Mom & Baby Room

June 21, 2005

TIDAK MUDAH MARAH

Filed under: Syariah

SYARAH ARBA’IN AN NAWAWI
Judul Asli : Syarhul arba’iina Hadiitsan An Nawawiyah
Penulis : Ibnu Daqiqil ‘Ied
Terjemah : Muhammad Thalib (Media Hidayah Yogyakarta)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.

(HR. Bukhari)

Penjelasan :

Pengarang kitab Al Ifshah berkata : “Boleh jadi Nabi mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus kepadanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah”. Sabda beliau : “Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah”.

Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”

Tersebut pada Hadits lain : “Marah itu dari setan”.

Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard : “Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ dapat menghilangkan rasa marah”.

Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokkannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan “a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim” merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu,

==================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
==================================

Sumber : Darul Tauhid 2005

Ada Kekuatan di dalam..

Filed under: Asih Asuh

Ada kekuatan di dalam cinta,

Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat

Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,

Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri

Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,

Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,

Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,

Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,

Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,

Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,

Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi
segala permasalahan dalam hidup ini?
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.

No matter how your heart is grieving…
If you keep on believing…
The dream that you wish will come true…

Sumber: Anymous

KIAT SEHAT ALA RASULULLAH

Filed under: kesehatan

Rasulullah bersabda :
“Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai
Allah daripada mu’min yang lemah …..”(HR Muslim)

Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah?
Ikuti resep berikut :

1. SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum
shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,
sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg
mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara shubuh yg bagus u/ kesehatan mis u/
terapi penyakit TBC
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis
atau Jum疸 beliau mencuci rambut2 halus di pipi,
selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
“Mandi pada hari JUm疸 adalah wajib bagi setiap orang2
dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai
harum-haruman”(HR Muslim)

3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul :
“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum
lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak
sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan
sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu
tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa
Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan
jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2
terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini
penting untuk mencegah penyakit jantung

5. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah” diulangi smapai 3
kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan
Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi
lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan
kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka
duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan
menghilangkan kegundahan hati

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang
mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar,
istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada
Allah SWT

7. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa,
mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan
preventif yang sangat tepat.

Sumber: Millist Muslim Blog

DIARE

Filed under: kesehatan

Oleh: dr Purnamawati Sp A (K), MM Ped

Diare merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami oleh semua orang, termasuk anak-anak. Namun pada anak-anak, diare dapat menjadi keadaan yang mengancam jiwa karena mereka lebih rentan mengalami
dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Selain itu diare juga merupakan penyebab utama terjadinya malanutrisi pada anak-anak.

Keadan-keadaan yang menjadi penyebab utama terjadinya diare adalah higiene yang buruk, sumber air yang tidak bersih dan sehat, lingkungan tempat tinggal yang padat, dan kecenderungan orang tua untuk
memberikan susu formula daripada ASI. Padahal anak yang mendapat ASI eksklusif jarang menderita diare.

Diare adalah gangguan usus yang ditandai dengan abnormalitas kandungan air dan konsistensi feses yang dikeluarkan. Diare juga berarti buang air besar dengan feses yang cair, minimal 3 kali dalam 24 jam. Diare
dapat disebabkan infeksi oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, ataupun parasit. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan, terutama antibiotika, dan pemakaian pemanis buatan.

Diare biasanya akan berlangsung dalam 1 minggu (3 sampai 6 hari) dan kemudian akan sembuh dengan sendirinya. Diare kronis berlangsung lebih lama dari diare akut, dan biasanya merupakan petanda terdapat gangguan kesehatan yang lebih serius seperti infeksi kronis, gangguan absorpsi makanan/nutrien (malaabsorpsi) ataupun disebabkan oleh penyakit yang disebut sebagai Irritable Bowel Syndrome.

A. Macam - macam diare

secara klinis diare dibagi menjadi 4 tipe. Pembagian tersebut dengan
mudah dapat dilakukan pada saat melakukan pemeriksaan fisis dan tidak
diperlukan pemerksaan laboratorium. Selain itu tiap tipe diare
merefleksikan proses patologi dan perubahan fisiologis yang terjadi. 4
tipe tersebuat adalah:

1. Diare Berair Akut

Termasuk dalam kelompok ini adalah kolera. Berlangsung selama beberapa
jam hingga beberapa hari. Dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan
berat badan.

2. Diare Berdarah Akut

Selain menyebabkan dehidrasi, juga menyebabkan kerusakan usus,sepsis,

dan malnutrisi.

3. Diare Persisten

Berlangsung selama 14 hari atau lebih. Selain dehidrasi, dapat juga
terjadi malanutrisi dan infeksi non-usus.

4. Diare Dengan Malanutrisi Berat (marasmus dan kwashiorkor)

Selain dehidrasi, keadaan ini dapat menyebabkan infeksi sitemik yang
berat, gagal jantung, serta defisiensi mineral dan vitamin.

Tata laksana setiap tipe diare terutama bertujuan untuk mencegah dan
mengatasi komplikasi-komplikasi yang dapat terjadi

Diare yang disebabkan oleh infeksi biasanya ditandai dengan gejala
awal berupa demam dan muntah, setelah itu baru timbul diare. Biasanya
anak akan merasa “tidak nyaman” tap! tidak merasa sakit. Infeksi oleh
bakteri ataupun parasit biasanya menyebabkan fesesnya bercampur darah.

Penyebab Diare

Penyebab paling sering diare antara lain:

• Virus.

Penyebab paling sering pada anak adalah Rotavirus dan Adenovirus.
Biasanya tertular akibat kontak langsung. Misalnya tangan kita
menyentuh anak yang sedang sakit diare, lalu tanpa mencuci tangan kita
memegang makanan atau minuman, sehingga makanan atau minuman tersebut
telah mengandung virus yang jika termakan dapat menimbulkan penyakit.

• Bakteri.

Penyebab paling sering antara Iain Campylobacter, Salmonella,
Shigella, dan Escherichia coli. Biasanya tertular dari makanan ataupun
minuman yang terkontaminasi bakteri. Beberapa bakteri menghasilkan zat
toksin yang menyebabkan sel usus halus memproduksi cairan melebihi
kemampuan usus besar untuk menyerap cairan, keadaaan tersebut yang
menyebabkan terjadinya diare.

• Parasit.

Antara Iain Giardia lamblia dan Cryptosporidium. Biasanya tertular
dari makanan ataupun minuman yang terkontaminasi parasit.

Laktosa, salah satu jenis gula yang terdapat dalam susu atupun produk
yang terbuat dari susu juga dapat menyebabkan diare pada beberapa
orang (Intoleransi laktosa).

Diare juga dapat terjadi akibat efek samping obat-obatan yang
dikonsumsi, terutama antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak
rasional (misalnya pemberian antibiotika pada infeksi virus) justru
dapat mematikan kuman “baik” yang terdapat di dalam usus yang
berfungsi dalam proses pencernaan dan menyebabkan suatu keadaan yang
disebut sebagai Kolitis Pseudomembranosa, keadaan di mana lapisan
mukosa usus besar dilapisi oleh suatu selaput yang menghalangi fungsi
usus besar untuk mengabsorpsi cairan.

C. Diagnosis Diare

Dokter akan menanyakan beberapa hal mengenai gejala-gejala yang
terjadi dan menentukan apakah telah terjadi dehidrasi. Beritahu dokter
obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk obat yang dibeli bebas.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan perut untuk melokalisasi
nyeri yang dirasakan, mendengarkan suara perut (bising usus) dengan
menggunakan stetoskop, dan melakukan pemeriksaan melalui anus jika
diperlukan. ]ika diarenya berat ataupun telah kronik, biasanya akan
dilakukan pemeriksaan feses.

D. Tata Laksana Diare

Untuk anak yang menderita diare dengan dehidrasi ringan, pemberian
makanan maupun susu dapat diteruskan seperti biasa, tapi mungkin
dengan jumlah yang lebih sedikit namun dengan frekuensi yang lebih
sering. Pemberian ASI harus diteruskan. Jika anak terlihat kembung
ataupun sering flatus setelah minum susu sapi ataupun susu formula,
segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengubah pola makan sementara
waktu.

Untuk anak dengan diare sedang masih dapat dirawat di rumah dengan
observasi ketat, pemberian cairan khusus, dan konsultasi dokter.
Dokter akan merekomendasikan jumlah dan lamanya penggunaan cairan
khusus yang diperlukan. Nantinya anak dapat kembali memulai pola
makannya seperti biasa lagi. Beberapa anak yang sedang menderita diare
tidak dapta mentoleransi susu sapi sehingga dokter menganjurkan untuk
menghentikan sementara pemberiannya. Pemberian AS! terus diberikan.

Berbagai CRO telah dibuat oleh pabrik obat untuk mengganti kehilangan
cairan dan elektrolit selama terjadinya diare. Cairan tersebut sangat
membantu dalam tata laksana diare. Utamakan menggunakan yang generik,
karena selain lebih murah, efektivitasnya sama dengan yang paten.
Selain itu orang tua dapat membuat sendiri CRO dengan cara
mencampurkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula kedalam 1 liter
air matang.

Cara Menyiapkan Cairan Rehidrasi Oral

1. Cuci tangan sebelum mambuat CRO.

2. Campurkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula atau 1
paket CRO dengan air matang.

3. Cuci tangan anda dan anak anda sebelum memberikan CRO.

4. Berikan anak CRO sesuai kebutuhan, sedikit-sedikit namun sering.

5. Berikan juga cairan pengganti lainnya, seperti ASI dan jus buah.

6. CRO tidak menghentikan diare, tapi mencegah terjadinya
dehidrasi. Diare akan berhenti sesuai perjalanan penyakitnya.

7. Jika anak muntah, tunggu 10 menit baru berikan CRO, biasanya
muntah akan berhenti.

Jika anak tidak muntah, pemberian CRO dapat diberikan hingga frekuensi
buang air kecil anak normal kembali.

Jika anak mengalarni diare dengan dehidrasi berat, cairan pengganti
mungkin diberikan melalui selang infus di ruang gawat darurat selama
beberpa jam untuk memperbaiki keadaan dehidrasi. Biasanya tidak
diperlukan perawatan di rumah sakit.

Pemberian antibiotika tidak akan menyembuhkan diare yang disebabkan
oleh virus yang merupakan penyebab tersering terjadinya diare.
Pemberian anti diare sebaiknya tidak digunakan karena justru
menyebabkan perjalanan penyakit berlangsung lebih lama dan pasien
menjadi carier yang dapat menularkan ke orang lain.

Selama penyakit ini berjalan secara alamiah berikut beberapa hal yang
harus dan yang tidak boleh dilakukan.

