke prktek kehidupan
8. Belajar saling tolong menolong (kemampuan sosialisasi)
9. Anak jadi tenang di malam hari, krn bermain telah menghabiskan tenaganya.

NGOMPOL
Jenis-jenisnya:
1. Ngompol siang hari dlm keadaan sadar
2. Ngompol malam hari dlm keadaan tidur
3. Ngompol yang terlambat utk disadari.

Sebab-sebabnya:
A. Sebab-sebab fisik: perlu konsultasi dg dkter spesialis
B. Sebab-2 kejiwaan:
1. Kelabilan kejiwaan bermula dr kelabilan keluarga
2. Merasa tidak mendapat perhatian keluarga
3. Terlalu tegang dan memberi hukuman yg berlebihan
4. Perasaan yg senantiasa takut, hilang kepercayaan thd org disekelilingnya
5. Cemburu kpd yg lain atau dengki
6. Sendirian dlm waktu yg lama, atau takut thd sesuatu, spt gelap dll.

Penyembuhan:
1. Menempatkan pd hubungan keluarga yg tentram
2. Mempergauli anak dg kasih sayang dan perhatian yg baik
3. Menjauhkan dr rasa tegang dan jiwa tertekan
4. Menggunakan cara penghargaan dan motivasi agar anak percaya diri
5. Menghindari celaan didepan umum
6. Mengusahakan pengobatan secara medis
7. Tidak emmbebani anak dg pekerjaan diluar kemampuannya
8. Tidak meninggalkan sendirian
9. Membiasakan anak utk kencing dahulu sblm tidur
10. Menghindari minum yg banyak sblm tidur
11. Memberi lampu yg cukup utk jalan ke kamar mandi
12. Berusaha membangunkan dimalam hari utk kencing.
MIMPI YANG MENAKUTKAN DAN SUSAH TIDUR

Sebab-sebab terjadinya mimpi yg menakutkan:
1. Peristiwa yg terjadi pd siang hari dan pengaruhnya, baik yg dilihat, didengar atau dibacanya.
2. Penyakit fisik
3. Gangguan perut
4. Sebab lingkungan, yg berhubungan dg kamar anak dan yg ada di dalamnya spt patung.
5. Peristiwa hebat, spt kebakaran, kematian, bencana dll
6. Tegangnya syaraf krn ditakuti atau diancam dg hukuman yg berat.

Penyembuhan:
1. Hendaknya pengetahuan yg diberikan kpd anak sesuai dg akal dan kejiwaannya.
2. Mengajari anak dg ruqyah syar’iyah agar digunakan utk mendoakan dirinya sendiri
3. Segera emnghidangkan makan malam dan menghindarkan makanan keras dan susah dicerna
4. Membuang sesuatu yg bisa mempengaruhi pendengaran dan penglihatan dr kamar anak.
5. Meminta saran dr psikiater
6. Membacakan cerita yg mendidik, tenang dan indah
7. Ortu hendaknya membiasakan anak mendengarkan bacaan AlQur’an (dr kaset misalnya) sebelum tidurnya.

HILANGNYA NAFSU MAKAN
Sebab-sebabnya:
1. Sebab organ fisik
2. Makan makanan yg manis sblm makan
3. Tidak teratur dalam makan
4. Banyak perintah, laporan ibu kpd ayah ttg anak, pada saat makan
5. Kurang gerak badan, olah raga atau main
6. Perhatian yg berlebihan dr ortu bisa membuatnya keras kepala dan hilang nafsu makan
7. Makanan yg dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan tubuhnyakpd vitamin atau zat yg dibutuhkan utk menumbuhkan nafsu makan.
Penyembuhan:
1. Memeriksakan anak secara fisik ke dokter
2. Tidak mengkonsumsi makanan manis sebelum makan
3. Usahakan anak makan dlm keadaan senang hati, tenang
4. Tidak memaksa menyukai makanan tertentu atau makanan secara umum
5. Menepati jadwal makan dan ada variasi dlm makanan
6. Memberi kebebasan utk sesekali makan sendiri
7. Memberi kesempatan utk makan bersama teman-2 seusianya
8. Tidak menunjukkan sikap tidak senang ketika anak tidak menyelesaikan makannya
9. Memberi kesempatan kpd anak utk membantu membeli dan menyiapkan makanan
10. Memberi kesempatan utk bermain, bersenang-2 dan melakukan kegiatan fisik
11. Ibu hendaknya mengajak anak utk makan dan membuatnya senang dg makanan tsb
12. Meletakkan sebagian makanan yg terjaga dg baik dekat dg tempat main.

SEHARI DALAM KEHIDUPAN ANAK MUSLIM
(sebuah Usulan)
Bagaimana sebaiknya seorang anak mengisi harinya?
1. Bangun tidur dan mengucap doa
2. Mengucap salam, cuci muka, dan ikut serta membereskan tempat tidur
3. Sarapan, meski hanya segelas susu
4. Pergi ke sekolah dg membaca doa keluar dan masuk rumah
5. Makan siang dan tidur siang dg membaca
6. Waktu khusus bermain dg teman, saudara, ortu
7. Waktu-waktu kegiatan:
a. Kegiatan keilmuan
(Belajar, menghafal, cerita, mendengarkan kaset dsb)
b. Kegiatan kesenian
(menggambar, mewarnai, merekam hafalannya, menghias kamar dsb)
c. Kegiatan sosial
(Rekreasi, pergi dg ortu, silaturahim dsb)
d. Kegiatan Olah raga dan kesehatan
(mengadakan lomba olahraga, chek up dsb)
e. Kegiatan fisik
(menyuruh keluar utk beberapa keperluan rumah)

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://achiza.blogsome.com/2005/06/21/asih-asuh/trackback/

  1. ass.wr.wb. dengan hormat.saya minta tolong. kepada panitia baby and room. apakah faktor-faktor yang mempengaruhi toilet training

    Comment by hariyono — July 26, 2008 @ 1:04 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here