Bagian Pertama : 10 Cara menghindari konflik dengan anak
1. Abaikan tingkah laku yang tidak sepantasnya
2. Tinggalkan sejenak
3. Alihkan perhatiannya
4. Berikan penggantinya
5. Carilah segi positifnya
6. Tawarkan pilihan
7. Gunakan rasa humor
8. Memberi contoh tingkah laku yang sepantasnya
9. Tentukan apa yang tidak Anda sukai
10. Tentukan batas usia yang pantas
Bagian Kedua : 10 Cara mengembangkan komunikasi
11. Berikan perintah dengan jelas dan spesifik
12. Gunakan bahasa tubuh dengan semestinya
13. Katakan “tidak”……..
14. Berbicaralah dengan tenang
15. Jadilah pendengar yang baik
16. Berusahalah memecahkan masalah
17. Ketahuilah bagaimana menggunakan ancaman
18. Buatlah perjanjian mengenai tingkah laku
19. Adakanlah pertemuan keluarga
20. Jalanilah terapi keluarga
Bagian ketiga : 4 cara membentuk perkembangan anak
21. Sederhanakanlah lingkungan anak anda
22. Perkayalah lingkungan anak anda
23. Batasi lingkungan anak anda
24. Jagalah rumah anda agar teratur
Bagian keempat : 16 cara menanamkan tanggung jawab pada anak
25. Tentukan batasan yang jelas.
26. Berilah konsekuensi dengan segera
27. Tindak lanjuti
28. Konsistenlah
29. Berikanlah imbalan dengan segera
30. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak
31. Janjikanlah imbalan untuk masa yang akan datang
32. Gunakan sebuah sistim imbalan yang ditandai
33. Pelajarilah teknik dekapan
34. Berikanlah hukuman yang ringan (setrap) ?
35. Singkirkanlah segala sesuatu yang dapat disalahgunakan
36. Biarkanlah anak Anda mengganti keduguan karena tingkah lakunya yang tak pantas.
37. Ambillah/cabutlah privilesenya.
38. Manfaatkan konsekuensi alamiah
39. Berilah konsekuensi yang adil
40. Berikan konsekuensi logis
Bagian kelima : 10 kiat untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan
Anda sebagai orang tua
41. Hubungilah seseorang
42. Belajarlah untuk relaks
43. Agendakanlah acara keluarga Anda
44. Bentuklah kelompok pendukung
45. Jangan merongrong autoritas pasangan Anda dan jangan biarkan ia melakukan hal yang sama.
46. Berikanlah penegasan kepada diri Anda sendiri
47. Kendalikanlah kemarahan Anda
48. Hindari minuman beralkohol
49. Terapi individu bagi Anda
50. Bergabunglah dengan orang tua anonim (di amerika).
Penutup : beberapa pemikiran akhir…..
Bagian Pertama : 10 Cara Menghindari Konflik dengan Anak Anda
1. Abaikan Tingkah Laku Yang Tidak Sepantasnya.
Ada sebuah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang pergi ke
sekolah setiap hari dan membenturkan kepalanya ke dinding. Semua
orang di kelasnya, termasuk gurunya, menjadi bingung atas kelakuannya
itu. Mereka semua berlari menghampiri untuk menolong dan mencoba
menghiburnya dengan segala macam cara. Akhirnya, setelah beberapa
hari, seorang psikolog dilibatkan dalam kasus tersebut. Tanap
sepengetahuan anak itu, sang psikolog menasehati guru dan teman-teman
sekelasnya untuk mengabaikan gadis kecil itu setiap kali ia
membenturkan kepalanya. Hari berikutnya, gadis kecil itu datang ke
sekolah dan membenturkan kepalanya seperti biasa, namun seisi kelas
membiarkannya. Esok lusanya, dia juga dibiarkan lagi. Setelah lewat
beberapa hari, gadis kecil itu berangsur-angsur mengurangi tindakan
membenturkan kepalanya. Akhirnya, suatu hari, dia sama sekali
menghentikan tindakan yang tidak sepantasnya tersebut.