Harus dilakukan:

• Memperhatikan apakah terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti,
berkurangnya frekuensi buang air kecil, tidak ada air mata saat
menangis, demam tinggi, mulut kering, berat badan turun, anak terlihat
sangat kehausan, lesu tidak bergairah, kelopak mata cekung.

• Laporkan dokter jika terdapat darah pada fesesnya ataupun
demam tinggi (> 39°C).

• Teruskan pemberian makan seperti biasa jika anak tidak
muntah. Namun berikanlah dalam jumlah yang lebih sedikit ataupun
berikan makanan yang tidak membuat perut anak merasa tidak enak.

• Berikan cairan pengganti khusus jika anak haus.

Tidak boleh dilakukan:

• Membuat sendiri cairan pengganti di rumah tanpa panduan yang
benar.

• Tidak memberikan anak makan saat lapar.

• Memberikan susu yang direbus, ataupun kaldu daging maupun
sup yang asin.

• Memberikan obat-obat “anti-diare”.

E. Konsultasi Dokter

Orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter apabila anak
berusia kurang dari 6 bulan atau memiliki gejala-gejala:

• Diare berlangsung lebih dari 1 minggu.

• Terdapat darah pada fesesnya.

• Muntah yang sering.

• Nyeri perut.

• Demam tinggi.

• Terlihat sangat lemah.

• Tanda-tanda dehidrasi, seperti:

* Frekuensi buang air kecil berkurang (kurang dari 6 popok/hari).

* Tidak ada air mata ketika menangis.

* Tidak mau minum.

* Mulut kering.

* Berat badan turun.

* Terlihat sangat kehausan.

* Terlihat mengantuk dan tidak responsif.

Sedangkan orang tua tidak perlu terburu-buru berkonsultasi dengan
DOKTER jika anak terlihat baik-baik saja meskipun disertai dengan
gejala-gejala:

• Frekuensi buang air besar yang sering ddan dengan feses yang
banyak.

• Sering flatus.

• Feses berwarna kuning ataupun hijau.

F. Pencegahan Diare

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya diare, antara lain:

• ASI eksklusif selama 6 bulan

• Sumber air bersih dan sanitasi yang baik.

• Imunisasi campak

• Mencuci tangan,. terutama sebelum menyentuh makanan
« Buang air besar di kakus.

• Gunakan produk terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi
untuk membunuh bakteri.

• Jangan biarkan makanan pada suhu ruangan oleh karena dapat
merangsang pertumbuhan bakteri.

• Masaklah makanan dan air minuman hingga matang.

Sumber: Millist Ayah Bunda

10 MITOS POLA MAKAN ANAK

Filed under: Asih Asuh

Apa iya, makanan bayi buatan pabrik lebih bagus dibanding buatansendiri? Apa
iya, lebih bagus mengenalkan sayuran dulu dibanding buah? Apa iya, anak cuma
suka makanan yang itu-itu saja? Bingung deh. Apalagi jika orangtua, teman, atau
tetangga, memberi saran berbeda-beda. Yuk,

Teliti mana yang mitos dan mana yang fakta!

1. Mitos : Jika bayi mengalami sembelit saat disususi susu formula, ganti susu
itu dengan yang rendah zat besi.
Fakta : Jumlah zat besi dalam susu formula tidak mempengaruhi fungsi
pencernaan usus bayi. Bahkan memberi susu formula rendah zat besi bisa
menyebabkan bayi anemia, yang bisa menurunkan kemampuan bayi belajar.
Meski ASI mengandung lebih sedikit zat besi, namun zat besi ini lebih
mudah diserap dalam saluran pencernaan bayi. Sebaliknya, zat besi susu
formula tak mudah diserap, sehingga mesti ditambahkan lebih banyak agar
bayi memperoleh cukup zat besi. Jika bayi mengalami sembelit,
diskusikan dengan dokter untuk menambahkan sedikit jus buah ke dalam
menu makannya.

2. Mitos : Kalau mau mengenalkan makanan padat, gunakan makanan botolan,
karena lebih sehat.
Fakta : Makanan bayi yang dikemas dalam botol gelas memang lebih praktis
dan sehat. Namun ini tidak mengandung zat-zat gizi yang lebih istimewa
dibanding makanan buatan sendiri. Meski membuat makanan sendiri lebih
butuh banyak waktu dan tenaga, namun ini lebih bagus sebab bayi akan
kenal dengan citarasa baru yang nantinya akan sering makin familiar
saat ia bertambah besar. Awalnya, cobalah sajikan pure apel yang
dimasak matang. Bisa juga pure buah pir, wortel, jagung, kentang,
kacang hijau, atau kacang polong. Kita juga bisa mengenalkan pisang
atau avokad yang masak.
Bayam, bit, labu, sebaiknya baru diberikan setelah bayi berusia 8
bulan, karena mengandung senyawa nitrat, yang bisa mengganggu suplai
oksigen oleh darah ke dalam sel-sel tubuh. Saat usia bayi 9 bulan, ia
bisa mulai makan daging ayam, ikan, daging sapi, dan makanan dari
kedelai seperti tempe atau tahu, yang sudah dicincang. Jangan sajikan
sup kalengan, daging proses (kornet, sosis, sarden) atau makanan beku
seperti nugget kepada anak di bawah 1 tahun. Kandungan garam dan
zat-zat aditif yang tinggi dalam makanan ini susah dicerna bayi.

3. Mitos : Tidak baik jika anak makan daging atau telur secara teratur.
Fakta : Bagi orang dewasa, memang sebaiknya mengurangi makan daging atau
telur. Namun tidak demikian untuk anak. Daging dan telur adalah sumber
protein yang sangat bagus dan memberi banyak zat besi serta mineral
seng, yang penting bagi tumbuh kembang anak. Namun hindari daging
fastfood, misalnya burger. Lebih baik, buat daging panggang atau bakso
sendiri di rumah. Jika hendak menyajikan telur, berikan yang kuning
telurnya sudah matang dan padat, bukan setengah matang. Untuk
mengurangi alergi, tunda pemberian putih telur sampai usia si kecil 1
tahun.

4. Mitos : Jika anak menolak makanan, jangan sajikan makanan itu lagi!
Fakta : Beberapa penelitian menunjukkan, batita bisa saja perlu disajikan
makanan yang sama sampai 15 kali sebelum ia mau memakannya. Jika batita
menolak makanan yang kita sajikan, jangan diambil hati. Reaksinya bisa
jadi lebih karena terkejut, bukan karena tidak menyukai. Dan biasanya
batita menolak makanan baru karena tekstur atau aromanya, bukan
rasanya.
Cobalah sajikan lagi. Bagus juga jika ibu menyajikan makanan baru yang
berbeda selama beberapa kali. Untuk mengurangi penolakan, sajikan
makanan baru bersama makanan lama yang jadi favoritnya.

5. Mitos : Anak suka makan makanan yang sama lagi dan lagi.
Fakta : Jika batita menyukai makanan tertentu selama berhari-hari atau
berminggu-minggu, mungkin kita bepikir mitos itu benar. Anak memang
suka mengulang makan makanan yang sama. Namun anak juga punya naluri
yang kuat untuk mencoba citarasa baru. Makin banyak anak ditawari jenis
makanan, makin suka pula ia dengan makanan-makanan itu.Jadi, sajikan
sayur-sayuran, buah, atau jenis daging yang baru kepadanya, dengan cara
yang agak beda. Misal, taburkan daging ayam yang disuwir-suwir ke dalam
salad buah. Taburkan keju atau saus dressing ke atas brokoli kukus.
Atau tambahkan wortel pada saus spaghetti. Ajaklah anak ke supermarket
dan biar ia memilih sayuran mana yang disukainya, lalu masaklah
bersama-sama. Anak pasti akan menghargai dan menyukai sayur yang
dipilihnya sendiri. Bisa juga, tanamlah sayur-sayuran di halaman rumah
bersama anak, sehingga saat nantinya dipetik dan dimasak, anak
menyukainya.

6. Mitos : Lebih baik mengenalkan sayur lebih dulu, bukan buah. Kalau tidak,
rasa manis buah akan membuat anak tak suka sayur.
Fakta : Tak ada bukti kalau memberikan buah lebih dulu akan menurunkan
minat anak makan sayuran. Namun apapaun yang ibu kenalkan lebih dulu,
kenalkan makanan baru secara bertahap. Cobalah makanan yang berbeda
setiap 3-4 hari, lalu monitor si kecil untuk memastikan ia tidak
mengalami ruam atau sakit perut, yang merupakan tanda-tanda alergi.

7. Mitos : Anak-anak tidak memerlukan suplemen.
Fakta : Umumnya orang beranggapan, pola makan yang sehat akan menyuplai
anak semua zat gizi yang ia perlukan. Namun menurut studi di AS saja,
50% anak di sana kekurangan minimal satu jenis vitamin atau mineral,
dan 11% anak malah agak anemia. Cobalah diskusikan dengan dokter
mengenai suplemen multivitamin dan mineral yang cocok untuk anak. Jika
anak memang membutuhkan, belilah suplemen yang memberikan kandungan
vitamin atau mineral antara 50-150% RDA (kecukupan harian yang
dianjurkan).

8. Mitos : Batasi jumlah makan anak supaya ia tidak kegemukan.
Fakta : Anak-anak umumnya bagus dalam mengontrol pemasukan makan mereka.
Membatasi porsi makan anak malah justru berdampak negatif. Jika anak
terbiasa lapar secara rutin, mereka pun akan belajar untuk
mengenyangkan diri kapan saja saat tersedia banyak. Ini malah bisa
menjadi kebiasaan yang menimbulkan problem berat badan. Bagi anak yang
memang kelebihan berat badan, tetap sajikan makanan yang tinggi kalori
seperti makaroni, keju, cake, namun batasi jumlahnya saat makan besar.
Tambahkan lebih banyak buah dan sayuran, sehingga anak tetap merasa
kenyang. Selalu ajak juga anak untuk berolah raga bersama.

9. Mitos :Jangan memaniskan sayuran (misal dengan menambahkan gula). Nanti anak
tidak mau makan sayuran yang tawar.
Fakta : Sayuran membantu melindungi anak dari sembelit, kanker, dan
penyakit jantung, dan kita sebaiknya mendorong anak untuk
mengonsumsinya, dengan berbagai cara yang kita bisa. Jika anak terbiasa
makan sayuran secara teratur, ia nantinya akan menyukai sayuran, meski
rasanya tak manis. Jadi, tak perlu merasa bersalah untuk menambahkan
sedikit gula pada kacang-kacangan atau polong-polongan, susu pada
brokoli, atau madu pada labu atau buncis. Kita juga bisa menggunakan
taktik yang sama pada buah. Irislah kiwi atau nanas dan tutupi dengan
gula berwarna atau madu. Sejumlah kecil gula ini tak akan menimbulkan
karies gigi, jika diberikan bersama makanan yang sehat dan bukan
sebagai cake.

10. Mitos : Supaya anak tak mengalami karies gigi, sebaiknya jangan mengenalkan
makanan manis sejak kecil.
Fakta : Melarang anak makan yang manis-manis justru tindakan yang salah.
Ini hanya membuat anak makin ingin makan makanan manis itu. Lebih
bagus, ajarkan kepada anak bahwa sesekali makan makanan bergula seperti
cookie atau permen bisa menjadi bagian dari pola makan sehat secara
keseluruhan. Namun jangan menyetok makanan-makanan itu dalam kulkas
atau lemari makan. Lebih baik sediakan kismis, buah segar, yogurt buah,
jeruk, pir, melon, cracker yang tidak manis, roti tawar dari biji
gandum utuh, susu pasteurisasi, dan semacamnya. Berikan sebagai cemilan
atau dessert (pencuci mulut). Jika anak terbiasa makan cookie, donat,
atau permen, anak mungkin akan menolak cemilan-cemilan ini, namun
tetapkah sajikan dengan konsiten. (TG)

Sumber : Millist Funkymom

Pijat Bayi

Filed under: Baby

SENTUHAN YANG MENYEHATKAN

Sentuhan atau pijatan pada bayi dapat merangsang produksi ASI, meningkatkan
nafsu makan dan berat badannya. Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih
orang tua dan anak, serta menjadi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik
bayi.

Sentuhan alamiah pada bayi sesungguhnya sama artinya dengan tindakan mengurut
atau memijat. Kalau tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata
cara dan teknik pemijatan bayi, ia bisa menjadi terapi untuk mendapatkan banyak
manfaat buat si bayi yang Anda cintai. Untuk keperluan itu, tidak perlu
mengundang dukun pijat bayi sebab pemijatan bisa Anda lakukan sendiri.

Dalam bukunya Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A. menyebutkan,
terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain
kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI).

Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas
Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur mengalami kenaikan berat
badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup
bulan usia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam
minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak
dipijat.

Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak
ke-10). Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga
penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang
lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih sering
menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak.

Merasa aman dan tenang

Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika, melaporkan, bayi yang banyak
memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang mengalami simptom hospitalismus
(gangguan yang sering dialami bayi yang tinggal di panti asuhan, seperti radang
telinga tengah, campak, gangguan usus, dll.).

Pengamatan T. Field seperti dikutip dr. J. David Hull, ahli virologi mulekuler
dari Inggris, dalam makalah berjudul Touch Therapy: Science Confirms Instinct,
menyebutkan terapi pijat 30 menit per hari bisa mengurangi depresi dan
kecemasan. Tidurnya pun bertambah tenang.

Terapi pijat 15 menit selama enam minggu pada bayi usia 1 - 3 bulan juga
meningkatkan kesiagaan (alertness) dan tangisnya berkurang. Ini akan diikuti
dengan peningkatan berat badan, perbaikan kondisi psikis, berkurangnya kadar
hormon stres, dan bertambahnya kadar serotonin.

Meningkatnya aktivitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan
kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini
menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres), dan
selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Lebih dari itu, seperti disebutkan dalam buku Pedoman Pijat Bayi, sentuhan,
belaian, dan pijatan akan mempererat ikatan kasih sayang orang tua dengan anak.
Terhadap perkembangan emosi anak, sentuhan orang tua merupakan dasar
perkembangan komunikasi, yang akan memupuk cinta kasih timbal-balik, dan menjadi
penentu bagi anak untuk menjadi anak yang berbudi pekerti dan percaya diri. Lagi
pula ia akan merasa aman karena merasa yakin memiliki kasih sayang dan
perlindungan dari orang tua.

Untuk kasus tertentu, pijat bayi juga dapat memberikan manfaat tambahan. Bagi
pasangan yang masih remaja (teenage parents), pijat bayi mendongkrak rasa
percaya diri dan rasa penerimaan atas keadaannya menjadi orang tua, serta
meningkatkan harga diri sebagai orang tua. Bagi orang tua angkat, pijat bayi
membantu menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan bayinya. Mereka akan lebih
cepat mengenal dan merasakan bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga.

Untuk mengurangi kolik - yang biasanya ditandai dengan tangis melengking - orang
tua dianjurkan memijat bayinya ketika kolik berlangsung, dan setiap kali sebelum
bayi tidur. Dengan memijat, interaksi bayi dengan orang tua lebih positif, dan
bayi menjadi lebih tenang, serta waktu tidur dan bangunnya lebih teratur.

Pijatan juga terbukti dapat melegakan saluran napas yang menyempit karena asma,
mampu mengurangi perasaan gelisah dan depresi sehingga serangan asma berkurang.
Bahkan pemijatan pada bayi dari ibu HIV-positif dapat lebih menaikkan berat
badan dan meningkatkan perkembangan motorik bayi.

Setiap pijatan berkhasiat

Setiap gerakan yang berkaitan dengan kegiatan mengurut atau memijat memiliki
khasiat. Gerakan usapan misalnya, dapat menenangkan anak, sehingga bermanfaat
bagi anak yang berpembawaan gugup. Pada anak yang lesu dan malas bergerak,
Barbara Ahr, ahli fosioterapi, menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih
bertenaga dan diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang aliran darah
dan getah bening. Anda bisa mengusap-usap bagian punggung, tungkai, atau lengan
si kecil.

Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Remasan, menurut Ahr, berkhasiat
pada jaringan penentu kemelaran otot yang terletak pada gelendong jaringan otot.
Dengan kata lain, remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus
akan lebih melancarkan peredaran darah.

Teknik remasan dilakukan dengan cara bagian tungkai atau lengan dipadatkan atau
dimelarkan menggunakan sisi tangan bagian dalam dan sedikit gerakan memeras;
mirip gerakan membuat adonan roti.

Teknik kocokan dilakukan dengan cara “menggulung”. Tangan diletakkan sejajar
dengan anggota badan, sambil mengurut seperti menggulung sosis atau mengaduk
adonan. Teknik ini bermanfaat untuk mengendorkan jaringan.

Cara lain, dengan teknik lingkar. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat
bentuk lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian
mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin bulat.

Teknik urut lingkar, menurut Ahr, memberikan stimulasi pada permukaan jaringan,
bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Hasilnya, aliran darah meningkat dan
pembuluh darah lebih lebar.

Semua teknik urut (usapan, remasan, kocokan, dan gerakan lingkar) bisa saling
melengkapi. Bila dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik.

Pemijatan bisa dilakukan oleh ayah, ibu, nenek, atau anggota keluarga lain.
Penelitian di Australia membuktikan, bayi yang dipijat ayahnya berat badannya
cenderung naik dan hubungan dengan ayah makin baik. Bahkan bayi yang dipijat
sejak usia empat minggu, ketika mencapai usia 12 minggu, akan lebih responsif.

Kapan boleh mulai dipijat?

Dalam buku Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli menyebutkan bahwa pijat bayi
dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Jadi, dapat dimulai kapan saja sesuai
keinginan. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan
tiap hari sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.

Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi. Bisa juga malam hari sebelum
bayi tidur sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak. Tindakan pijat dikurangi
seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijat dua hari
sekali sudah memadai.

Sebelum memijat, pastikan tangan Anda bersih dan hangat. Periksa kuku dan
perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi. Bayi sudah makan atau
benar-benar tidak sedang lapar. Tapi jangan memijat segera setelah bayi selesai
makan.

Yang juga penting diperhatikan, jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat.
Jangan memijat bayi yang sedang tidak sehat, atau tak mau dipijat. Tidak boleh
memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.

Sebelum pemijatan hendaknya disiapkan lebih dulu handuk, popok, baju ganti, dan
baby oil atau baby lotion. Bayi dibaringkan di atas permukaan kain yang rata,
lembut, dan bersih. Pilih ruangan yang nyaman, hangat, dan tidak pengap untuk
kegiatan ini. Lakukan secara menggembirakan bagi Anda maupun si bayi.

Sebelum memijat, perlu dilakukan gerakan pembuka berupa sentuhan ringan di
sepanjang sisi wajah bayi dan mengusap-usap rambut kepala, sambil diajak
berbicara. Sebelum dan selama pemijatan, kulit bayi perlu sesering mungkin
dilumuri baby oil atau baby lotion.

Awalnya dilakukan sentuhan ringan dan lembut. Kemudian secara bertahap
ditambahkan tekanan pada sentuhan itu, terutama bila bayi sudah mulai menerima
pijatan itu. Bila bayi menangis, tenangkan dulu sebelum pemijatan dilanjutkan.
Kalau tangisnya makin keras, pemijatan sebaiknya dihentikan. Mungkin bayi minta
digendong, disusui, atau mengantuk.

Selama pemijatan, pandanglah mata bayi dengan penuh kasih sayang. Lewat kontak
pandang, Anda bisa belajar mengenali reaksi anak dan bisa mengamati penerimaan
kegiatan memijat ini oleh anak. Anda pun dapat sekaligus menetapkan takaran
pijatan yang pas untuk bayi Anda. Untuk menciptakan suasana tenang, ada baiknya
sambil bersenandung atau memutar lagu lembut.

Tak ada ketentuan baku tentang lamanya pemijatan. Namun berdasarkan pengalaman,
untuk seluruh tahap pemijatan secara lengkap perlu disediakan waktu khusus
minimal 15 menit. Setelah selesai, dr. Utami Roesli menyarankan, bayi perlu
dimandikan agar merasa segar dan bersih dari lumuran baby oil. Hindarkan mata
bayi dari percikan minyak atau baby oil.

Kegiatan mengurut bayi tidaklah menuntut keterampilan khusus. Pada awalnya
mungkin kurang sempurna, namun kalau makin sering dilakukan, akan ditemukan
pijatan dengan intensitas yang pas untuk bayi Anda. Selamat mencoba. (dr. Audrey
Luize/Rye)

PIJATAN SESUAI UMUR
Tak ada teknik pijat yang baku. Tiap individu, menurut dr. Utami Roesli, bisa
menerapkan teknik dan tahapan pemijatan masing-masing. Namun, untuk bayi berumur
0 - 1 bulan, disarankan hanya diberi gerakan usapan halus. Sebelum tali pusat
lepas, sebaiknya tidak dipijat di daerah perut.

Bayi umur 1 - 3 bulan, diberi gerakan pijat halus dengan tekanan ringan. Untuk
bayi usia 3 bulan - 3 tahun, bisa ditambah dengan tekanan. Pemijatan dimulai
dari kaki, bagian dada, tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung.

Pemijatan kaki dengan cara memegang pangkal paha bayi, lalu tangan digerakkan ke
arah pergelangan kaki seperti memerah susu. Atau, dua tangan bergerak bersamaan,
dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar kaki bayi secara
lembut.