Saya akui kisah tentang gadis kecil itu adalah contoh ekstrem, namun
saya kira itu menunjukkan suatu hal yang penting : kadang-kadang
orang tua mendorong anak-anak untuk melakukan tindakan yang tidak
semestinya dengan memberi perhatian atas apa yang mereka lakukan.
Perhatian itu bisa positif (seperti pujian) atau negatif (seperti
kritik). Namun, dalam kasus tindakan yang tidak sepantasnya, kadang-
kadang tidak memberi perhatian adalah cara terbaik untuk
mengatasinya. Bila Anda yakin bahwa perhatian Anda memperburuk
tingkah laku anak Anda, cobalah untuk tidak memberi
perhatian. “Teknik Mengabaikan” dapat menjadi sangat efektif bagi
anak-anak, terutama bila orang tua melakukannya dengan bernar.
Berikut hal yang perlu Anda ingat :
* Tidak memberi perhatian berarti sama sekali tidak memberi
perhatian. Jangan menanggapi anak Anda dengan cara apapun –jangan
berteriak, memangdang atau berbicara pada anak Anda. (Daripada
mencurahkan seluruh perhatian padanya, guanakan saat itu untuk
melakukan kegiatan lain)
* Abaikan anak Anda sama sekali pada saat dia melakukan tindakan yang
tidak pantas. Ini dapat berlangsung sekitar lima atau dua puluh
menit, maka sebaiknya Anda mempersiapkan diri.
* Pastikan bahwa orang dewasa dan anggota keluarga yang lain dalam
ruangan itu mendukung Anda dan juga mengabaikan anak Anda.
* Akhirnya, persiapkanlah untuk memuji anak Anda pada saat ia
menghentikan tindakan tersebut. Anda bisa berkata, misalnya, “Saya
sangat senang kamu berhenti melampiaskan kemarahanmu. Saya
menyukainya karena teriakan itu menyakitkan telinga saya. Orang-orang
di sekitarmu juga lebih senang bila kamu tidak berteriak.” “Teknik
mengabaikan” meminta Anda, terutama sekali, untuk bersabar, dan untuk
mengingat bahwa Anda tidak mengabaikan ank, Anda hanya mengabaikan
tingkah lakunya.
===========
10 Cara Menghindari Konflik dengan Anak Anda.
I.2. Tinggalkan sejenak
Suatu kali saya berjumpa seorang ibu muda tunawisma, ia memiliki
seorang anak perempuan berusia lima tahun dan berkelakuan baik yang
duduk di sampingnya. Saya bertanya kepada ibu itu apa rahasianya
sehingga mempunyai anak yang berkelakuan baik. Dia mengatakan bahwa
setiap kali anaknya melampiaskan kemarahan, dia sungguh-sungguh
meninggalkan anak itu, duduk di tempat agak jauh. Dari kejauhan dia
dapat mengawasi anak itu dan melindunginya dari berbagai bahaya, bila
perlu. Dengan meninggalkan anak itu, sang ibu menghindari desakan
untuk memenuhi keinginan anaknya, namun ia tetap dalam pengawasan.
Anak-anak kadang memaksa orang tua untuk melanggar batas saat orang
tua kehilangan kendali.
Anak-anak yang lebih tua dapat lebih mengejutkan orang tua mereka
dengan keadaan rumah yang porak-poranda ketika mereka memilihih untuk
tidak mematuhi aturan seperti “Tidak boleh berpesta dalam rumah tanpa
pengawasan orang tua.” Bila Anda menyadari bahwa Anda kehilangan
kendali atas anak Anda dan Anda perlu beristirahat sejenak, jangan
ragu-ragu untuk melakukannya. Berikan kesempatan pada diri Anda dan
anak Anda untuk menenangkan diri.