Telapak kaki diurut dengan kedua ibu jari. Atau, membuat lingkaran-lingkaran
kecil pada telapak kaki. Jemari kaki dipijat satu per satu dengan gerakan
memutar menjauhi telapak kaki, dan diakhiri dengan tarikan lembut pada tiap
ujung jari.
Punggung kaki diurut dengan kedua ibu jari. Atau, ibu jari membuat
lingkaran-lingkaran kecil dari mata kaki ke jari kaki. Selanjutnya kedua tangan
membuat gerakan menggulung ke arah pergelangan kaki. Akhirnya, kedua kaki bayi
dirapatkan, dan dengan halus kedua kaki bayi diusap dari atas ke bawah.

Untuk memijat perut, lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal
sepeda, dari atas ke bawah, dengan telapak tangan kanan dan kiri secara
bergantian. Selanjutnya, gerakan menekuk kedua lutut bayi secara lembut hingga
menekan ke perut bayi. Ada juga gerakan membuat lingkaran-lingkaran searah jarum
jam, gerakan membentuk huruf “U”, dll.

Dada dipijat dengan telapak tangan yang membuat gerakan dari tengah dada ke
samping. Atau, gerakan membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung
jari pada ulu hati.

Cara lain, gerakan seperti membuat gambar jantung kecil di sekitar puting susu.
Atau, gerakan membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka, lalu
jari-jari tangan diregangkan seolah membuat gambar burung kecil.

Pemijatan tangan dimulai dari pundak, tangan kanan dan kiri Anda bergerak
seperti memerah susu. Atau, kedua tangan melakukan gerakan memeras, memijat, dan
memutar secara lembut pada lengan bayi.

Pada telapak tangan, kedua ibu jari membuat lingkaran-lingkaran kecil. Sementara
keempat jari Anda memijat bagian punggung tangan bayi. Jari bayi dipijat satu
per satu ke arah ujung jari dengan gerakan memutar. Gerakan ini diakhiri dengan
tarikan lembut pada tiap ujung jari.

Lengan bayi dipijat dengan gerakan menggulung dari kedua telapak tangan Anda.
Kemudian kedua lengan bayi dirapatkan ke badannya dan diusap lembut.

Pemijatan muka dimulai dengan mengusap wajah bayi ke arah samping dengan kedua
telapak tangan. Lalu jemari menekan lembut di tengah dahi, dan membuat gerakan
ke samping kiri dan kanan. Buat lingkaran-lingkaran kecil di pelipis, juga ke
daerah pipi di bawah mata. Kedua ibu jari memijat alis mulai dari tengah ke
samping.

Pemijatan punggung dilakukan menggunakan kedua telapak tangan. Atau, dengan
gerakan mengusap, membuat lingkaran-lingkaran kecil, gerakan menggaruk dengan
tekanan lembut.

Berikut ini contoh teknik lain mengurut wajah bayi:

1. Gerakan membedaki hidung. Hidung bayi “dicolek” bedak dengan
telunjuk.

2. Gerakan menyeterika dahi. Caranya, pelipis diusap dengan
telapak tangan.

3. Gerakan cincin mata. Membuat lingkaran di sekeliling mata
dengan ujung jari.

4. Gerakan lingkar di pipi dengan cara menggambar lingkaran di
pipi, mula-mula besar kemudian makin kecil.

5. Gerakan mencubit-cubit kulit pipi.

6. Menempelkan telapak tangan di pipi lalu digoyang-goyangkan.

7. Gerakan bersiul, yaitu dengan mengusahakan agar mulut bayi
dimonyongkan.

Selain untuk mengurut wajah, teknik urut serupa juga bisa untuk pemijatan bagian
kaki, tungkai dan lengan, perut, dada dan punggung.

Sumber : Miilist Funkymom disadur dari Intisari November 1999

Metode Berpikir

Filed under: Asih Asuh

ITEM KELOMPOK POLA PIKIR
A(6) Genetik/ historik/ perkembangan Evolusioner
Historik
Prediktif linier
Antisipatif
Kontekstual
Morphogenetik

B(6) Sistematisasi
1. Sistematik
2. Fungsional
3. Pragmatik
4. Kontekstual
5. Elektik
6. Utopik

C(7) Pergeseran dari kutub statistika kekutub dinamika.
7. Struktural
8. Mekhanistik
9. Organik
10. PsikodinamikSosiodinamik
11. Interaktif
12. Sistemik
13. Sinergik

D(4) Deskripsi 14. Perseptif
15. Deskriptif
16. Penafsiran.
17. Memaknai

E(3) Perwujudan realitas
18. Wujud aksidental
19. Wujud Aktual
20. Wujud esensial

F(2) Tujuan 21. Tujuan Instrumental
22. Tujuan Substansial

G(4) Empirik 23. Emperik Sensual
24. Empirik Logik
25. Empirik Etik
26. Empirik Transidental

H(4) Epistemmologis
27. Deduktif
28. Induktif
29. Reflektif
30. Verstehen

I Objek dan SasaranKeterkaitan Phenomena
31. Kategorik
32. Idiographik
33. Tipologik.
34. Generalisasi
35. Nomothetik
36. Linier
37. Interdependent & Interaktif
38. Multilinier
39. Vertikal
40. Hierarki
41. Horizontal/ Lateral.
42. Berfikir Divergen.

KL KesatuanKontradiksi Intern
43. Heterarkhik.
44. Sekuensial
45. Antisipatif
46. Kontekstual
47. Korespondensi.
48. Relevansi.
49. Konvergensi
50. Gestalt
51. Integrasi
52. Thermostatik
53. Triangulasi
54. Singkronisasi
Kongruensi

Sumber: Filsafat Ilmu, oleh Herman Soewardi

50 CARA EFEKTIF MENANAMKAN TINGKAH LAKU POSITIF PADA ANAK

Filed under: Asih Asuh

Bagian Pertama : 10 Cara menghindari konflik dengan anak
1. Abaikan tingkah laku yang tidak sepantasnya
2. Tinggalkan sejenak
3. Alihkan perhatiannya
4. Berikan penggantinya
5. Carilah segi positifnya
6. Tawarkan pilihan
7. Gunakan rasa humor
8. Memberi contoh tingkah laku yang sepantasnya
9. Tentukan apa yang tidak Anda sukai
10. Tentukan batas usia yang pantas

Bagian Kedua : 10 Cara mengembangkan komunikasi
11. Berikan perintah dengan jelas dan spesifik
12. Gunakan bahasa tubuh dengan semestinya
13. Katakan “tidak”……..
14. Berbicaralah dengan tenang
15. Jadilah pendengar yang baik
16. Berusahalah memecahkan masalah
17. Ketahuilah bagaimana menggunakan ancaman
18. Buatlah perjanjian mengenai tingkah laku
19. Adakanlah pertemuan keluarga
20. Jalanilah terapi keluarga

Bagian ketiga : 4 cara membentuk perkembangan anak
21. Sederhanakanlah lingkungan anak anda
22. Perkayalah lingkungan anak anda
23. Batasi lingkungan anak anda
24. Jagalah rumah anda agar teratur

Bagian keempat : 16 cara menanamkan tanggung jawab pada anak
25. Tentukan batasan yang jelas.
26. Berilah konsekuensi dengan segera
27. Tindak lanjuti
28. Konsistenlah
29. Berikanlah imbalan dengan segera
30. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak
31. Janjikanlah imbalan untuk masa yang akan datang
32. Gunakan sebuah sistim imbalan yang ditandai
33. Pelajarilah teknik dekapan
34. Berikanlah hukuman yang ringan (setrap) ?
35. Singkirkanlah segala sesuatu yang dapat disalahgunakan
36. Biarkanlah anak Anda mengganti keduguan karena tingkah lakunya yang tak pantas.
37. Ambillah/cabutlah privilesenya.
38. Manfaatkan konsekuensi alamiah
39. Berilah konsekuensi yang adil
40. Berikan konsekuensi logis

Bagian kelima : 10 kiat untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan
Anda sebagai orang tua
41. Hubungilah seseorang
42. Belajarlah untuk relaks
43. Agendakanlah acara keluarga Anda
44. Bentuklah kelompok pendukung
45. Jangan merongrong autoritas pasangan Anda dan jangan biarkan ia melakukan hal yang sama.
46. Berikanlah penegasan kepada diri Anda sendiri
47. Kendalikanlah kemarahan Anda
48. Hindari minuman beralkohol
49. Terapi individu bagi Anda
50. Bergabunglah dengan orang tua anonim (di amerika).

Penutup : beberapa pemikiran akhir…..

Bagian Pertama : 10 Cara Menghindari Konflik dengan Anak Anda

1. Abaikan Tingkah Laku Yang Tidak Sepantasnya.

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang pergi ke
sekolah setiap hari dan membenturkan kepalanya ke dinding. Semua
orang di kelasnya, termasuk gurunya, menjadi bingung atas kelakuannya
itu. Mereka semua berlari menghampiri untuk menolong dan mencoba
menghiburnya dengan segala macam cara. Akhirnya, setelah beberapa
hari, seorang psikolog dilibatkan dalam kasus tersebut. Tanap
sepengetahuan anak itu, sang psikolog menasehati guru dan teman-teman
sekelasnya untuk mengabaikan gadis kecil itu setiap kali ia
membenturkan kepalanya. Hari berikutnya, gadis kecil itu datang ke
sekolah dan membenturkan kepalanya seperti biasa, namun seisi kelas
membiarkannya. Esok lusanya, dia juga dibiarkan lagi. Setelah lewat
beberapa hari, gadis kecil itu berangsur-angsur mengurangi tindakan
membenturkan kepalanya. Akhirnya, suatu hari, dia sama sekali
menghentikan tindakan yang tidak sepantasnya tersebut.

Saya akui kisah tentang gadis kecil itu adalah contoh ekstrem, namun
saya kira itu menunjukkan suatu hal yang penting : kadang-kadang
orang tua mendorong anak-anak untuk melakukan tindakan yang tidak
semestinya dengan memberi perhatian atas apa yang mereka lakukan.
Perhatian itu bisa positif (seperti pujian) atau negatif (seperti
kritik). Namun, dalam kasus tindakan yang tidak sepantasnya, kadang-
kadang tidak memberi perhatian adalah cara terbaik untuk
mengatasinya. Bila Anda yakin bahwa perhatian Anda memperburuk
tingkah laku anak Anda, cobalah untuk tidak memberi
perhatian. “Teknik Mengabaikan” dapat menjadi sangat efektif bagi
anak-anak, terutama bila orang tua melakukannya dengan bernar.
Berikut hal yang perlu Anda ingat :

* Tidak memberi perhatian berarti sama sekali tidak memberi
perhatian. Jangan menanggapi anak Anda dengan cara apapun –jangan
berteriak, memangdang atau berbicara pada anak Anda. (Daripada
mencurahkan seluruh perhatian padanya, guanakan saat itu untuk
melakukan kegiatan lain)

* Abaikan anak Anda sama sekali pada saat dia melakukan tindakan yang
tidak pantas. Ini dapat berlangsung sekitar lima atau dua puluh
menit, maka sebaiknya Anda mempersiapkan diri.