===========
I.3. Alihkan perhatiannya
Salah satu cara untuk menghindari situasi bermasalah adalah dengan
mengalihkan perhatiannya. Anak-anak, terutama bayi dan anak yang
masih sangat kecil, dapat dengan mudah dialihkan perhatiannya; mereka
memiliki rentang perhatian yang pendek dan terus-menerus tertarik
dengan segala sesuatu di lingkungan mereka. Jika Anda melihat anak
Anda menuju ke arah yang salah, cobalah untuk menarik perhatiannya.
Bila anak Anda masih sangat kecil, Anda dapat mengatakan sesuatu,
seperti “Lihatlah di sana! Apa yang engkau lihat ? Ini adalah
cermin ! Dapatkah engkau membuat muka yang lucu ?” Anda bisa juga
secara tidak langsung mengajak anak Anda dengan perkataan seperti “Ke
sini dan duduklah di pangkuan saya. Saya akan membacakan sebuah
cerita untukmu.”
Pengalihan perhatian dapat juga diterapkan bagi anak yang berusia
lebih tua. Misalnya, Anda dapat menghentikan persaingan antar saudara
dengan menyarankan untuk memainkan video game atau menonton film.
Anda dapat mengatakan kepada anak Anda, “Ke sini dan bantulah saya di
dapur (atau garasi, atau halaman belakang). Engkau dapat menjadi
asisten saya.”
Jika perkataan Anda diucapkan dengan ramah, bersemangat, dan muka
lucu, anak Anda mungkin akan menghentikan apa yang dilakukannya dan
mengikuti saran Anda.
=========
I.4. Berikan Penggantinya
Jika seorang anak melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya, berikan
kepada anak itu sesuatu yang pantas untuk dilakukan. Anak-anak perlu
diajar bagaimana, kapan dan di mana harus berlaku sepantasnya. Bagi
mereka, sudah cukup mengetahui bahwa tingkah laku mereka tidak dapat
diterima. Mereka seharusnya diberi tahu mengenai tingkah laku
alternatif atau pengganti. Misalnya :
* Jika anak mencorer-coret lemari dengan crayon, berikan sebuah buku
gambar sebagai gantinya. Temani ia beberapa saat, gambarkan sesuatu
yang lucu, sehingga ia lebih tertarik pada buku gambar. Ingat, anak-
anak sangat senang meniru kelakuan orang dewasa.
* Jika anak bermain-main dengan peralatan kosmetika ibunya dan
membuat kotor, gantikanlah dengan mainan peralatan kosmetika yang
mudah dibersihkan.
* Jika anak melempar batu ke jalan, berikanlah bola sebagai
penggantinya dan ajaklah ia bermain tangkap bola.
Jika anak Anda bermain dengan suatu benda yang dapat pecah atau
terlarang, carilah pengganti yang dapat dinikmatinya. Anak-anak tidak
akan berhenti mencari penyaluran atas kreativitas dan energi mereka.
Belajar menemukan permainan pengganti dengan cepat dan murah harganya
atas tingkah laku anak yang tidak sepantasnya adalah jaminan bagi
Anda untuk mengatasi beberapa masalah yang akan Anda hadapi.
======
I.5. Carilah segi positifnya
Bagaimanapun tidak sepantasnya bentuk tingkah laku anak Anda, cobalah
untuk menemukan sesuatu yang positif untuk dipuji. Ini tampaknya
tidak mungkin, maka berikut ini ada beberapa contoh :
* Jika anak Anda mengaku tidak mematuhi sebuah perintah, berarti dia
adalah anak yang jujur.
* Jika anak Anda memulai perkelahian di sekolah, berarti dia adalah
anak yang kuat dan berani.
* Jika anak Anda berbohong, berarti dia memiliki imajinasi yang baik.
Saya bekerja dengan seorang gadis remaja, Anne, yang meninggalkan
sekolahnya untuk menghibur seorang teman yang sedang mengalami krisis
keluarga dan ingin pergi dari rumahnya. Ibu Anne sangat marah atas
tindakannya itu. Saya setuju bahwa meninggalkan sekolah adalah
melanggar aturan, namun ini menunjukkan bahwa Anne adalah seorang
sahabat yang peduli dan penuh dukungan. Menemukan hal negatif dalam
tingkah laku anak yang tidak sepantasnya adalah mudah. Suatu saat
bila anak Anda melakukan hal yang tidak Anda sukai, cobalah temukan
segi positifnya.
==========================
komen : saya rasa bagian ini pada intinya adalah bertujuan untuk
menjaga keseimbangan emosi orang tua. artinya, beberapa hal yang
disebutkan di atas memang buruk dan tak dapat kita biarkan begitu
saja dilakukan anak kita, tetapi sikap mencari nilai positifnya itu
perlu supaya kita tidak terlalu ‘gelap mata’ saat menghukum anak-anak
kita. Menjaga keseimbangan emosi. Bagaimanapun hati yang tenang jauh
dari emosi yang meluap-luap akan melahirkgan gaya mendidik yang
lebih ‘jitu’.
I.6. Tawarkan Pilihan
Pernahkah Anda ingin tahu mengapa seorang anak kadang-kadang sangat
siap menolak usul atau petunjuk orang tua ? Jawabannya mudah : ini
adalah cara yang alamiah pada anak-anak untuk menyatakan
kemandiriannya. Satu cara untuk menghindari konflik dengan anak Anda
adalah dengan menawarkan pilihan. Anda dapat menawarkan pilihan
kepada anak Anda sepanjang hari dalam berbagai keadaan. Berikut ini
beberapa contoh :
* Tentang makanan : “Kamu ingin sarapan dengan telur atau sereal ?”
* Tentang pakaian : “Kamu lebih suka ke sekolah memakai kaos biru
atau kuning ?”
* Tentang tugas : “Kamu akan mengerjakan tugasmu sebelum atau sesudah
makan ?”
Pilihan adalah penting karena dapat mendorong anak-anak berpikir
untuk dirinya sendiri. Anak-anak akan memperoleh kakuatan pendirian
yang sehat dan rasa percaya diri dengan membuat keputusan sendiri.
Sementara itu, para orang tua dapat mendukung kebutuhan anak mereka
untuk mandiri dan tetap mengawasi tingkah laku anak.
===================
I.7. Gunakan Rasa Humor
Suatu hal telah terjadi pada saat kita pada saat
melewati jalan berbatu menuju kedewasaan. Kita mulai
menjalani hidup dengan teramat serius — bahkan
mungkin sangat serius. Anak-anak, misalnya, tertawa
sekitar 400 kali sehari, sedangkan kita orang dewasa
hanya tertawa 15 kali sehari (Corridan & Hoch, Fun
Facts, P. 80). Mari kita akui, kita dapat menggunakan
lebih banyak humor dalam masa dewasa kita dan terutama
dalam hubungan kita dengan anak-anak. Humor adalah
cara yang menakjubkan untuk meringankan ketegangan
kita, baik secara fisik maupun mental, dan mengatakan
keadaan yang sulit.
Saya ingat sebuah pengalaman yang pernah saya alami
suatu kali ketika bekerja di tempat penampungan wanita
tunawisma dan korban pukulan. Saya sedang mendengarkan
seorang wanita menggambarkan perjuangannya
terus-menerus untuk membebaskan diri dari suami yang
suka menyiksanya ketika tiba-tiba pembicaraan kami
dipotong oleh seorang anak kecil, anak wanita
tersebut, yang mengajukan permintaan (untuk pergi
berenang, saya kira) dengan suara yang merengek dan
menuntut.
Ibu itu segera menjawab, namun bukannya dengan
perintah “Berhentilah merengek !”; dia malah bereaksi
dengan melucu. Dengan gaya yang berlebih-lebihan, dia
menirukan tingkah anaknya dengan lucu — lengkap
dengan suara rengekan, gerak tangan, dan ekspresi
wajah. “Ibu !” Ibu itu meraung, “Saya ingin berenang !