* Pastikan bahwa orang dewasa dan anggota keluarga yang lain dalam
ruangan itu mendukung Anda dan juga mengabaikan anak Anda.

* Akhirnya, persiapkanlah untuk memuji anak Anda pada saat ia
menghentikan tindakan tersebut. Anda bisa berkata, misalnya, “Saya
sangat senang kamu berhenti melampiaskan kemarahanmu. Saya
menyukainya karena teriakan itu menyakitkan telinga saya. Orang-orang
di sekitarmu juga lebih senang bila kamu tidak berteriak.” “Teknik
mengabaikan” meminta Anda, terutama sekali, untuk bersabar, dan untuk
mengingat bahwa Anda tidak mengabaikan ank, Anda hanya mengabaikan
tingkah lakunya.

===========

10 Cara Menghindari Konflik dengan Anak Anda.

I.2. Tinggalkan sejenak

Suatu kali saya berjumpa seorang ibu muda tunawisma, ia memiliki
seorang anak perempuan berusia lima tahun dan berkelakuan baik yang
duduk di sampingnya. Saya bertanya kepada ibu itu apa rahasianya
sehingga mempunyai anak yang berkelakuan baik. Dia mengatakan bahwa
setiap kali anaknya melampiaskan kemarahan, dia sungguh-sungguh
meninggalkan anak itu, duduk di tempat agak jauh. Dari kejauhan dia
dapat mengawasi anak itu dan melindunginya dari berbagai bahaya, bila
perlu. Dengan meninggalkan anak itu, sang ibu menghindari desakan
untuk memenuhi keinginan anaknya, namun ia tetap dalam pengawasan.
Anak-anak kadang memaksa orang tua untuk melanggar batas saat orang
tua kehilangan kendali.

Anak-anak yang lebih tua dapat lebih mengejutkan orang tua mereka
dengan keadaan rumah yang porak-poranda ketika mereka memilihih untuk
tidak mematuhi aturan seperti “Tidak boleh berpesta dalam rumah tanpa
pengawasan orang tua.” Bila Anda menyadari bahwa Anda kehilangan
kendali atas anak Anda dan Anda perlu beristirahat sejenak, jangan
ragu-ragu untuk melakukannya. Berikan kesempatan pada diri Anda dan
anak Anda untuk menenangkan diri.

===========

I.3. Alihkan perhatiannya

Salah satu cara untuk menghindari situasi bermasalah adalah dengan
mengalihkan perhatiannya. Anak-anak, terutama bayi dan anak yang
masih sangat kecil, dapat dengan mudah dialihkan perhatiannya; mereka
memiliki rentang perhatian yang pendek dan terus-menerus tertarik
dengan segala sesuatu di lingkungan mereka. Jika Anda melihat anak
Anda menuju ke arah yang salah, cobalah untuk menarik perhatiannya.
Bila anak Anda masih sangat kecil, Anda dapat mengatakan sesuatu,
seperti “Lihatlah di sana! Apa yang engkau lihat ? Ini adalah
cermin ! Dapatkah engkau membuat muka yang lucu ?” Anda bisa juga
secara tidak langsung mengajak anak Anda dengan perkataan seperti “Ke
sini dan duduklah di pangkuan saya. Saya akan membacakan sebuah
cerita untukmu.”

Pengalihan perhatian dapat juga diterapkan bagi anak yang berusia
lebih tua. Misalnya, Anda dapat menghentikan persaingan antar saudara
dengan menyarankan untuk memainkan video game atau menonton film.
Anda dapat mengatakan kepada anak Anda, “Ke sini dan bantulah saya di
dapur (atau garasi, atau halaman belakang). Engkau dapat menjadi
asisten saya.”

Jika perkataan Anda diucapkan dengan ramah, bersemangat, dan muka
lucu, anak Anda mungkin akan menghentikan apa yang dilakukannya dan
mengikuti saran Anda.

=========

I.4. Berikan Penggantinya

Jika seorang anak melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya, berikan
kepada anak itu sesuatu yang pantas untuk dilakukan. Anak-anak perlu
diajar bagaimana, kapan dan di mana harus berlaku sepantasnya. Bagi
mereka, sudah cukup mengetahui bahwa tingkah laku mereka tidak dapat
diterima. Mereka seharusnya diberi tahu mengenai tingkah laku
alternatif atau pengganti. Misalnya :

* Jika anak mencorer-coret lemari dengan crayon, berikan sebuah buku
gambar sebagai gantinya. Temani ia beberapa saat, gambarkan sesuatu
yang lucu, sehingga ia lebih tertarik pada buku gambar. Ingat, anak-
anak sangat senang meniru kelakuan orang dewasa.

* Jika anak bermain-main dengan peralatan kosmetika ibunya dan
membuat kotor, gantikanlah dengan mainan peralatan kosmetika yang
mudah dibersihkan.

* Jika anak melempar batu ke jalan, berikanlah bola sebagai
penggantinya dan ajaklah ia bermain tangkap bola.

Jika anak Anda bermain dengan suatu benda yang dapat pecah atau
terlarang, carilah pengganti yang dapat dinikmatinya. Anak-anak tidak
akan berhenti mencari penyaluran atas kreativitas dan energi mereka.

Belajar menemukan permainan pengganti dengan cepat dan murah harganya
atas tingkah laku anak yang tidak sepantasnya adalah jaminan bagi
Anda untuk mengatasi beberapa masalah yang akan Anda hadapi.

======

I.5. Carilah segi positifnya

Bagaimanapun tidak sepantasnya bentuk tingkah laku anak Anda, cobalah
untuk menemukan sesuatu yang positif untuk dipuji. Ini tampaknya
tidak mungkin, maka berikut ini ada beberapa contoh :

* Jika anak Anda mengaku tidak mematuhi sebuah perintah, berarti dia
adalah anak yang jujur.

* Jika anak Anda memulai perkelahian di sekolah, berarti dia adalah
anak yang kuat dan berani.

* Jika anak Anda berbohong, berarti dia memiliki imajinasi yang baik.

Saya bekerja dengan seorang gadis remaja, Anne, yang meninggalkan
sekolahnya untuk menghibur seorang teman yang sedang mengalami krisis
keluarga dan ingin pergi dari rumahnya. Ibu Anne sangat marah atas
tindakannya itu. Saya setuju bahwa meninggalkan sekolah adalah
melanggar aturan, namun ini menunjukkan bahwa Anne adalah seorang
sahabat yang peduli dan penuh dukungan. Menemukan hal negatif dalam
tingkah laku anak yang tidak sepantasnya adalah mudah. Suatu saat
bila anak Anda melakukan hal yang tidak Anda sukai, cobalah temukan
segi positifnya.

==========================

komen : saya rasa bagian ini pada intinya adalah bertujuan untuk
menjaga keseimbangan emosi orang tua. artinya, beberapa hal yang
disebutkan di atas memang buruk dan tak dapat kita biarkan begitu
saja dilakukan anak kita, tetapi sikap mencari nilai positifnya itu
perlu supaya kita tidak terlalu ‘gelap mata’ saat menghukum anak-anak
kita. Menjaga keseimbangan emosi. Bagaimanapun hati yang tenang jauh
dari emosi yang meluap-luap akan melahirkgan gaya mendidik yang
lebih ‘jitu’.

I.6. Tawarkan Pilihan

Pernahkah Anda ingin tahu mengapa seorang anak kadang-kadang sangat
siap menolak usul atau petunjuk orang tua ? Jawabannya mudah : ini
adalah cara yang alamiah pada anak-anak untuk menyatakan
kemandiriannya. Satu cara untuk menghindari konflik dengan anak Anda
adalah dengan menawarkan pilihan. Anda dapat menawarkan pilihan
kepada anak Anda sepanjang hari dalam berbagai keadaan. Berikut ini
beberapa contoh :

* Tentang makanan : “Kamu ingin sarapan dengan telur atau sereal ?”

* Tentang pakaian : “Kamu lebih suka ke sekolah memakai kaos biru
atau kuning ?”

* Tentang tugas : “Kamu akan mengerjakan tugasmu sebelum atau sesudah
makan ?”

Pilihan adalah penting karena dapat mendorong anak-anak berpikir
untuk dirinya sendiri. Anak-anak akan memperoleh kakuatan pendirian
yang sehat dan rasa percaya diri dengan membuat keputusan sendiri.
Sementara itu, para orang tua dapat mendukung kebutuhan anak mereka
untuk mandiri dan tetap mengawasi tingkah laku anak.

===================

I.7. Gunakan Rasa Humor

Suatu hal telah terjadi pada saat kita pada saat
melewati jalan berbatu menuju kedewasaan. Kita mulai
menjalani hidup dengan teramat serius — bahkan
mungkin sangat serius. Anak-anak, misalnya, tertawa
sekitar 400 kali sehari, sedangkan kita orang dewasa
hanya tertawa 15 kali sehari (Corridan & Hoch, Fun
Facts, P. 80). Mari kita akui, kita dapat menggunakan
lebih banyak humor dalam masa dewasa kita dan terutama
dalam hubungan kita dengan anak-anak. Humor adalah
cara yang menakjubkan untuk meringankan ketegangan
kita, baik secara fisik maupun mental, dan mengatakan
keadaan yang sulit.

Saya ingat sebuah pengalaman yang pernah saya alami
suatu kali ketika bekerja di tempat penampungan wanita
tunawisma dan korban pukulan. Saya sedang mendengarkan
seorang wanita menggambarkan perjuangannya
terus-menerus untuk membebaskan diri dari suami yang
suka menyiksanya ketika tiba-tiba pembicaraan kami
dipotong oleh seorang anak kecil, anak wanita
tersebut, yang mengajukan permintaan (untuk pergi
berenang, saya kira) dengan suara yang merengek dan
menuntut.

Ibu itu segera menjawab, namun bukannya dengan
perintah “Berhentilah merengek !”; dia malah bereaksi
dengan melucu. Dengan gaya yang berlebih-lebihan, dia
menirukan tingkah anaknya dengan lucu — lengkap
dengan suara rengekan, gerak tangan, dan ekspresi
wajah. “Ibu !” Ibu itu meraung, “Saya ingin berenang !
Cepatlah Bu, kita pergi sekarang !” Dalam beberapa
detik, gadis kecil itu menyaksikan kelucuan itu. Dia
memekik dan dengan senang melihat akting ibunya yang
seperti seorang anak kecil. Ibu dan anak itu tertawa
bersama dan tampak santai. Dan ketika kemudian gadis
kecil itu berkata kepada ibunya, saya perhatikan dia
tidak lagi merengek.