Cepatlah Bu, kita pergi sekarang !” Dalam beberapa
detik, gadis kecil itu menyaksikan kelucuan itu. Dia
memekik dan dengan senang melihat akting ibunya yang
seperti seorang anak kecil. Ibu dan anak itu tertawa
bersama dan tampak santai. Dan ketika kemudian gadis
kecil itu berkata kepada ibunya, saya perhatikan dia
tidak lagi merengek.
Melakukan tindakan lucu yang berlebihan adalah salah
satu cara untuk memasukkan humor ke dalam situasi yang
tegang. Berikut ini beberapa ide yang dapat Anda ikuti
: cobalah gunakan fantasi dan khayalan untuk anak
Anda. Buatlah seolah-olah benda-benda mati dapat hidup
(Anda dapat memanfaatkan keahlian Anda menggunakan
suara perut). Gunakan buku-buku, cangkir, sepatu, kaos
kaki, atau apapun yang dapat memperjelas maksud Anda.
Seorang anak yang menolak melepaskan mainannya mungkin
akan mempertimbangkannya kembali, jika mainan itu
dapat berteriak sambil menangis, “Sekarang sudah larut
dan saya sangat lelah. Saya ingin pulang. Maukah
engkau menolong saya ?” Atau, jika anak Anda tidak mau
menyikat giginya, mungkin Anda dapat mengajaknya
bercakap-cakap dengan sikat gigi.
Petunjuk : JIka Anda menyadari bahwa maksud Anda tidak
lagi dapat disampaikan dengan cara itu, cobalah
memakai variasi lain dengan tema sejenis. Misalnya,
Anda mengadakan pertandingan dengan anak Anda untuk
menentukan siapa yang paling lama menggosok gigi.
Ide lain yang juga sederhana adalah mengatakan sesuatu
yang menggelikan. Misalnya, untuk mendorong anak Anda
agar mau membersihkan kamar, Anda dapat berkata,
“Ruangan ini berbau busuk, saya rasa ada tulang-tulang
dinosaurus yang terkubur di sini !” Atau, “Bila kita
tidak segera bersih-bersih, Dinas Kebersihan akan
mengkarantinakan rumah ini !” Anda dapat juga
meninggalkan catatan yang kocak bagi anak Anda —
terutama remaja “Ingatlah sampai di rumah pukul 22.00.
Tertanda, Regu Pencari Piyama.”
Cobalah bertindak lucu dan spontan. Buatlah mimik yang
lucu atau berbicaralah dengan suara aneh. Bernyanyilah
dengan keras dengan nada palsu. Anda dapat juga
mengubah syair lagu populer sesuai dengan keperluan
Anda.
Anda dapat melakukan sesuatu yang sama sekali tidak
diharapkan secara utuh ketika ketegangan mulai muncul.
Biarkan anak Adan memakan makanan siang untuk makan
malam atau memakai seragam sekolah untuk tidur atau
tidur larut malam. Jangant takut untuk sekali-kali
melanggar peraturan yang tidak penting untuk
menghindari konflik. Andak Anda akan tetap tahu bahwa
Andalah yang berkuasa.
Peringatan : Bila menggunakan humor dalam rumah Anda,
cobalah untuk peka terhadap anak Anda. Hindarkan
kata-kata yang tajam atau kasar. JIka anak Anda merasa
tidak sempurna dalam suatu hal, misalnya memakai kawat
gigi atau berjerawat atau mempunyai telinga yang
besar, jangan membuat humor tentang itu.
Humor dalam mengasuh anak cenderung memasukkan unsur
melebih-lebihkan dan khayalan. Ini adalah hal-hal yang
lucu dan spontan, menggelikan dan tak terduga. Ini
juga tidak mahal dan mudah dilakukan. Yang penting,
cara ini mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak
harus terus-menerus melakukan hal secara sempurna
(karena salah mengikatkan tali sepatu pun dapat
menjadi hal yang lucu). Humor memberikan kesempatan
kepada kita untuk santai dan menghilangkan ketegangan
kita atas satu atau dua peristiwa, dan kita
seolah-olah menjadi anak-anak kembali.
==============
I.8. Memberi Contoh Tingkah Laku yang Sebenarnya
Anak-anak sering kali melakukan hal yang menurut kita tidak pantas;
kadang-kadang mereka memerlukan orang dewasa untuk menghentikan dan
memperlihatkan kepada mereka jalan yang lebih baik. Sebagai orang
tua, Anda adalah orang yang akan ditirukan oleh anak Anda lebih dari
orang lain. Karena itu, memberi contoh adalah cara terbaik dan
termudah untuk mendidik anak Anda. Memberi contoh adalah hal yang
mudah dipelajari dengan pengamatan. Dengan kata lain, anak Anda akan
mempelajari tingkah laku yang pantas dengan melihat dan menirukan
Anda.
Anda dapat menjadi contoh banyak sekali tingkah laku yang pantas bagi
anak Anda. Perhatikan beberapa contoh berikut ini :
* Bayi :
Menatap langsung pada matanya
Memberikan empati
Mengekspresikan kasih dengan afeksi
* Usia Prasekolah :
Duduk dengan tenang
Berbagi segala sesuatu dengan orang lain
Menyelesaikan konflik tanpa bertengkar
* Usia sekolah :
Menjawab telepon dengan sebagaimana mestinya
Menyayangi binatang peliharaan dengan cara yang bertanggung jawab
Membelanjakan uang dengan bijaksana
* Ramaja :
Berbicara tanpa berteriak
Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan
Menolak obat-obatan dan alkohol
Dengan memberi contoh tingkah laku yang sepantasnya kepada anak Anda
saat ini, anak akan dapat menghindari beberapa konflik yang mungkin
terjadi. Anda juga dapat merasa bangga karena anak Anda telah belajar
sesuatu dari Anda, yaitu sesuatu yang baik.
===========
I.9. Tentukan Apa yang Tidak Anda Sukai
Tak ada orang tua yang ingin membawa rumahnya ke dalam medan
pertempuran, namun ini kadang-kadang terjadi. Seorang klien saya,
seorang pemuda belasan tahun, bercerita bahwa ibunya sering mengeluh
atas kelakuannya. Ibunya mengeluh tentang kebiasaan makannya,
kebiasaan tidurnya, rambutnya, bajunya, ruang tidurnya, teman-
temannya, prestasi sekolahnya, dan caranya melewatkan hari-harinya.
Tanggapannya atas tindakan ibunya adalah keinginan
untuk “membungkamnya”. Saat saya berbicara dengan ibunya, jelaslah
bahwa ibu itu sebenarnya menginginkan putranya untuk bekerja paro
waktu. Sayangnya, permintaan itu tenggelam di antara lautan
permintaannya yang lain. Bagi pemuda itu, perkataan ibunya yang
selalu mencela mulai terasa menjemukan. Dia menjadi sangat marah
kepada ibunya atas permintaannya yang sangat banyak sehingga,
akibatnya, dia menentang apapun yang dilakukan ibunya.
Jika Anda menemukan bahwa anak Anda mempunyai banyak sekali tingkah
laku tidak pantas yang ingin Anda ubah, inilah saatnya untuk berhenti
dan menginventarisasikannya. Tanyalah pada diri Anda sendiri tingkah
laku mana yang paling penting dan segera harus ditangani.