Melakukan tindakan lucu yang berlebihan adalah salah
satu cara untuk memasukkan humor ke dalam situasi yang
tegang. Berikut ini beberapa ide yang dapat Anda ikuti
: cobalah gunakan fantasi dan khayalan untuk anak
Anda. Buatlah seolah-olah benda-benda mati dapat hidup
(Anda dapat memanfaatkan keahlian Anda menggunakan
suara perut). Gunakan buku-buku, cangkir, sepatu, kaos
kaki, atau apapun yang dapat memperjelas maksud Anda.
Seorang anak yang menolak melepaskan mainannya mungkin
akan mempertimbangkannya kembali, jika mainan itu
dapat berteriak sambil menangis, “Sekarang sudah larut
dan saya sangat lelah. Saya ingin pulang. Maukah
engkau menolong saya ?” Atau, jika anak Anda tidak mau
menyikat giginya, mungkin Anda dapat mengajaknya
bercakap-cakap dengan sikat gigi.

Petunjuk : JIka Anda menyadari bahwa maksud Anda tidak
lagi dapat disampaikan dengan cara itu, cobalah
memakai variasi lain dengan tema sejenis. Misalnya,
Anda mengadakan pertandingan dengan anak Anda untuk
menentukan siapa yang paling lama menggosok gigi.

Ide lain yang juga sederhana adalah mengatakan sesuatu
yang menggelikan. Misalnya, untuk mendorong anak Anda
agar mau membersihkan kamar, Anda dapat berkata,
“Ruangan ini berbau busuk, saya rasa ada tulang-tulang
dinosaurus yang terkubur di sini !” Atau, “Bila kita
tidak segera bersih-bersih, Dinas Kebersihan akan
mengkarantinakan rumah ini !” Anda dapat juga
meninggalkan catatan yang kocak bagi anak Anda —
terutama remaja “Ingatlah sampai di rumah pukul 22.00.
Tertanda, Regu Pencari Piyama.”

Cobalah bertindak lucu dan spontan. Buatlah mimik yang
lucu atau berbicaralah dengan suara aneh. Bernyanyilah
dengan keras dengan nada palsu. Anda dapat juga
mengubah syair lagu populer sesuai dengan keperluan
Anda.

Anda dapat melakukan sesuatu yang sama sekali tidak
diharapkan secara utuh ketika ketegangan mulai muncul.
Biarkan anak Adan memakan makanan siang untuk makan
malam atau memakai seragam sekolah untuk tidur atau
tidur larut malam. Jangant takut untuk sekali-kali
melanggar peraturan yang tidak penting untuk
menghindari konflik. Andak Anda akan tetap tahu bahwa
Andalah yang berkuasa.

Peringatan : Bila menggunakan humor dalam rumah Anda,
cobalah untuk peka terhadap anak Anda. Hindarkan
kata-kata yang tajam atau kasar. JIka anak Anda merasa
tidak sempurna dalam suatu hal, misalnya memakai kawat
gigi atau berjerawat atau mempunyai telinga yang
besar, jangan membuat humor tentang itu.

Humor dalam mengasuh anak cenderung memasukkan unsur
melebih-lebihkan dan khayalan. Ini adalah hal-hal yang
lucu dan spontan, menggelikan dan tak terduga. Ini
juga tidak mahal dan mudah dilakukan. Yang penting,
cara ini mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak
harus terus-menerus melakukan hal secara sempurna
(karena salah mengikatkan tali sepatu pun dapat
menjadi hal yang lucu). Humor memberikan kesempatan
kepada kita untuk santai dan menghilangkan ketegangan
kita atas satu atau dua peristiwa, dan kita
seolah-olah menjadi anak-anak kembali.

==============

I.8. Memberi Contoh Tingkah Laku yang Sebenarnya

Anak-anak sering kali melakukan hal yang menurut kita tidak pantas;
kadang-kadang mereka memerlukan orang dewasa untuk menghentikan dan
memperlihatkan kepada mereka jalan yang lebih baik. Sebagai orang
tua, Anda adalah orang yang akan ditirukan oleh anak Anda lebih dari
orang lain. Karena itu, memberi contoh adalah cara terbaik dan
termudah untuk mendidik anak Anda. Memberi contoh adalah hal yang
mudah dipelajari dengan pengamatan. Dengan kata lain, anak Anda akan
mempelajari tingkah laku yang pantas dengan melihat dan menirukan
Anda.

Anda dapat menjadi contoh banyak sekali tingkah laku yang pantas bagi
anak Anda. Perhatikan beberapa contoh berikut ini :

* Bayi :
Menatap langsung pada matanya
Memberikan empati
Mengekspresikan kasih dengan afeksi

* Usia Prasekolah :
Duduk dengan tenang
Berbagi segala sesuatu dengan orang lain
Menyelesaikan konflik tanpa bertengkar

* Usia sekolah :
Menjawab telepon dengan sebagaimana mestinya
Menyayangi binatang peliharaan dengan cara yang bertanggung jawab
Membelanjakan uang dengan bijaksana

* Ramaja :
Berbicara tanpa berteriak
Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan
Menolak obat-obatan dan alkohol

Dengan memberi contoh tingkah laku yang sepantasnya kepada anak Anda
saat ini, anak akan dapat menghindari beberapa konflik yang mungkin
terjadi. Anda juga dapat merasa bangga karena anak Anda telah belajar
sesuatu dari Anda, yaitu sesuatu yang baik.

===========

I.9. Tentukan Apa yang Tidak Anda Sukai

Tak ada orang tua yang ingin membawa rumahnya ke dalam medan
pertempuran, namun ini kadang-kadang terjadi. Seorang klien saya,
seorang pemuda belasan tahun, bercerita bahwa ibunya sering mengeluh
atas kelakuannya. Ibunya mengeluh tentang kebiasaan makannya,
kebiasaan tidurnya, rambutnya, bajunya, ruang tidurnya, teman-
temannya, prestasi sekolahnya, dan caranya melewatkan hari-harinya.
Tanggapannya atas tindakan ibunya adalah keinginan
untuk “membungkamnya”. Saat saya berbicara dengan ibunya, jelaslah
bahwa ibu itu sebenarnya menginginkan putranya untuk bekerja paro
waktu. Sayangnya, permintaan itu tenggelam di antara lautan
permintaannya yang lain. Bagi pemuda itu, perkataan ibunya yang
selalu mencela mulai terasa menjemukan. Dia menjadi sangat marah
kepada ibunya atas permintaannya yang sangat banyak sehingga,
akibatnya, dia menentang apapun yang dilakukan ibunya.

Jika Anda menemukan bahwa anak Anda mempunyai banyak sekali tingkah
laku tidak pantas yang ingin Anda ubah, inilah saatnya untuk berhenti
dan menginventarisasikannya. Tanyalah pada diri Anda sendiri tingkah
laku mana yang paling penting dan segera harus ditangani.
Singkirkanlah yang tampaknya tidak penting. Susunlah prioritas, dan
kemudian ambillah tindakan. =====================

————————–

Kadang-kadang kita sangat ingin membentuk anak sesuai dengan selera
pribadi kita sehingga kita, tanpa sadar, terlalu banyak mengekang
untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Akibatnya pada saat kita
melarang hal-hal yang asasi, dasar, prinsip, si Anak sudah terlanjur
jenuh dilarang ini itu. Dia tak dapat lagi memilah mana sebenarnya
yang lebih patut ia taati segera. Saya ingat pernah membawa seorang
kemenakan ke toko baju. Dia ingin sekali membeli satu gaun berwarna
merah muda yang banyak manik-maniknya, kerlap-kerlip. Saat ia pulang
ke rumahnya, ibunya berkata, “kampungan sekali baju ini”. Saya
melihat rona kecewa di wajah anak itu. Dan saya melihat anak itu
memang sulit diatur. Saya pikir, semisal soalan baju, biarkan saja
anak-anak menentukan seleranya. Itu tidak penting. Bahkan ini celah
bagi kita untuk “menangkap”-nya membuatnya loyal kepada kita untuk
hal-hal asasi. Berikan kebebasan untuk hal-hal sepele, agar kita bisa
mengaturnya dalam hal yang penting. Seperti soal baju, ya, semua
orang beda-beda selera. (kayaknya point ini berhubungan erat dengan
point “berikan penggantinya” yaitu memberikan alternatif memilih
dalam hal yang tidak prinsip)

I.10. Tentukan Batas Usia yang Pantas

Dari sekitar usia limat tahun, jika semuanya berjalan baik, anak-anak
akan mulai berjuang untuk kebebasannya. Cita-cita mereka adalah
menjadi manusia yang sempurna dan mandiri, mampu bertingdak dan
berpikir sendiri. Dengan menentukan batas usia yang pantas bagi anak
Anda, Anda dapat mengenali tujuan kebebasannya. Dasaran aturan dan
batas-batas Anda pada usia anak Anda, kemampuan, kebutuhan khusus,
dan tingkat tanggung jawabnya, maka mereka dapat mencapai cita-cita
mereka dengan aman.

Beberapa orang tua berbuat kesalahan dengan memperlakukan anak-anak
mereka benar-benar sama, tanpa menghiraukan perbedaan usia atau
kepentingan khusus mereka. Suatu saat saya pernah mempunyai klien,
gadis berusia 16 tahun, yang menginginkan pintu kamarnya dapat
dikunci pada siang hari — sebuah permintaan sederhana yang normal
bagi remaja. Namun, ayahnya mengatakan “tidak” karena dia merasa
bahwa jika dia memberikan kunci kamar kepada anak gadisnya, dia juga
harus memberikan kunci kamar kepada anak-anaknya yang lain (paling
kecil berusia 5 tahun), dan dia tidak ingin anak-anaknya hidup dalam
penjara.

Sayangnya, dalam kasus ini, sang ayah tidak memahami bahwa bila
anaknya yang berusia 5 tahun belum cukup bertanggungjawab untuk
mengunci pintu kamarnya, anak gadis remajanya jelas sudah dapat
bertanggungjawab. Dan dengan kunci yang tidak mahal, dia dapat
memuaskan kebutuhan anaknya atas keleluasan pribadinya (privacy).

Karena itu, dirikanlah rumah Anda di atas tanah yang padat, namun
yakinkanlah bahwa peraturan yang Anda buat menjadi fleksibel. Ini
tidak berarti Anda harus membiarkan anak Anda melanggar aturan, namun
Anda harus siap menyusun aturan dan batas-batas baru seiring dengan
bertambahnya usia anak Anda dan perubahan kebutuhan mereka.

Pada umumnya, aturan baru seharusnya memberikan kesempatan kepada
anak untuk lebih bertanggung jawab dan bebas — bukan hanya kebebasan
untuk pergi ke lebih banyak tempat dan melakukan banyak hal,
melainkan kebebasan untuk membuatnya merasa lebih banyak memutuskan
secara mandiri. Dengan memperluas batas-batas Anda secara perlahan
dan hati-hati, Anda akan mengetahui kebutuhan anak Anda akan
kebebasan yang lebih besar. Dengan cara ini, anak Anda tidak perlu
harus memberontak untuk memperoleh kebebasan mereka yang sepantasnya.

Sumber : Forum Umahat Tokyo
50 cara efektif menanamkan tingkah laku positif pada
anak. Penulisnya : Dawn Lighter, MA. Penerbit : Gentle Disipline.

KOKORO NO TOMO

Filed under: Nihonggo

Itsuwa Mayumi

Anata kara kurushimi o ubaeta sono toki
Watashi ni mo ikite yuku y瑢i ga waite kuru
Anata to deau made wa kodoku na sasuraibito
Sono te no nukumori o kanjisasete

Ai wa itsumo rarabai
Tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

Shinjiau kokoro sae doko ka ni wasurete
Hito wa naze sugita hi no shiawase oikakeru
Shizuka ni mabuta tojite kokoro no doa o hiraki
Watashi o tsukandara namida fuite

Ai wa itsumo rarabai
Anata ga yowai toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

TEMAN HATI
Mayumi Itsuwa

Kala itu mampu kulepaskan kepedihan dari hatimu
Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini
Sebelum bersua denganmu, kesepian aku berkelana
Biar kurasakan hangatnya jemarimu

Cinta senantiasa meninabobokkan
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati

Bahkan hati yang saling percaya terlupa entah di mana
Mengapa orang-orang mengejar kebahagiaan yang telah berlalu
Pejamkan matamu perlahan dan singkapkan jendela hatimu
Raih tanganku dan usaplah air matamu

Cinta senantiasa meninabobokkan
Manakala engkau lemah
Ingatlah diriku sebagai teman hati

METODE PENDIDIKAN ANAK MUSLIM USIA PRA SEKOLAH

Filed under: Asih Asuh

Oleh: Abu Amr Ahmad Sulaiman
Penerbit: Darul-Haq

YANG PERLU DIINGAT:.
1. Tujuan pendidikan anak adalah: mencari keridhaan Alloh SWT and usaha utk mendapatkan surgaNya.
2. Sebab-2 keberhasilan dan kegagalan a.l:
a. sebab dr pendidik: tdk istiqomah, tdk mempedulikan sifat-2 pendidik yg baik dst.
b. Sebab dr diri anak: tdk siap menerima pendidikan, kelemahan pada dirinya.
c. Sebab dr metode: materi terlalu sulit, panjang tdk sesuai dg usia dst.
d. Sebab di luar keinginan: bepergian yg lama atau banyak, sakit dsb.
3. Pendidikan bagi anak bisa meninggikan derajat orang tua, dan amal akan terus mengalir pahalanya, setelah kematian orang tua.
4. Kebaikan ortu merupakan kebaikan bagi anak, dan ketakwaan ortu akan menjadikan anak terjaga serta mendapat rezki stlh kematian ortu. (QS AL Kahfi:82)
5. Anak-2 kita adalah da’I masa depan dan penyebar ajaran agama.
6. Lalai dalam mendidik merupakan sebab terhalangnya masuk surga.
7. Medidik orang merdeka tidak sama dg mendidik budak.
8. Jadikan standar keberhasilan ortu dalah keberhasilan dlm mendidik anak-2 dan mengajar mereka.
9. Perhatikan contoh teladan utama dan dekatkan anak-2 kepadanya.
10. Diantara karakteristik fase ini(fase pra sekolah, 3-6 tahun) adalah sbb:
a. dapat mengontrol tindakannya.
b. Selalu ingin bergerak (dlm batas yg wajar)
c. Berusaha mengenal lingkungan sekelilingnya.
d. Perkembangan yg cepat dlm berbicara.
e. Senantiasa ingin memiliki sesuatu dan egois.
f. Mulai membedakan antara yg benar dan salah, baik dan buruk.
g. Mulai mempelajari dasar-2 perilaku social.
h. Usia eksplorasi.
Perhatikan cara bergaul yg sesuai dg anak-2 kita. Gunakan cara mendidik yg benar. QS Al Muthaffifin: 26. Al Baqorah: 281.

PENDIDIKAN ANTARA TUJUAN DAN SARANA

Tujuan pendidikan Sarana yg membantu dan saran-2 Pendidikan
1. Menjawab seruan Alloh Setiap sarana yg akan disebutkan, nanti ada bbrp sarana lain.
2. Membentuk akidah dan keimanan anak 1. Membacakan mengulang-2. lafal Laa Ilaha Illah dan mengulang-2.2. Memperdalam muraqabbah Alloh.3. Memperdalam kecintaan kpd Rasululloh.4. Memberi hadiah kpd anak,.
3. Membentuk keilmuan dan pengetahuan anak. 1. Mengajari Al-Qur’an dan sunnah2. Belajar sejarah nabi, akhlak.3. Mengajari doa-24. Menyediakan perpustakaan rumah.5. Mengirim ke TK utk belajar6. Mengikutkan kegiatan hafalan Al-Q di masjid atau mendatangkan guru.7. Menjawab pertanyaan anak dg jawaban yg sesuai dg usianya8. Memperhatikan cerita-2 yg mendidik9. Tidak memaksa menulis atau membaca sblm masanya, dg tetap melihat pentingnya latihan ini.
4. Membentuk akhlak, perilaku dan sopan santun anak. 1. Mempraktekkan adab-2 yg ada 2. Teladan dr ortu3. Menggunakan kata yg baik4. Menepati janji5. Memberi contoh cerita dg teladan yg baik.
5. Membentuk sisi sosial anak-2 1. membawa dlm pertemuan org besar2. Menunjukkan apa yg tlh dipelajari 3. Membiasakan mengucapkan salam4. Membiasakan minta ijin5. Mendidik utk membantu dlm PR6. Membiasakan utk jual beli, berani dan sopan7. Mendatangi famili8. Memelihara hewan jinak9. Mengajak ke masjid10. Memilih teman yg baik
6. Membangun sisi kejiwaan dan perasaan anak 1. Mengenali jiwa anak2. Menghargai anak3. Mendengarkannya dg baik4. Memberi pengarahan5. Menemani dlm permainan6. Menyambut kedatangannya dan melepas kepergiannya7. Menyenangkan anak8. Menyadari bahaya hukuman fisik9. Menyadari bahaya memberi ancaman dg hukuman
7. Membentuk fisik dan kesehatan tubuh anak 1. Membiasakan melakukan senam2. Menjemur di sinar matahari3. Mengadakan lomba OR4. Bermain dg org dewasa5. Menjauhkan dr penyakit menular6. Mengadakan chek up berkala7. Membiasakan membersihkan gigi, pakaian dan tpt tidur8. Mempraktekkan ruqya syar’iyah (doa-2 syar’I)
8. Membentuk rasa seni, keindahan dan kreatifitas anak 1. Mendidik memperindah kamarnya2. Memperhatikan keindahan alat-2 yg khusus3. Menyediakan pensil warna and membiarkan keinginannya 4. Menyediakan permainan yg mendidik5. Menggunakan film video utk menggambarkan keindahan alam6. Pergi ke taman, pantai dan membiasakan memikirkannya7. Mendengarkan nasyid8. Menjaga hasil karya seninya

RANCANGAN PELAKSANAAN METODE
(Setiap latihan berdurasi selama 2 bulan)

Perilaku Menyimpang Pada Anak

KEBIASAAN MENCURI
Sebab-2nya:
1. Kecenderungan utk memiliki dan menikmatisesuatu dg paksa.
2. Adanya kebutuhan yg mendesak
3. Pelampisan utk melepaskan diri dr kesulitan
4. Untuk menampakkan didepan temannya kl dia dr keluarga kaya
5. Membelas dendam kpd orang yg barangnya dicurinya.
6. Merasakan adanya kekurangan, atau keluarga broken home
7. Persahabatan yg tidak baik
8. Pendidikan dr ortu dan berlebih-2an menyimpan sesuatu akan membuat anak berusaha utk mendapatkannya
9. Ketidakpahaman thd perbedaan antara haknya dan hak org lain.
Penanggulangan:
1. Mendidik anak dg baik agar taat kpd Alloh.
2. Memberi pemahaman kpdnya ttg perbedaan hak, dan mengajari tata cara minta ijin
3. Membuat tempat khusus utk anak, utk menumbuhkan rasa memiliki dan percaya diri
4. Diberi uang jajan tetap (pd umur tertentu)
5. Menyayangi dan mempergauli anak tanpa memanjakan
6. Menceritakan akibat mencuri dan tpt kembalinya yt neraka.

PERASAAN TAKUT
Takut pada anak ada 2 macam:
1. Takut pada benda nyata (anjing, tempat tinggi, kuda dll)
2. Takut pada benda tidak nyata (gelap, kematian, hantu dsb)

Sebab-2nya:
1. Ketidak mengertian thd hakikat sesuatu
2. Adanya keanehan bentuk tubuh padanya
3. Perbedaan laki-2 dan perempuan
4. Kelahiran adik baru dan hilang perhatian kpdnya
5. Memaksa anak melakukan pekerjaan yg tidak disukai
6. Menjadikan anak sbg bahan olok2-an
7. Menakutinya dg sesuatu yg menyakitkan dlm benaknya
8. Meniru ketakutan ortu thd sesuatu
9. Pertengkaran antara org-2 besar, khususnya kedua ortunya.