Singkirkanlah yang tampaknya tidak penting. Susunlah prioritas, dan
kemudian ambillah tindakan. =====================
————————–
Kadang-kadang kita sangat ingin membentuk anak sesuai dengan selera
pribadi kita sehingga kita, tanpa sadar, terlalu banyak mengekang
untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Akibatnya pada saat kita
melarang hal-hal yang asasi, dasar, prinsip, si Anak sudah terlanjur
jenuh dilarang ini itu. Dia tak dapat lagi memilah mana sebenarnya
yang lebih patut ia taati segera. Saya ingat pernah membawa seorang
kemenakan ke toko baju. Dia ingin sekali membeli satu gaun berwarna
merah muda yang banyak manik-maniknya, kerlap-kerlip. Saat ia pulang
ke rumahnya, ibunya berkata, “kampungan sekali baju ini”. Saya
melihat rona kecewa di wajah anak itu. Dan saya melihat anak itu
memang sulit diatur. Saya pikir, semisal soalan baju, biarkan saja
anak-anak menentukan seleranya. Itu tidak penting. Bahkan ini celah
bagi kita untuk “menangkap”-nya membuatnya loyal kepada kita untuk
hal-hal asasi. Berikan kebebasan untuk hal-hal sepele, agar kita bisa
mengaturnya dalam hal yang penting. Seperti soal baju, ya, semua
orang beda-beda selera. (kayaknya point ini berhubungan erat dengan
point “berikan penggantinya” yaitu memberikan alternatif memilih
dalam hal yang tidak prinsip)
I.10. Tentukan Batas Usia yang Pantas
Dari sekitar usia limat tahun, jika semuanya berjalan baik, anak-anak
akan mulai berjuang untuk kebebasannya. Cita-cita mereka adalah
menjadi manusia yang sempurna dan mandiri, mampu bertingdak dan
berpikir sendiri. Dengan menentukan batas usia yang pantas bagi anak
Anda, Anda dapat mengenali tujuan kebebasannya. Dasaran aturan dan
batas-batas Anda pada usia anak Anda, kemampuan, kebutuhan khusus,
dan tingkat tanggung jawabnya, maka mereka dapat mencapai cita-cita
mereka dengan aman.
Beberapa orang tua berbuat kesalahan dengan memperlakukan anak-anak
mereka benar-benar sama, tanpa menghiraukan perbedaan usia atau
kepentingan khusus mereka. Suatu saat saya pernah mempunyai klien,
gadis berusia 16 tahun, yang menginginkan pintu kamarnya dapat
dikunci pada siang hari — sebuah permintaan sederhana yang normal
bagi remaja. Namun, ayahnya mengatakan “tidak” karena dia merasa
bahwa jika dia memberikan kunci kamar kepada anak gadisnya, dia juga
harus memberikan kunci kamar kepada anak-anaknya yang lain (paling
kecil berusia 5 tahun), dan dia tidak ingin anak-anaknya hidup dalam
penjara.
Sayangnya, dalam kasus ini, sang ayah tidak memahami bahwa bila
anaknya yang berusia 5 tahun belum cukup bertanggungjawab untuk
mengunci pintu kamarnya, anak gadis remajanya jelas sudah dapat
bertanggungjawab. Dan dengan kunci yang tidak mahal, dia dapat
memuaskan kebutuhan anaknya atas keleluasan pribadinya (privacy).
Karena itu, dirikanlah rumah Anda di atas tanah yang padat, namun
yakinkanlah bahwa peraturan yang Anda buat menjadi fleksibel. Ini
tidak berarti Anda harus membiarkan anak Anda melanggar aturan, namun
Anda harus siap menyusun aturan dan batas-batas baru seiring dengan
bertambahnya usia anak Anda dan perubahan kebutuhan mereka.
Pada umumnya, aturan baru seharusnya memberikan kesempatan kepada
anak untuk lebih bertanggung jawab dan bebas — bukan hanya kebebasan
untuk pergi ke lebih banyak tempat dan melakukan banyak hal,
melainkan kebebasan untuk membuatnya merasa lebih banyak memutuskan
secara mandiri. Dengan memperluas batas-batas Anda secara perlahan
dan hati-hati, Anda akan mengetahui kebutuhan anak Anda akan
kebebasan yang lebih besar. Dengan cara ini, anak Anda tidak perlu
harus memberontak untuk memperoleh kebebasan mereka yang sepantasnya.
Sumber : Forum Umahat Tokyo
50 cara efektif menanamkan tingkah laku positif pada
anak. Penulisnya : Dawn Lighter, MA. Penerbit : Gentle Disipline.