Penyembuhan:
1. Menentukan sebab-2 ketakutan dan sumbernya
2. Menerangkan sesuatu yg aneh dan tidak dimengerti olehnya
3. Mengkaitkan antara sesuatu yg ditakuti dan yg disenangi
4. Menjauhkan anak dr sesuatu yg menegangkan
5. Menerangi rumah dg sinar yg terang jika diperlukan
6. Menceritakan kisah yg bagus
7. Menceritakan tg peperangan Rasululloh dan para salaf shalih dg ungkapan sederhana
8. Tidak memaksa anak melakukan sesuatu dan menempatkannya pd sesutu yg ditakuti
9. Memisahkan anak dg ortu pelan-2 (tidur sendiri)
10. Mempersiapkan anak dan mendidik utk menghadapi kondisi yg terjadi dg mainan atau cerita teladan

TIDAK PERCAYA DIRI
Gejala-2nya:
1. Sudah bicara, gagap, gagu
2. Menutup diri, rasa malu dan tidak berani
3. Ketidakmampuan berfikir secara mandiri
4. Merasakan adanya kejahatan dan bahaya serta bertambhanya rasa takut dan khawatir.
Sebab-2nya:
1. Cara mendidik yg salah
2. Sering disalahkan, dipukul, dicela dll
3. Ortu terlalu membatasi perilaku dan cara berfikir anak
4. Selalu dibandingkan dg yg lain
5. Meremehkan kemampuan dan harga dirinya
6. Bentuk badan yg kecil, tubuh cacat
7. Rendahnya IQ dan keterlambatan dlm belajar
8. Selalu mencela ketika mengalami kegagalan
9. Pertengkaran ortu
10. Dibebani pekerjaan yg tidak sesuai dg kemampuannya shg tdk mampu dan gagal.
Cara Penyembuhan:
1. Menunjukkan rasa kasih saying dr ortu
2. Membiarkan anak memilih sendiri makan, minum dan mainannya
3. Memotivasi anak dan meningkatkan kemampuannya serta memujinya
4. Ketika dibandingkan dg yg lain hendaknya disebutkan kelebihannya
5. Ortu hendaknya tidak saling mengoreksi, berselisih dihadapan anak
6. Menyebutkan namanya dlm pertemuan-2, memujinya
7. Menggunakan cerita dan permainan utk menyembuhkan penyakitnya
8. Teladan ortu dlm hal percaya diri
9. Membawanya dlm kumpulan org-2 dewasa dan membuatnya mau bicara ttg kemampuannya
10. Memintanya berbelanja dan memberitanggungjawab kecil
11. Mendengarkan dg baik ketika anak bicara
12. Menemaninya dlm menyelesaikan permasalahannya
13. Membiasakan berpuasa meski hanya bbrp jam
14. Mencontoh masa kecil Rasululloh dan mengajarkannya
15. Memperdalam kepercayaan ttg takdir dan menghubungkan segala sesuatu dg Alloh.

SUKA MELAWAN
Pengertian: merupakan fase alami dlm masa pertumbuhan jiwa anak yg membantunya pada stabilitas dan menyadari bahwa dirinya adalah pribadi yg independen dr orang-2 dewasa. Dengan jalannya waktu akan menyadari bahwa kebiaaany adalah salah, khususnya jika ortunya mempergaulinya dg benar.

Sebab-2nya:
1. Meniru perbuatan kedua ortunya.
2. Membiasakan taat dan fanatik kpd sesuatu
3. Ketiadaan ikatan yg kuat dlm pengertian antara anak dan ortu
4. Memanjakan secara berlebihan

Penanggulangan:
1. Ortu menjelaskan faedah apa yg diperintahkan
2. Bersikap fleksibel,menyayangi, lemah lembut
3. Menggembirakan anak, menjelaskan bahwa ortunya menyukainya
4. Seimbang dlm mendidik, tidak terlalu keras juga tdk memanjakan
5. Berusaha menarik perhatian anak, saat akan menyuruhnya
6. Menggunakan bahasa yg mudah dimengerti anak
7. Menghindari banyak memberi perintah dlm waktu sekaligus
8. Menghindari memberi perintah pada saat ttt, kmdn melarangnya bbrp saat kmdn.
9. Memberi hadiah dan ganjaran atas ketaatannya
10. Menghindari hukuman fisik atau ancaman utk meluruskan kesalahan
11. Memperhatikan setiap pelaksanaan perintah.

KEBIASAAN MERUSAK
Sebab-sebabnya:
1. Ingin tahu, ingin melepas dan merakit kembali
2. Faktor emosional yg terpendam spt cemburu, merasa ada kekurangan, balas dendam dll
3. Bertambah kegiatan fisik dan ketidakseimbangan dg perkembangan akalnya.

Penanggulangannya:
1. Menghilangkan faktor penyebabnya
2. Mengarahkan keinginan anak
3. Menyibukkan dg perbuatan yg menggunakan anggota tubuh drpd akal, jika sebabnya bertambah kegiatan fisiknya
4. Ortu hendaknya tidak menghalangi kesukaan dan minatnya
5. Mengajak anak ke alam bebas.

Pesan-pesan khusus dalam bermain:
1. Membiasakan anak bermain sendiri
2. Membelikan mainan yg sesuai dg umurnya
3. Jangan membiarkan mainan senantiasa dihadapan anak
4. Tidak perlu membelikan mainan yg mahal
5. Sediakan tempat khusus utk tempat mainan
6. Berikan kamar khusus utk bermain
7. Mengunakan benda yg aman utk bermain anak
8. Usahakan menggunakan sarana yg menggabungkan antara manfaat dan kesenangan anak
9. Bermain bersama kedua ortu atau salah satunya merupakan kegembiraan yg besar dan sangat bermanfaat utk anak-2.

Mainan dan pengaruhnya dalam pendidikan:
1. Meredam ketegangan emosional dan jasmani anak dan membatasi jiwa permusuhan yg ada pada anak.
2. Meningakatkan keaktifan dan memperbaharui kehidupan anak
3. Kesempatan utk menggunakan akalnya, panca indra dan keinginan eksperimen
4. Pembentukan akhlak anak, dlm permainan kolektif
5. Perkembangan berbagai macam anggota tubuh
6. Pelampiasan kekuatan yg berlebihan dan keinginan yg terkekang
7. Fase latihan utk persiapan ke prktek kehidupan
8. Belajar saling tolong menolong (kemampuan sosialisasi)
9. Anak jadi tenang di malam hari, krn bermain telah menghabiskan tenaganya.

NGOMPOL
Jenis-jenisnya:
1. Ngompol siang hari dlm keadaan sadar
2. Ngompol malam hari dlm keadaan tidur
3. Ngompol yang terlambat utk disadari.

Sebab-sebabnya:
A. Sebab-sebab fisik: perlu konsultasi dg dkter spesialis
B. Sebab-2 kejiwaan:
1. Kelabilan kejiwaan bermula dr kelabilan keluarga
2. Merasa tidak mendapat perhatian keluarga
3. Terlalu tegang dan memberi hukuman yg berlebihan
4. Perasaan yg senantiasa takut, hilang kepercayaan thd org disekelilingnya
5. Cemburu kpd yg lain atau dengki
6. Sendirian dlm waktu yg lama, atau takut thd sesuatu, spt gelap dll.

Penyembuhan:
1. Menempatkan pd hubungan keluarga yg tentram
2. Mempergauli anak dg kasih sayang dan perhatian yg baik
3. Menjauhkan dr rasa tegang dan jiwa tertekan
4. Menggunakan cara penghargaan dan motivasi agar anak percaya diri
5. Menghindari celaan didepan umum
6. Mengusahakan pengobatan secara medis
7. Tidak emmbebani anak dg pekerjaan diluar kemampuannya
8. Tidak meninggalkan sendirian
9. Membiasakan anak utk kencing dahulu sblm tidur
10. Menghindari minum yg banyak sblm tidur
11. Memberi lampu yg cukup utk jalan ke kamar mandi
12. Berusaha membangunkan dimalam hari utk kencing.
MIMPI YANG MENAKUTKAN DAN SUSAH TIDUR

Sebab-sebab terjadinya mimpi yg menakutkan:
1. Peristiwa yg terjadi pd siang hari dan pengaruhnya, baik yg dilihat, didengar atau dibacanya.
2. Penyakit fisik
3. Gangguan perut
4. Sebab lingkungan, yg berhubungan dg kamar anak dan yg ada di dalamnya spt patung.
5. Peristiwa hebat, spt kebakaran, kematian, bencana dll
6. Tegangnya syaraf krn ditakuti atau diancam dg hukuman yg berat.

Penyembuhan:
1. Hendaknya pengetahuan yg diberikan kpd anak sesuai dg akal dan kejiwaannya.
2. Mengajari anak dg ruqyah syar’iyah agar digunakan utk mendoakan dirinya sendiri
3. Segera emnghidangkan makan malam dan menghindarkan makanan keras dan susah dicerna
4. Membuang sesuatu yg bisa mempengaruhi pendengaran dan penglihatan dr kamar anak.
5. Meminta saran dr psikiater
6. Membacakan cerita yg mendidik, tenang dan indah
7. Ortu hendaknya membiasakan anak mendengarkan bacaan AlQur’an (dr kaset misalnya) sebelum tidurnya.

HILANGNYA NAFSU MAKAN
Sebab-sebabnya:
1. Sebab organ fisik
2. Makan makanan yg manis sblm makan
3. Tidak teratur dalam makan
4. Banyak perintah, laporan ibu kpd ayah ttg anak, pada saat makan
5. Kurang gerak badan, olah raga atau main
6. Perhatian yg berlebihan dr ortu bisa membuatnya keras kepala dan hilang nafsu makan
7. Makanan yg dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan tubuhnyakpd vitamin atau zat yg dibutuhkan utk menumbuhkan nafsu makan.
Penyembuhan:
1. Memeriksakan anak secara fisik ke dokter
2. Tidak mengkonsumsi makanan manis sebelum makan
3. Usahakan anak makan dlm keadaan senang hati, tenang
4. Tidak memaksa menyukai makanan tertentu atau makanan secara umum
5. Menepati jadwal makan dan ada variasi dlm makanan
6. Memberi kebebasan utk sesekali makan sendiri
7. Memberi kesempatan utk makan bersama teman-2 seusianya
8. Tidak menunjukkan sikap tidak senang ketika anak tidak menyelesaikan makannya
9. Memberi kesempatan kpd anak utk membantu membeli dan menyiapkan makanan
10. Memberi kesempatan utk bermain, bersenang-2 dan melakukan kegiatan fisik
11. Ibu hendaknya mengajak anak utk makan dan membuatnya senang dg makanan tsb
12. Meletakkan sebagian makanan yg terjaga dg baik dekat dg tempat main.

SEHARI DALAM KEHIDUPAN ANAK MUSLIM
(sebuah Usulan)
Bagaimana sebaiknya seorang anak mengisi harinya?
1. Bangun tidur dan mengucap doa
2. Mengucap salam, cuci muka, dan ikut serta membereskan tempat tidur
3. Sarapan, meski hanya segelas susu
4. Pergi ke sekolah dg membaca doa keluar dan masuk rumah
5. Makan siang dan tidur siang dg membaca
6. Waktu khusus bermain dg teman, saudara, ortu
7. Waktu-waktu kegiatan:
a. Kegiatan keilmuan
(Belajar, menghafal, cerita, mendengarkan kaset dsb)
b. Kegiatan kesenian
(menggambar, mewarnai, merekam hafalannya, menghias kamar dsb)
c. Kegiatan sosial
(Rekreasi, pergi dg ortu, silaturahim dsb)
d. Kegiatan Olah raga dan kesehatan
(mengadakan lomba olahraga, chek up dsb)
e. Kegiatan fisik
(menyuruh keluar utk beberapa keperluan rumah)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here